Pintu TPU Dipagari, Umat Stasi Tonggurambang Gelar Doa Novena dan Aksi Bakar Lilin

Umat Stasi St. Fransiskus Assisi Tonggurambang menggelar doa novena dan aksi bakar lilin di depan pintu masuk Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Tonggurambang, sekitar pukul 19.00 Wita. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk doa bersama sekaligus protes simbolis atas tertutupnya akses masuk ke area perkuburan.

Ketua Stasi St. Fransiskus Assisi Tonggurambang, Yohanes Mere Wea, menjelaskan bahwa doa tersebut dipersembahkan untuk mendoakan arwah seluruh anggota keluarga umat yang telah meninggal dunia, khususnya mereka yang dimakamkan di TPU Desa Tonggurambang.

Baca Juga:  Warga Tonggurambang Geruduk Kantor Bupati Nagekeo, Tolak Brigif dan Larangan TPU

“Sejatinya kami ingin berdoa di dalam area perkuburan, namun karena pintu masuk dipagari, umat akhirnya mengambil keputusan untuk menyalakan lilin dan berdoa di depan pintu masuk,” ungkap Yohanes.

ADVERTISEMENT

Doa novena ini diikuti oleh umat Stasi St. Fransiskus Assisi Tonggurambang dan dipimpin langsung oleh Pater Bertolomeus Didit, OFM. Suasana doa berlangsung khidmat, dengan nyala lilin sebagai simbol iman, harapan, dan kerinduan umat terhadap para leluhur yang telah berpulang.

Baca Juga:  Sekolah di Bengo Bone Krisis Air Bersih: Bantu Kami Kasian!

Menurut Yohanes, doa novena ini akan dilaksanakan selama sembilan malam berturut-turut dan dijadwalkan berlangsung hingga 2 Februari, dengan lokasi yang sama di depan pintu masuk TPU Desa Tonggurambang.

Melalui doa dan aksi simbolis ini, umat berharap persoalan akses ke area pemakaman dapat segera mendapat perhatian dan penyelesaian yang bijak, demi menghormati hak umat dan nilai kemanusiaan terhadap mereka yang telah meninggal dunia.

Bagikan:

BERITA TERKAIT

ARTIKEL POPULER

BERITA TERBARU