Wednesday, July 8, 2020

Pendaftaran UTBK, Rektor UNM Ingatkan Peserta Jangan Terlewat

Makassar FAJARPENDIDIKAN.co.id – Pendaftaran Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) akan dimulai pada Selasa (2/6/2020) dan berakhir Sabtu (20/6/2020) mendatang.

Dengan waktu yang singkat tersebut Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof Husain Syam mengingatkan calon peserta untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin.

“Tahun ini pendaftaran UTBK dan SBMPTN dibuka secara bersamaan waktu sangat singkat. Olehnya itu semoga calon peserta UTBK tidak terlewat dan terus memantau perkembangan UTBK melalui website resmi,” kata Prof Husain Syam.

Guru besar bidang pertanian ini menambahkan bagi peserta yang ingin mendaftar harus sudah memiliki akun LTMPT dan login di laman https://portal.ltmpt.ac.id. Kemudian, peserta memilih menu pendaftaran UTBK-SBMPTN.

Para peserta hanya bisa mendaftar satu kali dengan biaya Rp 150 ribu yang dapat dibayarkan melalui Bank Mandiri, BNI, atau BTN. Sedangkan bagi peserta yang memiliki nomor Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah) tidak dipungut biaya.

“Peserta diminta memilih prodi (program studi) sesuai persyaratan jurusan SLTA yang ditetapkan PTN (perguruan tinggi negeri). Peserta juga dianjurkan memilih lokasi tes yang paling dekat dengan tempat tinggalnya kalau berada dekat dari UNM, meski mendaftar di PTN lain tetap bisa ujian di UNM,” ujarnya.

Mantan Dekan FT UNM itu menambahkan, peserta yang sudah lulus di jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tidak diperkenankan untuk mendaftar UTBK-SBMPTN. Hal ini bertujuan untuk memberi kesempatan yang lebih besar bagi mereka yang berjuang melalui jalur SBMPTN.

“Saya imbau agar para peserta dapat mengisi data dengan benar dan tepat. Sebab jika sudah disimpan permanen atau sudah dicetak kartu, data tidak dapat diubah lagi,” jelasnya.

Untuk diketahui, UTBK dijadwalkan berlangsung pada 5-12 Juli 2020 dan pengumuman SBMPTN pada 25 Juli mendatang.

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak
MAJALAH FAJAR PENDIDIKAN

TERKINI

Tiga Peserta UTBK Berkebutuhan Khusus Ikut Ujian di UNM Makassar

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Tiga peserta Ujian Tes Berbasis Komputer (UTBK) dengan berkebutuhan khusus mengikuti ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN)...

Pendaftaran UMPTKIN 2020 Ditutup, UIN Alauddin Peringkat Pertama Kampus Paling Diminati

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) tahun 2020 telah resmi ditutup pada Minggu (5/7/2020). Dari...

Pustakawan dan Organisasinya

REFLEKSI HUT IPI KE 47 | 7 JULI 1973 -  7 JULI 2020Oleh: Tulus Wulan Juni (Pustakawan Madya Dinas Perpustakaan Kota Makassar)

Dosen Unhas Segera Lakukan Rapid Test, Berikut Jadwalnya

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Upaya melakukan pemutusan rantai penularan Covid-19, sebanyak 1.652 dosen Universitas Hasanuddin dari seluruh fakultas dan program studi akan segera...

Dear Mahasiswa, Ini Syarat Penerima Bantuan Keringanan Biaya Kuliah di Masa Pandemi

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Pemerintah mengeluarkan aturan keringanan uang kuliah tunggal bagi mahasiswa yang terkena dampak Covid-19. Melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 25 Tahun...

REKOMENDASI