Kompleks UPT SD Inpres 3/77 Tadangpalie Desa Tadangpalie Kecamatan Ulaweng Kabupaten Bone disatroni maling. Laptop dan Hp Kepsek berhasil dibawa kabur.
Kepala UPT SD Inpres 3/77 Tadangpalie, Muh Aryad mengatakan, aksi pencurian itu dialami beberapa waktu lalu. Asyad menyebut hal itu dialaminya lebih dulu baru pencurian di SDI 5/81 Timusu.
“Yang jelas saya lebih dulu alami kecurian, baru di SDI 5/81 Timusu,”ungkap Muh Aryad kepada FAJAR PENDIDIKAN, Rabu (11/3/2026).
Lebih lanjut Muh Arsyad menjelaskan kronologi singkat aksi pencurian yang dialaminya. Peristiwa bermula saat dirinya pergi salat di Masjid dan menyimpan Laptop bersama HP di perumahan sekolah.
Usai salat di Masjid, ia pun bergegas untuk pulang. Sesampainya di perumahan sekolah, ia tidak lagi mendapati Laptop dan HPnya di tempatnya.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah Sekolah di Kabupaten Bone, Sulsel, dikabarkan dibobol maling. Salah satunya di UPT SD Inpres 5/81 Timusu, Desa Timusu Kecamatan Ulaweng, Bone.
“Iya Jumat (6/3) dini hari kita di sekolah (kemalingan). Printer, dua proyektor dan kotak infak diambil semua,”ungkap Guru SDI 5/81 Timusu, Budialam
Budialam menjelaskan, maling berhasil masuk ruang guru usai membobol jendela belakang. Sebelumnya, ia menduga, sempat mencongkel pintu depan namun tak berhasil.
“Di jendela belakang memang tidak ada besi pengaman, jadi kalau berhasil buka jendela, langsung bisa masuk ruang guru,”ungkapnya.
Budi sapaan akrab Budialam mengaku heran dengan aksi maling yang membidik sekolahnya. Pasalnya, maling hanya mengambil Printer, Proyektor dan Kotak Infak.
“Di tempat yang sama ada juga pengeras suara wirless dan speaker tapi tak diambil. Hanya Printer, Proyektor dan kotak infak beserta isinya diambil,”sebutnya.
Beberapa hari pasca kejadian yang dialami
sekolahnya, ia menerima informasi bahwa
sejumlah sekolah lain juga alami hal yang sama.la belum tahu pasti apakah ada keterkaitan atau pelaku yang berbeda.
Informasi dihimpun FAJAR PENDIDIKAN,
sejumlah sekolah yang dikabarkan dibobol
maling berada di wilayah Kecamatan Bengo, Lamuru dan Palakka. Pihak sekolah belum berhasil dikonfirmasi terkait hal tersebut.
