Polisi Hadir untuk Warga, Jembatan Gantung Barru Resmi Dibuka

BARRU — Warga Dusun Pakka, Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi, kini punya akses aman menyeberangi sungai.

Jembatan gantung “Gineung Pratidina” resmi diresmikan Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, Rabu (4/3/2026).

Kapolres Barru, AKBP Ananda Fauzi Harahap, mendampingi langsung Kapolda Sulsel saat peresmian.

ADVERTISEMENT

Jembatan ini dibangun oleh Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Sulsel bersama Polres Barru.

Fungsinya menjadi penghubung warga ke sekolah, lahan pertanian, dan pusat aktivitas masyarakat sehari-hari.

AKBP Ananda menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kapolda Sulsel.

ADVERTISEMENT

Ia menegaskan pembangunan jembatan adalah wujud nyata kepedulian Polri kepada masyarakat.

“Jembatan ini diharapkan mempermudah akses warga, memperlancar aktivitas ekonomi dan pendidikan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ananda.

Baca Juga:  Tragis! Sungai Paria Barru Kembali Telan Korban, Nenek Tewas

Kapolda Sulsel menekankan pembangunan jembatan ini adalah implementasi instruksi Presiden RI Prabowo Subianto.

ADVERTISEMENT

“Infrastruktur yang baik adalah pondasi keamanan berkelanjutan. Ini cerminan filosofi ‘Polri Hadir’, memastikan negara hadir di setiap kesulitan masyarakat,” kata Kapolda.

Ia menambahkan, pembangunan jembatan sejalan arahan Presiden untuk percepatan infrastruktur di daerah terpencil.

Tujuannya, untuk menjamin keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah yang sebelumnya harus menyeberangi sungai deras.

Sebelumnya, pada 18 Desember 2025, Kapolda meresmikan Jembatan Gantung “Satya Haprabu” di Kabupaten Soppeng.

Kini giliran Kabupaten Barru yang menerima manfaat pembangunan serupa.

Jembatan di Dusun Pakka memiliki panjang sekitar 25 meter dan lebar 2,5 meter.

Pembangunan dimulai Jumat, 2 Januari 2026, oleh personel Satbrimob dengan dukungan Polres Barru.

Baca Juga:  Duh! Jalan ke Pujananting Barru Nyaris Putus, Akses Warga Terancam

Seluruh anggaran pembangunan bersumber dari swadaya personel Satbrimob, tanpa menggunakan dana APBD maupun APBN.

Sebelum ada jembatan permanen, warga menggunakan akses penyeberangan darurat yang rawan rusak saat hujan.

Kondisi itu membahayakan, terutama bagi anak sekolah dan petani yang sering menyeberang sungai.

Peresmian dihadiri Pejabat Utama Polda Sulsel, Kapolres Barru, Danyon B Pelopor Satbrimob, Forkopimda Barru, Forkopimcam Mallusetasi, Kepala Desa Nepo, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan warga Dusun Pakka.

Dengan berdirinya “Gineung Pratidina”, warga Dusun Pakka kini memiliki akses lebih aman, nyaman, dan layak.

Meski sederhana, jembatan ini membawa harapan besar bagi pendidikan, ekonomi, dan masa depan generasi muda Desa Nepo.

Bagikan:

BERITA TERKAIT

ARTIKEL POPULER

BERITA TERBARU