Saturday, September 19, 2020

Bupati Resmi Buka Rakerda DMI Cabang Barru Tahun 2020

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Barru menggelar Rapat Kerja Daerah (Rajerda) dan pembinaan Masjid, di Gedung Serba Guna Bola Soba’E, Jalan Sultan Hasanuddin Tuwung Barru, Kabupaten Barru, pada Selasa, 21 Januari 2020.

Kegiatan tersebut di buka langsung Oleh Bupati Barru H. Suardi Saleh, didampingi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Barru Anregurutta Prof DR KH Faried Wajdey Lc MA, bersama Ketua Dewan Mesjid Indonesia Sulsel H.M Amin Syam, dihadiri para Unsur Forkopimda, Pengadilan Negeri Barru, Tokoh Agama Kabupaten Barru, Pengurus Daerah DMI Barru, Baznas Kab Barru, Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Barru, dan semua pengurus DMI Barru Imam Masjid dan Musholla Se- Kabupaten Barru.

Tampak kegiatan tersebut diawali dengan lantunan pembacaan ayat suci AlQuran dan dilanjutkan dengan laporan Ketua Dewan Masjid Indonesia Daerah Barru.

Usai sambutan Ketua DMI Sulsel Amin Syam, Suardi Saleh menjelaskan agenda acara rapat kerja daerah dan pembinaan manajemen mesjid. Pemerintah Kabupaten Barru pun ikut berkomitmen bersama para pengurus dewan mesjid yang ada di Kabupaten Barru untuk meningkatkan sarana dan prasarana dalam mendukung aktivitas mesjid yang ada di Kabupaten Barru.

“Masjid dan pengurus dewan mesjid yang ada di wilayah Kabupaten Barru memang tertuang dalam visi Barru yaitu bernapaskan Islam, berbagai bantuan sarana prasarana masjid telah kami benahi dan buktikan, insya Allah tahun 2020 ini kami akan berangkatkan 120 orang imam Masjid. Dan Kabupaten Barru itu sendiri memang dikenal sebagai kabupaten yang religius dan terkenal dengan kota santrinya. Icon kota santri kita yaitu Ponpes Mangkoso dan kawasan di Bojo yang lengkap masjid sarana dan prasarana serta pendidikan keagamaannya disana, yang nota bene milik Ketua DMI Sulsel,” tutup Bupati Suardi Saleh.

Selanjutnya di tutup dengan doa oleh pimpinan pondok Pesantren Kabupaten Barru Almukarram AG Prof DR KH Faried Wajdey Lc MA.

Reporter: Abd Latif Ahmad

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Sekolah Islam Athirah Berikan Penghargaan Guru dan Karyawan Berprestasi

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah kembali memberikan apresiasi kepada guru dan karyawan berprestasi. Pengumuman apresiasi bertajuk Human Capital Award 2020 itu dilaksanakan...

Luar Biasa, Guru TK Islam Athirah 2 ini Raih Penghargaan The Best Teacher

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah (SIA) menggelar kegiatan forum jumat pada hari Jumat, 18 September 2020. Kegiatan forum jumat kali ini berbeda...

BPJS Ketenagakerjaan Gencar Ajak Guru Mengaji Jadi Peserta, Ini Manfaatnya!

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- BPJS Ketenagakerjaan gencar melakukan sosialisai mengajak penerimaan insentif guru mengaji untuk menjadi pesertanya. Hal tersebut seperti yang...

DKM Bakal Lakukan Pameran Daring ‘Semangat 2020’

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Pandemi Covid-19 telah berlangsung lebih dari setengah tahun. Semua lini kehidupan seperti sedang diuji daya tahannya, termasuk posisi seni...

Danlantamal VI Sambut Hangat Kunjungan Dirut PT. Semen Tonasa

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Komandan Lantamal VI (Danlantamal VI) Laksamana Pertama TNI Dr. Benny Sukandari, S.E., M.M., CHRMP., menyambut hangat kunjungan Direktur Utama...

REKOMENDASI