Friday, November 27, 2020

Belajar Untuk Menjadi Pelajar Berkarakter

FAJARPENDIDIKAN.co.id – Pembelajaran menjadi salah satu fasilitas yang dapat berpengaruh besar dalam membentuk sumber energi manusia bermutu. Lewat pembelajaran, bisa terbentuk generasi berkarakter yang sanggup mengaktualisasikan diri jadi ujung tombak kemajuan peradaban.

Sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang- Undang Dasar 1945, tujuan nasional pembelajaran merupakan buat mencerdaskan kehidupan bangsa yang pada kesimpulannya hendak menopang kesejahteraan rakyat.

Apabila ditinjau ke dalam realita pembelajaran Indonesia dikala ini, penanda keberhasilan dari tujuan tersebut masih sangatlah jauh dari kata tercapai. Belum bangkitnya pembelajaran Indonesia dari keterpurukan sejatinya memunculkan satu permasalahan besar, hendak dibawa kemana peradaban negara ini nanti?

Keadaan para pelajar Indonesia ini masih sangat jauh dari harapan bagaikan generasi yang pintar serta sanggup bersaing di kancah internasional. Bila ditarik garis sebagian tahun kebelakang, bisa disaksikan bersama kalau Indonesia populer dengan jati diri bangsa yang berkaraker serta berbudi luhur.

Bermacam kebijakan pembelajaran yang dibuat pemerintah dengan harapan bisa memusatkan para siswa jadi unggul dalam seluruh bidang, baik dari segi kompetensi, kepribadian, dan jiwa kompetitif bagaikan bekal bersaing dengan pelajar-pelajar dari negeri lain.

Bersumber pada latar belakang tersebut, terdapatnya inovasi baru dalam kebijakan pembelajaran buat menanggulangi kasus pembelajaran serta membentuk generasi unggul, ialah generasi muda berkarakter, aktif, kreatif, serta kompetitif ialah perihal yang sangat berarti.

Pemecahan yang pas buat perihal ini merupakan Sistem Sekolah BATIK( Berkarakter, Aktif, Kreatif, serta Kompetitif), ialah inovasi sistem pembelajaran yang mengedepankan terdapatnya pergantian dalam 3 perihal pokok, antara lain tata cara pendidikan, golongan pengajar, serta kuantitas siswa di masing- masing kelas.

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Rektor UNM Ajak Dosen Samakan Persepsi soal Penilaian Angka Kredit

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Focus Group Discussion (FGD), FGD kali ini membahas penilaian angka kredit dosen dalam kebijakan...

HMJ Matematika FMIPA UNM, Umumkan Pemenang Lomba GEOMETRI 2020

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Genius on Mathematics in Real Application (GEOMETRI) 2020 yang digelar Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu...

Pembelajaran Tatap Muka di Bone, Begini Penyampaian Wabup dan Satgas

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Wakil Bupati (Wabup) Bone Ambo Dalle menyampaikan harapannya kepada seluruh guru dan masyarakat agar bersinergi menyambut rencana Pembelajaran Tatap...

Dampak Krisis Akibat Pandemi, Usman Berhenti Dari Tempat Kerjanya

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Usman (35 tahun), yang bekerja di sebuah perusahaan media, terpaksa harus berhenti,  atau mengundurkan diri. Keputusan yang diambil secara...

BAN-PT Asesmen Lapangan Via Daring di IAIN Bone, Prodi Diharap Unggul

Bone, FAJARENDIDIKAN.co.id - Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) lakukan asesmen lapangan secara daring pada Dua Program Studi (Prodi) Fakultas Ushuluddin dan...

REKOMENDASI