Wednesday, August 5, 2020

Aliansi ‘Makar’ Bergejolak, Mencari Pimpinan Kampus

Aliansi Mahasiswa Makassar (Makar) kembali menggelar aksi mencari pimpinan kampus dalam rangka gratiskan biaya pendidikan selama pandemi di bawah FlyOver, Makassar, Jumat (3/7/2020).

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Sampai saat ini tercatat jumlah pasien terinfeksi Covid-19 di Indonesia telah mencapai 60.695 kasus, dari 60.695 kasus positif Covid-19, 3036 meninggal dunia dan 27.568 dinyatakan sembuh. Dengan mewabahnya pandemi Covid-19 ini secara global menyebabkan lumpuhnya perekonomian di berbagai sektor.

Situasi krisis akibat pandemi ini telah bergeser dari krisis kesehatan menjadi krisis sosial-ekonomi. Hampir semua kalangan masyarakat merasakan dampak akibat pandemi Covid-19 ini . Krisis sosial-ekonomi memberi berdampak pada kemampuan mahasiswa dalam membayar biaya pendidikan. Akibatnya, banyak mahasiswa terancam tidak mampu melanjutkan pendidikan.

Menyoal hal itu, massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Makassar (Makar) berkumpul pada jam 2 siang di halaman Mesjid 45 (3/7/2020) lalu memulai longmarch menutup jalan sepanjang Urip Sumoharjo menuju flyover. Nyanyian mulai dari darah juang hingga mars mahasiswa itulantungkan.

Setiba di titik aksi, aliansi langsung menduduki bawah flyover lalu membentangkan spanduk, bendera aliansi, menyebarkan selebaran, hingga menempelkan meme yang berisikan para pimpinan kampus di cari oleh aliansi makar.

Amerta’ menjelaskan aliansi menaikkan framing mencari pimpinan kampus dikarenakan selama aksi dilakukan secara online, aksi damai kampus sampai rolling kampus di Makassar seolah olah tidak didengar dari atas.

“Maka dari itu kami selaku mahasiswa murka dan langsung turun ke jalan. Mau dikasih malu-malu pimpinan kampus dengan cara membuat meme berupa wanted rektor/ketua yayasan/ketua tingkat lalu di tempelkan di sudut sudut bangunan sekitar flyover,” kutip Amerta selaku humas.

Bentuk sindiran yang dilakukan mahasiswa. Foto: Istimewa

Anwar juga menambahkan bila aksi itu berupa aksi kampanye dimana mengingatkan kembali kepada pengendara jalan untuk tidak membayar uang kuliah bagi yang berstatus mahasiswa, ataupun ada jika keluarganya mereka bayarkan.

“Saat ini sedang krisis, seharusnya orang orang sadar untuk ikut serta menuntut pendidikan gratis karena setiap warga berhak mendapatkan pendidikan,” katanya.

“Aliansi terkhusus pendidikan tinggi tidak melihat secara detail tentang apa yang dirasakan mahasiswa saat pandemi yang membuat mahasiswa harus kulia online dengan modal sendiri dan di paksa untuk tetap membayar uang kuliah dengan dalil bahwa kampus juga membutuhkan biaya untuk mengaji dosen dan perlengkapan kampus lainnya, tanpa melihat fakta lapangan bahwa mahasiswa juga kesulitan untuk membayar uang kulia di karenakan berkurangnya pendapatan keluarga karena orang tua di PHK,” lanjutnya.

20 April lalu data Kementrian Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa jumlah pekerja formal yang di rumahkan menyentuh angka 1.304.777 dan 43.690 perusahaan sedangkan pekerja formal yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) terhitung 241.431 orang pekerja dari 41.236 perusahaan.

Sektor informal juga turut berdampak dengan estimasi kehilangan 538.385 pekerja dari 31.444 perusahaan atau usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Keseluruhan jumlah pekerja terdampak COVID-19 mencapai 2.084.593 orang dari sebaran 116.370 perusahaan.

Di samping itu survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LPI) terhadap 1.260 responden di 34 Provinsi sejak 24 April hingga 2 Mei menunjukkan bila sebanyak 15,6% mengalami PHK dan 40% mengalami penurunan pendapatan 7% pendapatan pekerja turun hingga 50% banyaknya.

Berangkat dari kerasahan bersama mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Makassar (MAKAR) menuntut GRATISKAN BIAYA PENDIDIKAN SELAMA PANDEMI COVID 19, karena bagi mereka ruang – ruang belajar adalah wadah untuk menjadikan manusia sebagai manusia seutunya bukan sebagai budak para penguasa.

Penulis : Muhammad Raihan Rahman

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak
MAJALAH FAJAR PENDIDIKAN

TERKINI

Dorong Mahasiswa Lakukan Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Minta Dukungan Rektor IAIN Bone

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bone Hj Jumriah lakukan audiensi rencana Workshop terkait sosialisasi pengawasan Pemilu dengan Rektor IAIN...

Persiapan Panen Raya dan Vicon Dengan Kasal, Wadan Lantamal VI Tinjau Lahan Ketahanan Pangan Karuwisi

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Makassar, Wakil Komandan (Wadan) Kolonel Laut (P) Baroyo Eko Basuki, S.H, M.M melaksanakan kunjungan ke lahan ketahanan pangan Karuwisi Lantamal...

Wisuda Purna Tugas Wujud Penghormatan Lanal Kendari Terhadap Jasa-Jasa Perwiranya Selama Berdinas Di TNI AL

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kendari, Selasa, (04/08/2020) Lanal Kendari mengadakan Upacara Wisuda Purna Tugas dan Acara Tradisi Pelepasan yang dikemas secara menarik dan mengharukan...

Irjen Pol Merdisyam Ditunjuk Jadi Kapolda Sulsel

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kepala Kepolisian Republik IndonesiaJenderal Idham Azis mutasi Kapolda Sulsel Irjen Mas Guntur Laupe, digantikan Irjen Pol Merdisyam.Kapolri, Jenderal Idham Azis...

SMP Islam Athirah 1 Makassar Edukasi Siswa Perihal Esensi Kurban Melalui Webinar

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kegiatan kurban merupakan salah satu agenda tahunan yang dilaksanakan oleh SMP Islam Athirah 1 Makassar. Kegiatan kurban tahun ini dibagi...

REKOMENDASI