Wednesday, July 8, 2020

PERSAKMI dan IAKMI Sulsel Galang Donasi untuk Korban Banjir Sulsel

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI) Provinsi Sulawesi Selatan bekerjasama dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sulawesi Selatan masih menggalang donasi untuk korban dampak banjir, dan longsor yang terjadi di Sulawesi Selatan terutama daerah Gowa dan Jeneponto.

Menurut Ketua PERSAKMI Sulsel, Prof Sukri Palutturi, SKM., M Kes., MSc PH, PhD mengatakan bahwa bantuan masyarakat masih sangat dibutuhkan di Kabupaten Jeneponto dan Gowa akibat dari dampak bencana ini.

“Berdasarkan informasi dari lokasi bencana, dalam jangka pendek masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan berupa uang tetapi juga dapat berupa pakaian, makanan, suplemen obat dan vitamin, buku anak sekolah serta penanganan dampak psikologis akibat trauma dari bencana ini,” papar Prof Sukri.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua IAKMI terpilih Provinsi Sulawesi Selatan, Dr Aminuddin Syam, SKM., M Kes., M Med Ed. “Karena itu, kami menghimbau kepada seluruh keluarga besar PERSAKMI dan IAKMI Sulawesi Selatan untuk membantu meringankan beban saudara kita terutama yang mengalami dampak langsung dari gempa banjir dan longsor,” kata Aminuddin Syam.

Sementara itu, Dr Muhammadong, SKM., M Kes., Koordinator Bidang Penanggulangan Bencana dan Kegawatdaruratan PERSAKMI Sulsel yang hadir pada pertemuan tadi siang, Minggu, 17 Februari 2019 di Warkop Ardan Masogi, menambahkan bahwa PERSAKMI dan IAKMI adalah orang kesehatan masyarakat yang senantiasa fokus pada pencegahan.

“Jangan habis energi menangani akibat gempa atau dampak gempa yang terjadi seperti yang dilakukan oleh berbagai sektor selama ini. Kita (PERSAKMI dan IAKMI) mesti bekerjasama dengan dinas lain misalnya, Dinas Pertanian atau Dinas Kehutanan untuk melakukan gerakan penanaman pohon, ini yang jarang selama ini dilakukan, padahal ini sangat membantu untuk jangka panjang agar tidak mudah terjadi tanah longsor dan sebagainya. Sebaiknya kita bekerjasama dengan pihak universitas bersama dengan mahasiswa yang dilakukan dalam bentuk bakti sosial,” tutupnya.(*)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak
MAJALAH FAJAR PENDIDIKAN

TERKINI

Dies Natalis Unhas ke-64, Departemen Ilmu Gizi FKM Unhas Gelar Workshop Penulisan

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin memprakarsai terselenggaranya workshop yang bertajuk “Research Skills Upgrade: Penulisan Systematic Review...

Danlantamal VI Terima Audiensi Perwakilan Alumni AKABRI 1995

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Komandan Pangkalan Utama TNI AL VI (Danlantamal VI) Laksamana Pertama TNI Hanarko Djodi Pamungkas menerima audiensi alumni AKABRI Tahun...

Ini 5 Perpustakaan Terkeren di Dunia

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Terlebih untuk generasi milenial, yang pasti lebih suka nongkrong di cafe hits ketimbang di perpustakaan. Padahal banyak perpustakaan sekarang...

Bukti Nyata Bhakti Brimob Untuk Masyarakat, Danyon C Pelopor Teteskan Air Mata Gegara Ini

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Keharuan dan isak tangis mewarnai pelepasan mantan Kapos Basarnas Kabupaten Bone Andi Sultan ke tempat tugas dan jabatan barunya...

Yuk, Intip Studio Mini Milik Perpustakaan Umum Makassar

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Perpustakaan Umum Kota Makassar telah memiliki "studio mini" sederhana untuk pengambilan gambar kegiatan online. Untuk program...

REKOMENDASI