Wednesday, July 8, 2020

141 Guru di Sidrap Ikut Workshop Menulis yang Digelar IGI

Sidrap, FajarPendidikan.co.id – Melalui kegiatan workshop menulis buku Ikatan Guru Indonesia (IGI) memfasilitasi guru-guru di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) untuk menulis buku, baik buku fiksi maupun nonfiksi. Workshop ini dihadiri 141 orang guru dari jenjang TK hingga SMA se Kabupaten Sidrap dan diselenggarakan di Aula SMPN 2 Pangsid pada tanggal 2-3 Februari 2019.

Dalam sambutannya, kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Sidrap, Nurkanaah, SH., MSi. yang didampingi Kabid Pembinaan PAUD PNF, Rahmat Hambali, SIP, M AP., sangat mengapreasi kegiatan IGI yang memfasilitasi guru untuk menulis, apalagi hal ini mendukung Sidrap sebagai kabupaten literasi.

Kepala Dinas pendidikan dan kebudayaan peraih API (Anugrah Pendidikan Indonesia) tahun 2018 ini juga berharap agar guru-guru senantiasa meningkatkan kompetensinya dan terus berkarya untuk meraih prestasi, karena pemerintah Sidrap di bawah kepemimpinan Ir H Dollah Mando, akan memberikan penghargaan kepada guru-guru yang berprestasi, baik berupa uang tunai maupun ibadah umrah. “Salah satu indikator guru berprestasi adalah punya karya berupa buku dan menguasai empat kompetensi guru, yaitu pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian,” jelas Nurkanaah.

Sementara itu, ketua IGI Sidrap, Nurdin. S Pd., M Si., mengatakan bahwa melalui kanal SAGUSAKU (satu guru satu buku), IGI untuk pertama kalinya menyelenggarakan workshop menulis buku di Sidrap, dan berharap agar buku-buku yang terbit dari kegiatan ini dapat dipamerkan pada kegiatan-kegiatan pendidikan, seperti Hardiknas, HGN, dan lain-lain, agar menjadi inspirasi untuk guru yang lain.

IGI sebagai salah satu organisasi profesi, sejauh ini eksis dan konsisten melakukan kegiatan-kegiatan yang mengarah pada peningkatan kompetensi guru, baik diklat secara tatap muka maupun pelatihan online.

“Termasuk workshop menulis buku ini, selain diklat tatap muka selama dua hari di Aula SMPN 2 Pangsid, peserta juga akan dibimbing secara online mulai dari tahap menulis, editing hingga layout, bahkan IGI akan memfasilitasi guru untuk memasukkan naskah bukunya kepenerbit hingga mendapatkan ISBN,” tutur Nurdin.(*)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak
MAJALAH FAJAR PENDIDIKAN

TERKINI

Tiga Peserta UTBK Berkebutuhan Khusus Ikut Ujian di UNM Makassar

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Tiga peserta Ujian Tes Berbasis Komputer (UTBK) dengan berkebutuhan khusus mengikuti ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN)...

Pendaftaran UMPTKIN 2020 Ditutup, UIN Alauddin Peringkat Pertama Kampus Paling Diminati

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) tahun 2020 telah resmi ditutup pada Minggu (5/7/2020). Dari...

Pustakawan dan Organisasinya

REFLEKSI HUT IPI KE 47 | 7 JULI 1973 -  7 JULI 2020Oleh: Tulus Wulan Juni (Pustakawan Madya Dinas Perpustakaan Kota Makassar)

Dosen Unhas Segera Lakukan Rapid Test, Berikut Jadwalnya

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Upaya melakukan pemutusan rantai penularan Covid-19, sebanyak 1.652 dosen Universitas Hasanuddin dari seluruh fakultas dan program studi akan segera...

Dear Mahasiswa, Ini Syarat Penerima Bantuan Keringanan Biaya Kuliah di Masa Pandemi

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Pemerintah mengeluarkan aturan keringanan uang kuliah tunggal bagi mahasiswa yang terkena dampak Covid-19. Melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 25 Tahun...

REKOMENDASI