Saturday, September 19, 2020

Besok, Asteroid Pembunuh Dekati Bumi

Kamu pasti tahu kan, kalau era dinosaurus punah karena hantaman asteroid pada beberapa juta tahun lalu. Kini, ancaman itu kembali datang di zaman modern.

Asteroid yang tingginya melebihi menara Burj Khalifa, menarah tertinggi di dunia yang dikenal dengan nama asteroid 2002 PZ39 kabarnya bisa memicu kepunahan massal akan melewati planet kita pada esok hari, Sabtu 15 Februari 2020.

Dikutip dari laman Global News, Jumat, 14 Februari 2020, Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA) sendiri khawatir jika asteroid 2002 PZ39 akan membuat dampak besar. Pasalnya batu angkasa itu memiliki kecepatan 55 ribu kilometer per jam dengan memiliki lebar dan berat yang bisa menjadi ancaman bagi planet-planet, termasuk Bumi.

Namun, akun NASA Asteroid Watch menjawab bahwa tidak akan timbul masalah dari asteroid 2002 PZ39 yang bakal melewati planet manusia.

Jarak asteroid terdekat akan mencapai 5,8 juta kilometer dan tidak akan lebih dekat dari itu. Jaraknya bahkan 15 kali lipat jauhnya dari bulan ke Bumi.

Kabar baik lain, asteroid 2002 PZ39 juga tidak seberapa dibandingkan meteor yang pernah mampir ke Bumi dan memusnahkan dinosaurus. Asteroid yang mengubah ‘wajah’ Bumi itu diperkirakan berukuran sekitar 16 kilometer.

NASA sebenarnya memiliki sistem Sentry, di mana mereka mampu melacak asteroid yang berpotensi menyebabkan kerusakan yang sangat parah pada Bumi. Astronom umumnya akan tahu kapan dan di mana mereka akan melewati Bumi. Mereka juga mampu memperkirakan dampaknya hingga beberapa ratus tahun ke depan.

Namun sistem ini tidak mudah mengidentifkasi asteroid kecil. Tahun lalu saja, ada asteroid pembunuh kota yang lolos dari pengamatan. Beberapa hari sebelum melewati Bumi, jarak asteroid itu bahkan lebih dekat dari bulan.

Catatan menunjukkan bahwa ‘asteroid pembunuh planet’ yang akan melintas besok bukan termasuk yang memiliki jarak dekat dengan Bumi. Pada tahun 1979 asteroid itu pernah melintas sedikit lebih dekat tanpa diketahui siapa pun. (*)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Sekolah Islam Athirah Berikan Penghargaan Guru dan Karyawan Berprestasi

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah kembali memberikan apresiasi kepada guru dan karyawan berprestasi. Pengumuman apresiasi bertajuk Human Capital Award 2020 itu dilaksanakan...

Luar Biasa, Guru TK Islam Athirah 2 ini Raih Penghargaan The Best Teacher

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah (SIA) menggelar kegiatan forum jumat pada hari Jumat, 18 September 2020. Kegiatan forum jumat kali ini berbeda...

BPJS Ketenagakerjaan Gencar Ajak Guru Mengaji Jadi Peserta, Ini Manfaatnya!

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- BPJS Ketenagakerjaan gencar melakukan sosialisai mengajak penerimaan insentif guru mengaji untuk menjadi pesertanya. Hal tersebut seperti yang...

DKM Bakal Lakukan Pameran Daring ‘Semangat 2020’

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Pandemi Covid-19 telah berlangsung lebih dari setengah tahun. Semua lini kehidupan seperti sedang diuji daya tahannya, termasuk posisi seni...

Danlantamal VI Sambut Hangat Kunjungan Dirut PT. Semen Tonasa

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Komandan Lantamal VI (Danlantamal VI) Laksamana Pertama TNI Dr. Benny Sukandari, S.E., M.M., CHRMP., menyambut hangat kunjungan Direktur Utama...

REKOMENDASI