7 Galaksi yang Ada di Alam Semesta, Siswa Wajib Tahu

Alam semesta tak pernah gagal membuat kita kagum akan kisahnya yang penuh misteri. Pembahasan terkait alam semesta selalu membuat banyak orang penasaran dan tertarik untuk mengetahuinya.

Ada banyak yang bisa dibahas jika kita membicarakan tentang alam semesta. Misalnya, tentang ekspedisi mencari planet yang layak huni, atau yang terbaru tentang foto dari permukaan matahari yang berhasil diabadikan.

Ya, planet, bulan, dan matahari merupakan benda angkasa sering menjadi pembahasan. Namun, masih ada hal di luar angkasa yang lebih besar dan menarik untuk diketahui, hal tersebut adalah galaksi.

Galaksi adalah kumpulan besar dari gas, debu, dan milyaran bintang serta tata surya mereka, yang semuanya disatukan oleh gravitasi. Bumi tempat kita hidup saat ini juga merupakan bagian kecil dari galaksi yang bernama Bima Sakti, atau Milky Way.

Untuk menjawab rasa penasaran tentang galaksi, berikut telah kami rangkum penjelasan tentang galaksi dan juga beberapa macam galaksi yang ada di alam semesta.

Apa Itu Galaksi?

Galaksi adalah hamparan debu, gas, materi gelap, dan bintang dari satu juta hingga satu triliun lalu yang disatukan oleh gravitasi. Hampir semua galaksi besar diperkirakan mengandung lubang hitam supermasif yang ada di pusatnya.

Di galaksi kita sendiri, Milky Way, matahari hanyalah salah satu dari sekitar 100 hingga 400 miliar bintang yang berputar mengelilingi Sagitarius A *, yang dipercaya sebagai tempat dari lubang hitam supermasif yang memiliki massa sebanyak empat juta matahari.

Semakin dalam manusia mengamati kosmos, maka semakin banyak galaksi yang dapat ditemukan. Seperti dalam sebuah studi tahun 2016, yang memperkirakan bahwa alam semesta yang dapat diamati berisi sekitar dua triliun galaksi.

Beberapa dari galaksi yang jauh itu mirip dengan galaksi tempat tinggal kita, Milky Way, sedangkan yang lain berbeda. Beberapa galaksi berbentuk spiral seperti galaksi kita.

Mereka memiliki lengan melengkung sehingga membuatnya terlihat seperti kincir. Galaksi lain berbentuk halus dan lonjong, yang biasa disebut galaksi elips. Dan ada juga galaksi yang bukan spiral atau oval. Bentuknya tidak beraturan dan tampak seperti gumpalan. Cahaya yang dipancarkan dari berbagai galaksi yang berhasil diamati, berasal dari bintang-bintang yang ada di dalamnya.

Macam-Macam Galaksi

Galaksi Milky Way

Macam galaksi yang pertama adalah Milky Way. Galaksi ini juga sering disebut sebagai Galaksi Bima Sakti. Ini adalah galaksi tempat kita tinggal. Milky Way adalah galaksi yang berbentuk spiral.

Dan faktanya, Milky Way adalah galaksi spiral yang memiliki batang. Artinya, galaksi ini memiliki batang sebagai pusat. Meskipun masih banyak yang belum kita ketahui tentang struktur galaksi ini, menurut pengetahuan terbaik saat ini, Milky Way berukuran sekitar 150.000 hingga 200.000 tahun cahaya, dan kedalaman sekitar 2.000 tahun cahaya, serta memiliki 100 hingga 400 miliar bintang.

Galaksi Cartwheel

Macam galaksi yang selanjutnya adalah Certwheel. Menyerupai roda gerobak yang sangat besar, Galaksi Cartwheel diperkirakan berukuran 150.000 tahun cahaya. Galaksi ini memiliki pusat terang dengan “jeruji” debu dan gas tipis yang memancar ke luar ke arah cincin bintang di sekitarnya, yang berukuran sekitar satu setengah kali ukuran Bima Sakti.

Galaksi Cartwheel terletak 500 juta tahun cahaya dari Bumi, di konstelasi Sculptor. Bentuk Cartwheel yang tidak biasa disebabkan oleh tabrakan kosmik secara langsung pada jutaan tahun yang lalu.

Awalnya galaksi ini berbentuk spiral besar, tetapi galaksi yang lebih kecil melubangi pusatnya, mengacaukan bintang-bintang di dalamnya seperti batu yang jatuh ke air, sehingga menyebabkan riak yang menyebar ke luar.

Galaksi Andromeda

Macam galaksi yang kedua adalah Andromeda. Galaksi Andromeda juga dikenal dengan sebutan M31. Galaksi ini merupakan galaksi spiral yang berada dekat dengan galaksi kita. Andromeda adalah galaksi paling terang yang dapat Anda lihat.

Dengan jarak 2,5 juta tahun cahaya, galaksi ini merupakan hal terjauh yang bisa terlihat dengan mata telanjang. Bagi mata, galaksi ini tampak seperti noda cahaya yang lebih besar dari bulan purnama.

Galaksi Magellan

Macam galaksi yang ketiga adalah Magellan. Galaksi ini juga sering disebut sebagai Awan Magellan. Galaksi ini terbagi menjadi dua, yaitu Awan Magellan kecil dan besar. Ukuran keduanya adalah 14 ribu tahun cahaya dan 7 ribu tahun cahaya. Awan Magellan besar dan kecil memiliki jarak 160.000 tahun cahaya. Magellan mengorbit pada satelit Galaksi Bima Sakti.

Galaksi Sombrero

Macam galaksi yang keempat adalah Sombrero. Sama seperti galaksi kita, Sombrero juga merupakan galaksi spiral, dan bentuknya yang unik, membuatnya tampak seperti sebuah topi sombrero.

Galaksi ini juga dikenal sebagai Messier 104 (M104). Sombrero terletak sekitar 28 juta tahun cahaya dari Bumi dan berukuran 50.000 tahun cahaya. Ini adalah salah satu objek angkasa yang paling masif dalam gugus Virgo, yaitu sebesar 800 miliar matahari.

Galaksi Sunflower

Macam galaksi yang terakhir adalah Sunflower. Galaksi dengan nama yang indah ini juga biasa disebut Galaksi Messier 63 (M63).

Galaksi ini adalah entri ke-63 dalam katalog benda langit yang dibuat oleh astronom Prancis, Charles Messier, yang diterbitkan pada tahun 1781. Diberi nama yang seperti bunga karena spiral yang rapat di banyak lengannya, yang mengingatkan kita pada pola bunga matahari.

Sunflower berjarak sekitar 27 juta tahun cahaya dari Bumi di konstelasi Canes Venatici, dan merupakan bagian dari M51 Group, kumpulan galaksi yang juga muncul di katalog Messier. Cahaya terang yang menerangi galaksi ini dihasilkan dari bintang raksasa biru-putih yang baru terbentuk.

Galaksi Black Eye

Macam galaksi yang kelima adalah Black Eye. Black Eye disebut juga dengan Messier 64 (M64). Disebut dengan Black Eye karena terinspirasi dari pita debu gelap yang mengelilingi inti terang di galaksi ini.

Pita bayangan ini kemungkinan besar terbentuk setelah tabrakan dengan galaksi lain. Black Eye terletak di konstelasi Coma Berenices, sekitar 17 juta tahun cahaya dari Bumi, dan dikatalogkan oleh astronom Prancis Charles Messier pada abad ke-18.

Pada 1990-an, para ilmuwan menemukan bahwa gas di wilayah terluar Black Eye, berputar berlawanan arah jarum jam, atau berlawanan arah dari gas dan bintang yang lebih dekat ke pusat. Para astronom menduga bahwa wilayah yang tidak biasa ini adalah sisa terakhir dari galaksi yang lebih kecil yang bertabrakan dengan Black Eye lebih dari satu miliar tahun yang lalu, dan secara bertahap diserap.

- Advertisement -

BERITA DAERAH

BACA JUGA

- Advertisment -

TERKINI