4 Sahabat Nabi yang Dijuluki Khulafaur Rasyidin

FAJAR Pendidikan

Setelah Nabi Muhammad SAW meninggal dunia, perjuangannya dalam menjujung tinggi syariat Islam dilanjutkan oleh empat sahabat. Mereka kemudian dikenal dengan julukan Khulafaur Rasyidin.

Khulafaur rasyidin adalah orang yang ditunjuk sebagai pengganti, pemimpin, atau penguasa yang selalu mendapatkan petunjuk dari Allah SWT. Mereka lah yang menjadi khalifah atau pemimpin bagi umat Islam setelah Rasulullah SAW wafat.

Empat sahabat nabi yang termasuk Khulafaut Rasyidin itu adalah Abu Bakar As Siddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Keempatnya memegang kendali pemerintahan Islam selama 30 tahun, dari 11 H sampai 40 H atau 632-660 M.

Bicara soal kontribusi mendorong perkembangan agama Islam, empat sahabat nabi tersebut memiliki pencapaian yang berbeda. Lantas, bagaimana kisah mereka? Simak ulasan lengkapnya sebagai berikut.

1. Abu Bakar As Siddiq

Abu Bakar As Siddiq termasuk golongan pria dewasa yang pertama masuk Islam. Ia memiliki nama asli Abdul Ka’bah yang kemudian diganti oleh Rasulullah SAW menjadi Abdullah saat masuk Islam. Gelar As Siddiq diberikan karena memiliki sifat jujur serta sangat mempercayai dan membenarkan Rasulullah SAW dalam segala hal.

Abu Bakar selalu mendampingi Nabi Muhammad dalam suka maupun duka. Ia juga yang menemani Rasulullah berhijrah ke Madinah. Bahkan, ia menjadi orang yang menggantikan posisi Nabi Muhammad sebagai imam sholat ketika beliau sedang jatuh sakit. Itu yang menjadi salah satu alasan Abu Bakar terpilih menjadi khalifah pertama.

Abu Bakar diangkat menjadi khalifah berdasarkan musyawarah antara kaum Anshar dan kaum Muhajirin di Saqifah Bani Sa’idah (balai pertemuan di kota Madinah). Dalam masa kempimpinannya, ia telah mencapai prestasi yang sangat luar biasa.

BACA JUGA :   Renungan Harian Katolik, Kamis 29 September 2022: Engkau akan Melihat Malaikat-malaikat Allah Turun Naik kepada Anak Manusia

Dikutip dari buku Pendidikan Agama Islam untuk Siswa SD Kelas V oleh Asmuri dkk (2011), beberapa upaya yang dilakukan Abu Bakar saat menjadi khalifah, yaitu:

Menyelamatkan umat Islam dari perpecahan.
Memerangi orang-orang yang murtad.
Memerangi orang-orang yang tidak mau bayar zakat.
Memerangi nabi-nabi palsu.
Memperluas dakwah Islamiyah hingga perbatasan Arab-Syria.
Menghimpun mushaf Al Quran.

Abu Bakar menjadi khalifah selama sekitar 2 tahun 3 bulan dan meninggal dalam usia 63 tahun pada 21 Jumadilakhir 143 H.

2. Umar bin Khattab

Umar bin Khattab berusia 13 tahun lebih muda dari Rasulullah SAW. Sejak kecil, dirinya sudah terkenal memiliki sifat pemberani dan otak yang cerdas.

Pada zaman Jahiliyah, Umar bin Khattab menjadi pribadi yang sangat membenci kaum muslimin. Bahkan ia tak segan memenggal orang yang mengaku beragama Islam. Namun, pada akhirnya Umar masuk Islam setelah Rasulullah berdakwah 5 tahun lamanya.

Masuknya Umar bin Khattab merupakan kemenangan besar bagi umat Muslim. Pasalnya, sifatnya yang pemberani dan tegas membuat umat Muslim berani dalam menghadapi setiap ancaman kaum Quraisy. Alhasil, kaum Quraisy yang menjadi takut kepada umat Islam.

Pada masa kepemimpinannya, Umar bin Khattab melakukan beberapa perubahan, antara lain memperbaiki pemerintahan, menyebarluaskan Islam ke beberapa negara, dan mendirikan lembaga kepentingan masyarakat yang bernama Jawatan Pos.

Setelah memerintah selama 10 tahun 6 bulan, Umar bin Khattab wafat di usia 63 tahun. Ia ditikam oleh Abu Lu’lu’ah, budak milik al-Mughirah bin Syu’bah, saat sedang sholat subuh.

3. Usman bin Affan

Sebagai seorang saudagar yang kaya raya serta penulis wahyu yang terkenal, Usman bin Affan dikenal sebagai orang yang pendiam dan berbudi pekerti. Ia banyak melakukan kebaikan sehingga mendapat gelar “Ghaniyyun Syakir”, yaitu orang kaya yang banyak bersyukur kepada Allah SWT.

BACA JUGA :   Teks Khutbah Jumat 30 September 2022 Tema 'Sabar dalam Menjalani Takdir'

Kekayaan yang dimilikinya tak lantas membuatnya menjauh dari masyarakat kelas bawah. Selain itu, ia juga tak segan untuk ikut berperang.

Ia kemudian dinikahkan dengan putri Nabi Muhammad, Ruqayyah. Setelah Ruqayyah wafat, ia dinikahkan lagi dengan putri Rasulullah yang bernama Ummu Kulsum. Oleh sebab itu, ia diberi julukan “Dzun Nurain” (yang memiliki dua cahaya).

Dikutip dari Jurnal Aplikasi Sejarah Khulafaur Rasyidin untuk Anak Usia Dini Berbasis Android oleh Anafiatul Munawaroh (2017), sebagai khalifah, Usman bin Affan berjasa dalam menyalin dan membukukan Al Quran menjadi beberapa naskah, menetapkan pelafalan bacaan Al Quran menjadi seragam dan serentak, membentuk angkatan laut, memperluas wilayah islam, merenovasi Masjid Nabawi, dan lain-lain

4. Ali bin Abi Thalib

Ali bin Abi Thalib merupakan sepupu sekaligus menantu Nabi Muhammad. Ia dibesarkan dan dididik oleh Rasulullah. Ali memiliki keberanian yang luar biasa sehingga ia mendapat gelar “Singa Allah” dan “Karamallahu Wajhahu” (semoga Allah memuliakan wajahnya).

Ali masuk Islam di usia yang sangat muda. Ia banyak berjasa dalam membantu perjuangan Nabi Muhammad. Ali diangkat menjadi khalifah untuk menggantikan Usman bin Affan yang telah wafat enam hari sebelumnya.

Dalam masa kepemimpinannya, Ali bin Abi Thalib berjasa dalam mengganti pejabat-pejabat yang kurang cakap, membenahi keuangan negara (Baitul Maal), memajukan bidang ilmu bahasa, memajukan pembangunan, memadamkan pemberontakan di kalangan umat Isam, dan masih banyak lagi.

Bagikan:

- Advertisment -
REKOMENDASI UNTUK ANDA
- Advertisment -