Lagi, Dua Sekolah di Bone Dibobol Maling

Dua Unit Pelaksana Teknis (UPT) Sekolah Dasar di Kecamatan Bengo Kabupaten Bone Sulsel dibobol Maling. Dua Sekolah itu yakni UPT SDN 145 Mattirowalie dan UPT SD Inpres 5/81 Lili Riawang.

Guru SDN 145 Mattirowalie, Ratna mengatakan, aksi pencurian di sekolahnya terjadi pada Selasa (10/3/2026) dan baru diketahui saat masuk sekolah pada Rabu (11/3).

“Hari Selasa (10/3) pencurian, kita masuk sekolah pada hari Rabu (11/3) didapati tiga laptop sudah tidak ada di Ruangan Guru, “ungkapnya kepada wartawan, Kamis (12/3/2026).

ADVERTISEMENT

Ratna menyebutkan, kronologi pencurian bermula saat murid melakukan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Saat itu sejumlah aset sekolah termasuk Laptop disimpan di Ruangan Gedung Guru usai pelaksanaan TKA hari itu.

Pencuri berhasil bawa kabur aset sekolah berupa dua laptop dan satu laptop pribadi usai mencongkel kayu penahan kaca jendela gedung guru. Tak hanya itu, kaca juga dibuat pecah dalam melancarkan aksi ini.

Baca Juga:  Penuh Canda Tawa, Kapolres Barru Ngopi Bareng Wartawan Barru

Terlihat penahan kaca dari kayu tersebut terletak di bagian luar gedung guru sehingga memudahkan pencuri untuk membukanya dan menerobos masuk ke Ruang Guru.

ADVERTISEMENT

Guru Berharap Polisi Mengungkap dan Menangkap Pelaku Pencurian

Peristiwa pencurian ini telah dilaporkan ke pihak berwajib. Kepolisian Sektor Bengo juga telah mendatangi TKP pencurian tersebut.

Para Guru berharap, Polisi dapat segera mengungkap dan menangkap pelaku pencurian. Pasalnya, Laptop yang dicuri bukan hanya soal aset sekolah dari sisi materi melainkan di dalamnya terdapat dokumen penting buat sekolah.

ADVERTISEMENT

Selain SDN 145 Mattirowalie, aksi pencurian juga terjadi di UPT SD Inpres 5/81 Lili Riawang Desa Lili Riawang Kecamatan Bengo Bone. Dalam aksinya, pencuri berhasil bawa kabur dua printer satu proyektor usai mencongkel pengaman pintu ruang guru.

Baca Juga:  Berkah Ramadhan, Pramuka SMKN 3 Soppeng Berbagi

“Yang diambil pencuri Printer dua unit dan satu proyektor, kaeugian hampir Rp20 Juta, ” ungkap
Kepala UPT SD Inpres 5/81 Lili Riawang, Rosdiana saat ditemui wartawan di sekolahnya , Kamis (12/3)

Rosdiana menyebutkan, peristiwa pencurian di sekolahnya terjadi pada Ahad (1/3/2026). Berselang beberapa hari, ia mendapat kabar di sejumlah sekolah lain juga alami hal yang sama.

Pihak sekolah menduga, pencuri memanfaatkan momen sepi di sekolah dan kelengahan warga saat bulan Ramahan ini. Terlebih tempat sekolah ini cukup sepi karena lokasinya yang masuk lorong.

Peristiwa ini telah dilaporkan ke pihak berwajib. Pihak sekolah berharap, Kepolisian dapat mengungkap dan menangkap pelaku yang merugikan warga sekolah tersebut.

“Semoga Polres dapat segera mengungkap pencurian ini. Apalagi ini sudah beberapa sekolah alami pencurian, siapa tahu jaringannya yang sama, “ungkapnya.

Bagikan:

BERITA TERKAIT

ARTIKEL POPULER

BERITA TERBARU