Barru – Puluhan mahasiswa gabungan Aliansi BEM Unismuh Barru, IMM Barru, Gappembar, dan SEMA STAI Al-Gazali Barru menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kabupaten Barru, Selasa (2/9/2025). Mereka menyuarakan sejumlah tuntutan, mulai dari reformasi institusi kepolisian hingga percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset Koruptor.
Dalam aksinya, massa membawa spanduk bertuliskan “Sahkan RUU Perampasan Aset Bagi Koruptor” dan “Reformasi Institusi Kepolisian”. Mereka juga menyuarakan solidaritas atas tewasnya Affan Kurniawan dengan mengangkat tagar #PrayForAffanKurniawan serta menyerukan “Adili Pembunuh Affan Kurniawan”.
Ketua Umum DPP Gapembar, Hafiz S.H., dalam orasinya menyampaikan lima tuntutan utama. Pertama, mendesak DPR RI segera mengesahkan RUU Perampasan Aset. Kedua, reformasi institusi kepolisian. Ketiga, mendesak partai politik lebih selektif dalam mengusung calon, mendesak penuntasan kasus dugaan pembunuhan Affan Kurniawan. “kata Hafiz kepada Fajar Pendidikan”
Aksi ini menarik perhatian masyarakat karena dilakukan dengan orasi di atas kontainer yang diparkir di tengah jalan. Massa juga membakar ban bekas sebagai bentuk protes keras terhadap kondisi yang mereka sebut sebagai darurat demokrasi.
“Indonesia darurat demokrasi, suara rakyat harus didengar,” teriak salah satu orator melalui pengeras suara.
Mahasiswa menegaskan, kasus dugaan pelanggaran yang menewaskan Affan Kurniawan harus diusut tuntas. Mereka juga menuntut pemerintah dan DPR RI segera mengesahkan RUU Perampasan Aset sebagai langkah nyata pemberantasan korupsi di Indonesia.
Tak lama kemudian, Ketua DPRD Kabupaten Barru, Drs. H. Syamsuddin Muhidin, menemui para demonstran. Ia menyatakan mendukung aspirasi mahasiswa dan berkomitmen untuk menindaklanjuti tuntutan tersebut.
“Kami sebagai orang tua adik-adik siap menerima dan menindaklanjutinya ke pusat,” ujar Syamsuddin di hadapan massa aksi.
Aksi mahasiswa berlangsung aman dengan pengamanan ketat. Polres Barru menurunkan 184 personel, dibantu satu pleton dari Kodim 1405 Parepare, guna memastikan situasi tetap kondusif.
Hengki
