Begini Sejarah Hari Halloween yang Dirayakan Setiap 31 Oktober

Hari Halloween dirayakan setiap tahunnya oleh hampir sebagaian masyarakat dunia pada tanggal 31 Oktober.

Untuk memeriahkan Hari Halloween, orang-orang biasanya menggunakan kostum dengan tema-tema tertentu, pada umumnya mereka menggunakan tema yan menyeramkan.

Hari Halloween juga identik dengan lentera dari buah labu yang dilubangi membentuk wajah Jack O’Lantern.

- Iklan -

Sejarah Hari Halloween

Bangsa Celtic kuno-lah yang pertama kali memperkenalkan Halloween dalam festival Samhain

Bangsa Celtic sudah hidup sekitar 2.000 tahun yang lalu memiliki tradisi perayaan tahun baru yang jatuh pada tanggal 1 November.

Malam hari sebelum tahun baru, Bangsa Celtic meyakini bahwa batas antara dunia orang hidup dan orang mati menjadi kabur.

- Iklan -

Dengan begitu, roh orang mati kembali ke bumi. Sehingga mereka merayakan Samhain di malam tanggal 31 Oktober.

Baca Juga:  Begini Trik Steve Rogers Jadi Kurus di Film Captain America

Kehadiran roh dari dunia lain konon dapat membantu pendeta Celtic untuk meramal masa depan.

Pendeta Celtic akan membuat api unggun yang besar, Untuk memperingati peristiwa itu, di mana orang-orang akan berkumpul untuk membakar tanaman dan hewan sebagai persembahan kepada dewa mereka.

- Iklan -

Bangsa Celtic akan mengenakan kostum yang terbuat dari kepala dan kulit binatang selama perayaan berlangsung. Hal itu dipercayai dapat mengusir para hantu

Selama perayaan mereka juga akan saling menceritakan nasib satu sama lain.

Ketika perayaan selesai, mereka akan menyalakan kembali api yang telah mereka padamkan sebelumnya malam itu. Api itu dianggap suci dan bisa membantu melindungi mereka selama musim dingin yang akan datang.

Mengapa Halloween Identik dengan Labu yang Seram?

Setiap perayaan Halloween, kehadiran labu yang dibentuk menyerupai wajah menyeramkan tidak pernah absen.

Baca Juga:  Mengenal Asal Usul Suku Makassar

Karakter labu yang menyerupai wajah menyeramkan itu disebut Jack O’Lantern.

Jack O’Lantern adalah arwah yang bergentayangan sambil membawa lentera karena berhasil melabui iblis agar tidak dimasukkan ke dalam neraka.

Akan tetapi, juga tidak diizinkan masuk ke surga karena dosa-dosanya.

Legenda tersebut direpresentasikan menjadi labu seram yang diletakkan di depan rumah.

Selain labu, kostum kucing hitam juga identik dengan perayaan Halloween.

Kucing hitam sering digambarkan sebagai keluarga penyihir.

Konon, para penyihir akan berubah menjadi kucing hitam untuk menyembunyikan diri.

Perayaaan Halloween juga identik dengan trick or treat.

Orang-orang akan berkeliling membawa labu menuju rumah tetangga untuk meminta perman sambil berteriak “Trick or Treat”.

- Iklan -

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA TERBARU