Kamis, Februari 25, 2021

191 Wisudawan STIE Nobel Indonesia Siap Bersaing

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Sekolah Tinggil Ilmu Ekonomi (STIE) Nobel Indonesia menggelar rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka wisuda Sarjana ke-XV dan Pascasarjana VII di Pinisi Ballroom Hotel Claro jalan AP Pettarani, Kamis (22/10/2020) pagi.

Sebanyak 191 wisudawan/wisudawati yang dikukuhkan, masing-masing 97 dari program Magister Manajemen (Pascasarjana), 42 dari Akuntansi Strata Satu (S1) serta 52 Manajemen S1.

Kegiatan ini berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Dimana seluruh peserta yang hadir harus mencuci tangan, menggunakan hand sanitizer, pengecekan suhu tubuh, mengenakan masker serta menjaga jarak tempat duduk satu meter.

Ketua STIE Nobel Indonesia, Dr. H. Mashur Razak, SE., MM, mengatakan salah satu yang membanggakan, bahwa wisuda kali ini, STIE Nobel Indonesia mencetak 94 lulusan S1 yang memiliki badan usaha baik secara pribadi dan berkelompok yang juga sebagai syarat dari penyelesaian studi di kampus enterpreneur tersebut.

“Syarat ini merupakan komitmen nyata dari STIE Nobel Indonesia untuk mencetak pengusaha muda yang cerdas dan kompeten agar mampu bersaing di dunia bisnis,” ucap Mashur.

Tak lupa, Mashur juga berpesan kepada seluruh wisudawan/wisudawati untuk tidak berhenti belajar guna mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kian hari semakin pesat.

“Kepada ananda, kami mohon kalian tetap mempertahankan integritas, menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, sehingga setiap aktivitas dan pengabdian yang dilakukan senantiasa mendapat berkah dari Allah SWT,” pinta Mashur.

Jika diakumulasi jumlah lulusan yang telah dihasilkan oleh STIE Nobel sejak didirikan pada tahun 1999 telah mencapai 2.210 orang yang terdiri dari 1.408  orang lulusan program sarjana (S1) dan 802 orang lulusan program magister (S2).

STIE Nobel salah satu kampus yang tetap eksis dalam mengambil bagian dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan mendapat kepercayaan masyarakat sebagai kampus pencetak pengusaha. (*)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Unibos Kembali Jadi PT Terbanyak Raih Dana Hibah Proposal Pengabdian Masyarakat

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Universitas Bosowa (Unibos) kembali raih pendanaan hibah proposal pengabdian masyarakat terbanyak tahun 2021. Sebelumnya pada tahun 2020, Unibos pun menjadi...

Dies Natalis ke-22, STIE Nobel Sukses Cetak Alumni Berjiwa Entrepreneur

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Nobel Indonesia, tengah merayakan hari jadinya yang ke-22, Rabu, (24/2/2021). Seusia anak remaja yang tengah...

Sah! UIN Alauddin dan UNU Gorontalo Kerja Sama Program Pascasarjana

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Untuk mendorong penguatan kelembangaan antar perguruan tinggi Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan...

Sat Narkoba Polres Barru Amankan Pelaku Pengedar Sabu-Sabu

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Press Conference Kasat Narkoba Polres Barru Iptu Aswan Habib, mengatakan kasus ini berawal dari informasi Masyarakat tentang adanya Penyalahgunaan Narkotika...

Kabid Dikdas Kota Makassar Apresiasi FBB Ke-7 SMP Islam Athirah 1 Makassar

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - SMP Islam Athirah 1 Makassar kembali menggelar Festival Budaya dan Bahasa (FBB) Ke-7 Tingkat SD se-Kota Makassar dan sekitarnya,...

REKOMENDASI