Sunday, September 20, 2020

Bocah Juara Bulu Tangkis Sulsel, Masuk Karantina Audisi PB Mutiara Cardinal Bandung

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Nur Aliah Rahmah, siswi SDI Jonconge, Mallusetasi Barru, Juara Bulutangkis O2SN perwakilan Kabupaten Barru di Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2019 lalu, kini kembali melanjutkan niatnya menuju puncak prestasinya dengan mengikuti audisi bulu tangkis Pb. Mutiara Cardinal Bandung mewakili Provinsi Sulawesi selatan pada 11 Januari hingga 18 Januari 2020 di Gedung Olahraga PB Mutiara Bandung.

Hal itu diketahui dari penyampaian Rika, orang tua Aliah Rahmah via WhatsApp pribadi Rika pada FAJARPENDIDIKAN.co.id , 27 Januari 2020.

Menurut Rika, dari 500 lebih peserta audisi, 35 peserta dinyatakan lolos hingga tahap akhir memasuki karantina, termasuk satu-satunya putri perwakilan dari Sulawesi Selatan adalah Nur Aliah Rahmah.

“Alhamdulillah sebelum berangkat audisi, Aliah sempat bertemu bapak Bupati Barru Suardi Saleh dan mendapat support, semangat dan materil dari Bupati Suardi Saleh,” ungkap Ibu Aliah.

“Semoga audisi lalu merupakan batu loncatan buat Aliah untuk menjadi pemain bulu tangkis dunia seperti cita-citanya sejak Aliah duduk di bangku kelas tiga SD,” tuntasnya.

Sekedar untuk diketahui, Aliah Rahmah adalah putri tunggal kelahiran 8 Mei 2008 dari pasangan Abdullah S Kom dan Rika Mandasyari. Diusianya menuju 11 tahun, Aliah telah mewakili Provinsi Sulawesi Selatan pada Lomba Olimpiade Olahraga Nasional (O2SN) cabang bulu tangkis tingkat Nasional di Kota Semarang, Jawa Tengah tahun 2019 lalu.

Pada tahun 2018, Aliah juga menjuarai turnamen bulu tangkis Bupati Barru Cup, juara 1 Walikota Pare-pare Cup 2019 se-Sulsel, Juara 2 Toddopuli Cup Rem 141 se-Indonesia timur 2019, kemudian Aliah kembali juara 3 se- Sulsel junior challenge 2019, dan juara 1 O2SN tingkat Kabupaten Barru serta juara 1 O2SN tingkat Provinsi Sulawesi Selatan sebagai tiket awal cita-citanya sebagai juara Nasional.

Reporter: Abd Latif Ahmad

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Awali Kepengurusan, LD Al-‘Aafiyah FKM Unhas Gelar Daurah Pengurus

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Lembaga Dakwah Al-'Aafiyah FKM Unhas melaksanakan daurah pengurus pada hari sabtu, 19 September 2020. Kegiatan ini dilaksanakan melalui  zoom cloud...

Kapolres Barru Serukan Pilkada Damai 2020, Di Takkalasi

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Barru AKBP Welly Abdillah, menyerukan Pemilukada Damai, saat menggelar kegiatan Sosialisasi Pilkada Damai 2020 dan...

Danyonmarhanlan VI Hadiri Rakor Pemilu dan Peningkatan Disiplin Protokol Kesehatan Pemkot Makassar

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Komandan Batalion Marinir Pertahanan Pangkalan VI (Danyonmarhanlan VI) Letnan Kolonel Marinir Gigih Catur Pramono, S.H, M.T.r. Opsla menghadiri Rapat...

Sekolah Islam Athirah Berikan Penghargaan Guru dan Karyawan Berprestasi

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah kembali memberikan apresiasi kepada guru dan karyawan berprestasi. Pengumuman apresiasi bertajuk Human Capital Award 2020 itu dilaksanakan...

Luar Biasa, Guru TK Islam Athirah 2 ini Raih Penghargaan The Best Teacher

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah (SIA) menggelar kegiatan forum jumat pada hari Jumat, 18 September 2020. Kegiatan forum jumat kali ini berbeda...

REKOMENDASI