BARRU, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Pemerintah Kabupaten Barru melalui Dinas Pertanian menggelar Rapat Koordinasi Teknis Percepatan dan Evaluasi AUTP dan AUTS-K, bertempat di Baruga Bola Sobae, Kabupaten Barru Jum’at (21/02/2020).

Rapat Koordinasi tersebut dibuka Bupati Barru H. Suardi Saleh dan dihadiri oleh seluruh jajaran lingkup Dinas Pertanian se-Kabupaten Barru. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk mensinergikan program Pemerintah dalam rangka mewujudkan tercapainya Swasembada Pangan dan Daging. 

Dalam sambutannya, Suardi Saleh menyampaikan, Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS-K) merupakan Program dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia dengan mengalokasikan anggaran bantuan premi secara khusus untuk AUTP dan AUTS-K dalam menanggung resiko gagal panen serta menanggung resiko terhadap ternak sapi-kerbau. Untuk program AUTS-K, yang dilindungi asuransi adalah ternak sapi/kerbau betina.

Lebih lanjut, Suardi Saleh menjelaskan tujuan dari Asuransi ini untuk mengalihkan resiko kerugian usaha tani, akibat gagal panen atau sapi/kerbau mengalami kematian dan kehilangan ternak, melalui skema pertanggungan asuransi.

“Dengan sasaran agar terlindunginya petani atau peternak dari kerugian usaha karena resiko usaha pertanian ini dapat terjadi sewaktu-sewaktu yang berdampak pada kemampuan finansial petani dan peternak itu sendiri,” ujarnya.

Terkait program AUTP dan AUTS-K ini, Ia menekankan akan pentingnya optimalisasi serta sosialiasi program ini kepada petani dan peternak.

Baca Juga :   Penilaian Sekolah Sehat, Tim UPTD Puskesmas Sambangi Sekolah Binaan

“Oleh karena itu, dengan kehadiran AUTP dan AUTS-K diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan yang dialami petani dan peternak sehingga daya saing mereka secara perlahan menjadi semakin sejahtera sehingga swasembada pangan dan daging dapat segera terwujud,” pungkasnya.

Dengan adanya Program Nasional AUTP dan AUTS-K ini diharapkan petani dan peternak semakin mengerti akan pentingnya peranan asuransi untuk menjamin resiko terhadap gagal panen serta kematian dan kehilangan ternak. (AHD)