KSR PMI UNHAS Kembali Merekrut Anggota Potensi Disaster Rescue Team, Perkuat Kesiapsiagaan Relawan di Wilayah Perairan

KSR PMI UNHAS Kembali Merekrut Anggota Potensi Disaster Rescue Team melalui pendidikan khusus guna meningkatkan kapasitas relawan dalam kesiapsiagaan dan penanganan darurat di wilayah pesisir dan perairan.

Korps Sukarela Palang Merah Indonesia Universitas Hasanuddin (KSR PMI UNHAS) telah mengadakan kegiatan pendidikan khusus sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, khususnya di wilayah pesisir dan perairan (water rescue).

Kegiatan ini merupakan wujud komitmen KSR PMI UNHAS melalui badan Disaster Rescue Team (DRT), yaitu badan yang bergerak dibidang kebencanaan, dalam membentuk relawan terlatih yang tangguh, profesional, serta memiliki kemampuan teknis yang memadai.

Badan DRT beranggotakan potensi DRT yang dipersiapkan untuk terlibat langsung dalam penanganan situasi darurat di lapangan, khususnya dalam menghadapi tingginya kerawanan bencana di Indonesia. Kegiatan ini juga melatih kemampuan berpikir cepat, ketepatan tindakan, serta kesiapan menghadapi berbagai situasi darurat di lapangan.

ADVERTISEMENT

“Kegiatan ini tidak hanya dijalankan sebagai program kerja semata, tetapi menjadi wadah pembelajaran dan pengembangan bagi anggota potensi DRT untuk terjun lebih jauh dalam aksi kemanusiaan,” ujar Aunurafiq Adam, selaku Ketua Panitia.

KSR PMI Unhas
KSR PMI Unhas

Kegiatan diawali dengan pembukaan (22/02) dilaksanakan di Gedung Aula IPTEKS yang dihadiri oleh berbagai instansi seperti Kodaeral VI Makassar, BPBD Kota Makassar, BASARNAS Kota Makassar, UKM serta perwakilan KSR PT se-Kota Makassar.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan proses pendaftaran & seleksi meliputi seleksi berkas, pemeriksaan kesehatan, serta wawancara yang berlangsung (22/02-12/03). Sebanyak 23 orang pendaftar mengikuti proses seleksi dengan 22 orang dinyatakan lolos pada tahap ini. Adapun tahapan ini dilakukan untuk memastikan calon anggota memiliki kesiapan dasar sebelum mengikuti pendidikan khusus.

ADVERTISEMENT
Baca Juga:  48 Tahun Pramuka UNM: LATSARNAS IX Tahun 2026 Resmi Diluncurkan di Malam Puncak HARLAH

Selanjutnya, peserta mengikuti rangkaian indoor atau pemberian materi dan praktik selama 4 hari (2/04-5/04) dari berbagai pemateri profesional sesuai bidangnya. Adapun materi terkait tanggap darurat bencana dibawakan oleh BPBD, materi psychological support program (PSP), materi assessment dan pertolongan pertama hingga praktiknya yang dibawakan oleh PMI.

Selain itu, peserta memperoleh materi dan praktik langsung teknik dasar menyelam oleh Kodaeral VI. Serta materi terkait pengoperasian search and rescue (SAR), personal safety & water rescue, dan operasi perahu serta manuver dibawakan oleh BASARNAS. Seluruh rangkaian kegiatan ini turut didukung oleh panitia dan keluarga KSR PMI UNHAS dalam pelaksanaan teknis, termasuk evaluasi dan penilaian peserta.

Salah satu peserta mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman baru yang menantang sekaligus bermanfaat. “Kegiatan ini sangat membuka wawasan kami tentang bagaimana menghadapi kondisi darurat secara langsung, tidak hanya teori tetapi juga praktik yang sangat membantu,” ujar Andi Reski Auliyah.

ADVERTISEMENT
Baca Juga:  Daftar Kampus Terpopuler di Jakarta Versi uniRank 2026: Bukan Soal Akademik, Tapi Eksistensi Digital

Sebagai puncak kegiatan, pelantikan anggota potensi DRT dilaksanakan di Pantai Tanjung Bayang (5/04) sebagai bagian dari rangkaian akhir setelah seluruh materi dan praktik lapangan. Sebanyak 17 orang peserta dinyatakan lolos dari seluruh tahapan dan resmi dilantik sebagai anggota potensi DRT. Kegiatan ini kemudian diakhiri dengan penutupan kegiatan di Lantai Dasar Rektorat (14/04) dengan penyerahan sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi serta capaian peserta.

KSR PMI Unhas
KSR PMI Unhas

Koordinator Badan Pengawas Organisasi, Ritwan Sanda Padang turut menegaskan bahwa proses ini bukanlah akhir dari pembinaan, melainkan awal dari sebuah perjalanan sebagai bagian dari potensi DRT yang harus terus dilatih dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab dalam misi kemanusiaan.

“Kami berharap tim ini tidak hanya berhenti pada pembentukan, tetapi mampu berkontribusi aktif dalam kegiatan kemanusiaan serta berkolaborasi lintas pihak agar dampaknya lebih luas.” ujar Muhammad Irdam Ferdiansyah, S.E., M.Acc., Ph.D., Ak., CA..

Diharapkan melalui kegiatan ini mampu memperkuat peran mahasiswa sebagai relawan kemanusiaan yang sigap, terlatih, serta responsif terhadap berbagai kondisi darurat di masyarakat, sekaligus menjadi garda terdepan dalam upaya penyelamatan dan penanggulangan bencana.

Bagikan:

BERITA TERKAIT

ARTIKEL POPULER

BERITA TERBARU