Friday, November 27, 2020

191 Wisudawan STIE Nobel Indonesia Siap Bersaing

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Sekolah Tinggil Ilmu Ekonomi (STIE) Nobel Indonesia menggelar rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka wisuda Sarjana ke-XV dan Pascasarjana VII di Pinisi Ballroom Hotel Claro jalan AP Pettarani, Kamis (22/10/2020) pagi.

Sebanyak 191 wisudawan/wisudawati yang dikukuhkan, masing-masing 97 dari program Magister Manajemen (Pascasarjana), 42 dari Akuntansi Strata Satu (S1) serta 52 Manajemen S1.

Kegiatan ini berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Dimana seluruh peserta yang hadir harus mencuci tangan, menggunakan hand sanitizer, pengecekan suhu tubuh, mengenakan masker serta menjaga jarak tempat duduk satu meter.

Ketua STIE Nobel Indonesia, Dr. H. Mashur Razak, SE., MM, mengatakan salah satu yang membanggakan, bahwa wisuda kali ini, STIE Nobel Indonesia mencetak 94 lulusan S1 yang memiliki badan usaha baik secara pribadi dan berkelompok yang juga sebagai syarat dari penyelesaian studi di kampus enterpreneur tersebut.

“Syarat ini merupakan komitmen nyata dari STIE Nobel Indonesia untuk mencetak pengusaha muda yang cerdas dan kompeten agar mampu bersaing di dunia bisnis,” ucap Mashur.

Tak lupa, Mashur juga berpesan kepada seluruh wisudawan/wisudawati untuk tidak berhenti belajar guna mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kian hari semakin pesat.

“Kepada ananda, kami mohon kalian tetap mempertahankan integritas, menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, sehingga setiap aktivitas dan pengabdian yang dilakukan senantiasa mendapat berkah dari Allah SWT,” pinta Mashur.

Jika diakumulasi jumlah lulusan yang telah dihasilkan oleh STIE Nobel sejak didirikan pada tahun 1999 telah mencapai 2.210 orang yang terdiri dari 1.408  orang lulusan program sarjana (S1) dan 802 orang lulusan program magister (S2).

STIE Nobel salah satu kampus yang tetap eksis dalam mengambil bagian dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan mendapat kepercayaan masyarakat sebagai kampus pencetak pengusaha. (*)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Rektor UNM Ajak Dosen Samakan Persepsi soal Penilaian Angka Kredit

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Focus Group Discussion (FGD), FGD kali ini membahas penilaian angka kredit dosen dalam kebijakan...

HMJ Matematika FMIPA UNM, Umumkan Pemenang Lomba GEOMETRI 2020

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Genius on Mathematics in Real Application (GEOMETRI) 2020 yang digelar Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu...

Pembelajaran Tatap Muka di Bone, Begini Penyampaian Wabup dan Satgas

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Wakil Bupati (Wabup) Bone Ambo Dalle menyampaikan harapannya kepada seluruh guru dan masyarakat agar bersinergi menyambut rencana Pembelajaran Tatap...

Dampak Krisis Akibat Pandemi, Usman Berhenti Dari Tempat Kerjanya

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Usman (35 tahun), yang bekerja di sebuah perusahaan media, terpaksa harus berhenti,  atau mengundurkan diri. Keputusan yang diambil secara...

BAN-PT Asesmen Lapangan Via Daring di IAIN Bone, Prodi Diharap Unggul

Bone, FAJARENDIDIKAN.co.id - Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) lakukan asesmen lapangan secara daring pada Dua Program Studi (Prodi) Fakultas Ushuluddin dan...

REKOMENDASI