Tuesday, August 11, 2020

Tim Peneliti FKM Unhas Susun Indikator Lorong Sehat

FAJARPENDIDIKAN.co.id – Salah satu proposal hibah pendidikan tinggi yang mendapat pendanaan adalah penelitian yang berkaitan dengan pengembangan model pemberdayaan masyarakat lorong dalam mewujudkan Kota Sehat Kota Makassar.

Ketua Tim, Prof Sukri Palutturi, SKM., M Kes., MSc PH, PhD dalam pertemuan yang digelar melalui webinar Minggu, 12 Juli 2020 mengatakan bahwa ada beberapa kegiatan yang perlu dilakukan dalam tahun pertama, yaitu melakukan survei dan mapping lorong, melakukan Focus Group Discussion (FGD) bersama dengan lurah, camat, Kepala Puskesmas, Ketua RT/RW dan stakeholder lainnya untuk mendiskusikan indikator-indikator pemberdayaan masyarakat lorong.

“Indikator-indikator tersebut akan coba digambungkan dengan indikator pemberdayaan masyarakat berdasarkan literatur dan selanjutnya akan dilakukan validitas dan reliabilitas instrumen sebelum dilakukan pengembangan model pemberdayaan masyarakat lorong,” jelas Prof Sukri.

Dalam pertemuan yang diadakan pada sesi kedua ini, juga dihadiri oleh anggota tim yaitu Dr Lalu Muhammad Saleh, SKM., M Kes. dan Muhammad Rachmad, SKM., M Kes. serta staf administrasi dan tim lapangan, yaitu Muhammad Rafli Aidillah dan Achmad Mawardi Shabir.

Terdapat 10 indikator lorong sehat yang dijadikan sebagai dasar penilaian, meliputi kebersihan lingkungan, keindahan lorong, drainase, angkutan sampah, pemanfaatan lorong, keberadaan siskamling, Kawasan Tanpa Rokok, keaktifan posyandu, ketersediaan media edukasi masyarakat dan adanya kelompok kerja pada masyarakat lorong.

Penelitian ini akan difokuskan pada wilayah Puskesmas Kassi-Kassi dan Puskesmas Pattingalloang.

Pertimbangan pemilihan kedua Puskesmas tersebut berkaitan dengan keaktifan masyarakat dalam mewujudkan lorong sehat dan aspek lingkungan masyarakat lorong.

“Agenda selanjutnya minggu ini adalah melakukan identifikasi dan pemetaan lorong dan juga mempersiapkan diskusi kelompok terarah berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat lorong,” kata Prof Sukri.(*)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak
MAJALAH FAJAR PENDIDIKAN

TERKINI

Empat Mahasiswa Studi Agama-Agama UIN Alauddin Terima Beasiswa Bersama Institute

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan atas kerjasama Bersama Institute dan Prodi Studi Agama-Agama UIN Alauddin Makassar, maka Bersama Institute memberikan...

Kebun Ketahanan Pangan Lantamal VI Tumbuh Subur di Tengah Kota Diapresiasi Kadis Lingkungan Hidup Kota Makassar

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kehadiran kebun ketahanan Pangan Lantamal VI yang tumbuh subur di tengah kota Makassar kian terasa manfaatnya bagi masyarakat. Kebun...

Mungkinkah Pembelajaran Jarak Jauh diterapkan Permanen?

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengungkapkan, pembelajaran jarak jauh bisa diterapkan permanen setelah pandemi Covid-19 selesai. Berdasarkan penilaian Kemendikbud,...

Tips Skincare yang Jarang Diketahui Orang

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kalau membicarakan tips skincare, pasti kita bisa menemukannya dengan mudah bertebaran di internet. Rasanya setiap orang selalu berusaha membagikan tips-tips...

Lomba Seni Suara Burung Berkicau LANAL Kendari Gunakan Nama Kapal Perang Untuk Kelas Lomba

Kendari, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Selasa, 11 Agustus 2020, Lanal Kendari yang dipimpin oleh Kolonel Laut (P) Andike Sry Mutia S.Sos., menempuh cara yang...

REKOMENDASI