Pekari: Fakta, Ciri-Ciri, Jenis, dan Keunikan Mamalia Mirip Babi dari Amerika

Pekari atau peccary adalah mamalia mirip babi yang hanya ditemukan di Amerika. Kenali perbedaan pekari dan babi serta 7 fakta unik tentang perilaku, habitat, dan ciri khasnya yang menarik untuk dipelajari.

Hewan berkuku satu ini memiliki moncong panjang, gemar berkubang di lumpur, dan berasal dari benua Amerika. Namun, jangan salah—hewan yang dimaksud bukan babi. Ia adalah pekari.

Pekari atau peccary merupakan mamalia yang bentuk tubuhnya memang menyerupai babi, tetapi berasal dari Amerika. Berbeda dengan babi yang hidup di Asia, Eropa, dan Afrika, pekari hanya ditemukan di wilayah Amerika. Walaupun terlihat mirip sekilas, sebenarnya pekari memiliki banyak perbedaan penting dibandingkan babi.

Lalu, apa saja keunikan hewan ini? Berikut 7 fakta menarik tentang pekari (peccary) yang perlu kamu ketahui.

ADVERTISEMENT

1. Pekari itu apa sebenarnya?

Pekari atau peccary adalah mamalia yang secara fisik mirip babi dan hidup di wilayah yang disebut Dunia Baru atau Benua Amerika. Secara klasifikasi ilmiah, pekari termasuk dalam keluarga Tayassuidae, sedangkan babi termasuk keluarga Suidae.

Persebaran pekari terbatas di Amerika, sedangkan babi tersebar luas di Dunia Lama seperti Asia, Eropa, dan Afrika. Meski begitu, keduanya sebenarnya masih memiliki hubungan evolusi karena berasal dari nenek moyang yang sama.

Berdasarkan catatan fosil, pekari dulu pernah tersebar di berbagai benua termasuk Asia, Eropa, dan Afrika. Namun seiring waktu, babi tetap bertahan dan berkembang di Dunia Lama, sedangkan pekari bermigrasi dan berkembang di Amerika hingga akhirnya punah di luar wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

2. Hanya ada tiga spesies pekari di dunia

Saat ini pekari yang masih hidup hanya terdiri dari tiga spesies utama.

Pertama adalah pekari berkerah (Pecari tajacu), yang paling umum ditemukan di Amerika. Ciri khasnya adalah adanya garis pucat seperti kerah di bagian leher. Panjang tubuhnya kurang dari 1 meter dengan berat sekitar 17–30 kg.

Kedua adalah pekari bibir putih (Tayassu pecari), yang berukuran lebih besar dengan warna tubuh lebih gelap. Beratnya bisa mencapai sekitar 40 kg dan memiliki ciri khas warna putih di area mulut. Spesies ini hidup di Amerika Tengah dan Amerika Selatan.

ADVERTISEMENT
Baca Juga:  5 Fakta Owa Jawa, Primata Setia Endemik Indonesia yang Kini Terancam Punah

Ketiga adalah pekari chaco (Catagonus wagneri), yang merupakan spesies paling besar sekaligus paling langka. Beratnya bisa melebihi 40 kg dan hanya ditemukan di wilayah Gran Chaco, kawasan dataran rendah beriklim semi-kering di Amerika Selatan.

3. Mirip babi, tapi sebenarnya berbeda jauh

Secara sekilas, pekari memang terlihat seperti babi. Namun jika diperhatikan lebih detail, perbedaannya cukup jelas.

Pekari memiliki kaki yang lebih panjang dan ramping serta moncong yang lebih memanjang. Telinganya juga berbeda—pekari memiliki telinga kecil dan membulat, sedangkan babi umumnya bertelinga besar, tegak, dan agak runcing.

Selain itu, babi memiliki ekor yang lebih mencolok dan sering berjumbai, sementara ekor pekari cenderung kecil dan tidak terlalu terlihat.

4. Taring pekari lurus seperti tombak

Salah satu perbedaan paling mudah dikenali antara pekari dan babi adalah bentuk taringnya.

Pada babi, taring terlihat besar dan melengkung keluar ketika mulut tertutup. Sementara pada pekari, taringnya lebih kecil, lurus, dan tidak terlalu menonjol.

Taring pekari tumbuh tegak ke atas dan ke bawah sehingga saling mengunci, membantu memperkuat rahang dan meningkatkan kekuatan gigitan. Pola ini juga membuat gerakan mengunyah pekari menjadi lebih sederhana, yaitu naik-turun, berbeda dari hewan berkuku genap lain yang cenderung mengunyah dengan gerakan melingkar.

Karena bentuk taringnya yang lurus seperti tombak, pekari juga dikenal dengan sebutan javelina, yang berasal dari kata “javeline” (tombak).

5. Pencernaan pekari sangat kompleks meski bukan pemamah biak

Pekari adalah hewan omnivor dengan pola makan yang sangat beragam. Dengan moncong kuatnya, ia sering menggali tanah untuk mencari makanan seperti akar, umbi, rimpang, dan bagian tanaman lainnya.

Baca Juga:  10 Hewan Endemik Indonesia yang Dilindungi dan Wajib Dijaga Kelestariannya

Selain itu, pekari juga memakan rumput, daun, jamur, cacing, larva, hewan kecil, hingga bangkai jika tersedia.

Menariknya, meskipun bukan hewan pemamah biak seperti sapi, pekari memiliki sistem pencernaan yang cukup kompleks. Lambungnya terdiri dari tiga ruang, yang membantu proses pencernaan bahan tumbuhan berserat tinggi seperti selulosa.

6. Indra penciuman pekari sangat kuat

Pekari memiliki mata kecil sehingga kemampuan penglihatannya tidak terlalu baik. Namun kekurangan ini ditutupi oleh indra penciumannya yang sangat tajam.

Indra penciuman ini sangat penting dalam mencari makanan di alam liar. Berdasarkan catatan dari Sea World, pekari bahkan mampu mendeteksi umbi yang berada sekitar 5–8 sentimeter di bawah tanah.

Dengan kemampuan ini, pekari tetap bisa bertahan meskipun penglihatannya tidak optimal.

7. Hidup berkelompok dan saling mengenali lewat aroma

Pekari adalah hewan sosial yang hidup dalam kelompok besar, yang bisa berjumlah lebih dari 40 individu.

Karena penglihatannya lemah, pekari lebih mengandalkan bau untuk mengenali satu sama lain. Di bagian punggungnya terdapat kelenjar aroma yang menghasilkan bau musk yang khas.

Aroma ini digunakan untuk menandai wilayah sekaligus mengenali anggota kelompok. Itulah sebabnya pekari sering terlihat saling menggosokkan tubuh sebagai cara untuk memperkuat identitas dan ikatan sosial dalam kawanan.

***

Pekari adalah contoh menarik dari mamalia Amerika yang sering disalahartikan sebagai babi. Meski mirip secara fisik, pekari memiliki banyak perbedaan mulai dari struktur tubuh, sistem pencernaan, hingga perilaku sosial.

Dengan kemampuan adaptasi yang tinggi, indra penciuman tajam, dan kehidupan berkelompok yang kuat, pekari menjadi salah satu hewan paling unik di ekosistem Amerika.

Bagikan:

BERITA TERKAIT

ARTIKEL POPULER

BERITA TERBARU