Barru, fajarpendidikan.co.id – Kegiatan Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) gabungan tingkat penggalang SMP/MTs Sekolah Rakyat se-Kecamatan Tanete Riaja berlangsung semarak dan penuh antusias.
Kegiatan ini dipusatkan di UPTD SMP Negeri 10 Barru, Jalan Sultan Hasanuddin, Ralla, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.
Mengusung tema “Mari Berkarya Bersama dan Menjadi Insan yang Berguna bagi Bangsa”, Persami menjadi wadah pembinaan karakter, kemandirian, serta penguatan nilai-nilai keagamaan bagi para peserta.
Selama dua hari, siswa tidak hanya berkemah, tetapi juga mengikuti berbagai kegiatan yang melatih kedisiplinan, kepemimpinan, kerja sama, hingga mental yang tangguh.
Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh peserta mengikuti Persami dengan penuh rasa syukur dan kegembiraan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, pembina, serta pimpinan gugus depan yang telah berperan aktif menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, Persami bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi memiliki dampak nyata bagi masa depan siswa, salah satunya melalui sertifikat kegiatan.
“Sertifikat kegiatan seperti ini bisa menjadi credit point. Bahkan ada anak kita yang lulus ke perguruan tinggi negeri karena ditunjang sertifikat,” ujarnya.
Abustan juga mengingatkan agar peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan semangat dan tanpa tekanan, agar ilmu yang didapat bisa maksimal.
Ia menegaskan, pramuka merupakan wadah penting dalam mencetak generasi pemimpin masa depan.
“Pemimpin yang kuat lahir dari pramuka. Mereka yang aktif dan total akan mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab,” katanya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya kemandirian yang dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak pramuka harus mandiri, seperti mencuci dan menyetrika baju sendiri. Dari hal kecil itulah karakter dibentuk,” tegasnya.
Dalam pesan moralnya, Abustan juga mengingatkan pentingnya menjaga akhlak, khususnya kepada orang tua.
“Jangan pernah membuat ibu menangis. Kalau ingin sukses, hormati orang tua dan lakukan perintahnya tanpa menunda,” pesannya.
Ia turut menyoroti pentingnya menjaga etika di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, di mana nilai-nilai adab mulai mengalami penurunan di kalangan generasi muda.
Menutup arahannya, ia mengingatkan peserta untuk tetap menjaga ibadah selama kegiatan berlangsung.
“Salat harus berjamaah, dan imamnya dari peserta sendiri untuk melatih keberanian dan tanggung jawab,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyinggung keberadaan Sekolah Rakyat sebagai upaya pemerintah dalam memberikan akses pendidikan bagi anak-anak yang sebelumnya tidak bersekolah.
“Mereka punya potensi besar, tetapi tetap harus dibina dan diawasi,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala UPTD SMP Negeri 10 Barru, H. M. Darwin, menyebut kegiatan ini sebagai langkah awal menuju ajang kepramukaan yang lebih besar.
“Ini akan menjadi cikal bakal Jambore Ranting hingga ke tingkat kabupaten bahkan nasional. Melalui kegiatan ini, kita ingin membentuk karakter peserta didik,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa kegiatan Persami gabungan tingkat SMP di Kecamatan Tanete Riaja ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan.
“Ini yang pertama kali digelar. Kami berharap kegiatan ini bisa memotivasi siswa dalam pembentukan karakter melalui pramuka,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara mental, mandiri, serta berakhlak baik dalam kehidupan sehari-hari.
Hengki
