Claire and The Great Enchanter

FAJAR Pendidikan

“Aku pikir aku kelaparan sehingga berhalusinasi.” Ucap Claire menyerah.

Ia berdiri menghampiri Celeng di air terjun. Mengambil batu di dasar kolamnya, dan menggesekkan satu sama lain. Tiba-tiba suara gesekan pedang digantikan oleh suara bergemuruh, lantai yang dipijaki Claire bergerak. Sontak ia menyambar Celeng dan mendekapnya erat-erat, mundur perlahan ke ujung ruangan.

Tabung besar keluar dari bawah air terjun, seperti tameng transparan. Di dalam tabung besar itu terdapat tiga sosok pria tampan, gagah, dan berwibawa. Claire mendekati mereka dengan hati-hati. Tapi lagi-lagi suara gesekan pedang yang lebih nyaring terdengar, Claire mengernyit. Pintu dari tabung transparan itu terbuka perlahan, ketiga pria itu langsung mengambil nafas dalam dan menghembuskannya dengan keras.

“Rasanya seperti mati suri!” Keluh salah satu dari mereka.

“Oh, apakah kamu yang membebaskan kami?” Tanya yang lain. Claire hanya setengah mengangguk dan menggeleng, ia tidak merasa telah menyelamatkan tiga orang di depannya.

Tiba-tiba salah satu dari mereka menunduk, memperkenalkan diri. “Aku Hasegawa, di sebelah kananku ada Lious, dan James.”

Mendengar nama-nama tadi disebutkan membuat Claire mengingat sesuatu, dan menjawab dengan antusias, “Oh tidak, jangan-jangan kalian… Black Robe, jadi kalian bukan sekedar legenda?!” Ketiganya terlihat terkejut, berpikir bahwa seharusnya Claire ketakutan dengan mereka. Mengingat mereka adalah penyihir terkuat yang pernah ada.

Lious mengangguk elegan, “Benar adanya apa yang telah kau katakan. Kami dikurung di sini oleh ratu istana karena terlalu ikut campur dengan rugulasi hukum di istana, dengan mantra tembus pandang yang kutahu susah sekali memecahkan mantranya. Aku tidak tahu kau melakukan apa sehingga bisa menyelamatkan kami, tapi kami sungguh berterimakasih sebesar-sebesarnya.” Lious membungkukkan badan, diikuti yang lain.

“Tapi kami harus segera menyingkirkan pemimpin saat ini dan mengubah pemikirannya yang dangkal, karna aku yakin di luar saat ini sudah berkecamuk perang antara bangsawan dan kalangan bawah. Jika kau tidak keberatan kau boleh ikut bersama kami, karna bakatmu berbicara pada kucing bisa membantu kami,” lanjutnya.



“Hei, aku tidak bisa berbicara kucing,” sanggah Claire.

“Tidak, kau bisa. Kami tahu kau bisa berbicara dengan kucing, karna kami enchanter,” Jelas Lious.

Sedangkan Claire terkejut, segelintir orang yang bisa bertemu enchanter, penyihir terkuat di negeri ini. Sementara Claire masih sibuk dengan keterkejutannya, Lious menyuruh Claire mencoba berbicara pada Celeng dengan bertingkah seolah-olah Claire betulan bisa bicara dengan kucing.

Claire meletakkan Celeng di lantai, dan jongkok sambil memegangi lututnya di hadapan Celeng, “Hai Celeng, kata mereka aku bisa memahamimu. Aneh, ya?” ucap Claire ragu-ragu menatap matanya.

Tiba-tiba saja Claire merasa Celeng berbicara padanya, berbicara bahwa mereka memang sedikit aneh. Claire yang mengetahui itu terlonjak kaget.

“Dia berbicara padaku, bahwa kalian aneh!” Claire cekikikan. “Tapi memang aneh, kurasa sebelumnya aku tidak bisa berbicara pada kucing. Jangan-jangan kalian menyihirku ya?” Tanya Claire heran.

“Dasar bodoh! Kalau aku bisa menyihirmu bisa berbicara pada kucing, lebih baik aku menyihir diriku sendiri. Lagi pula salah sendiri tak pernah mencoba berbicara pada kucing!” jawab James kesal.

Bagikan:

Maaf komentar belum bisa digunakan

BERITA DAERAH

BACA JUGA

Angsa Merah

Panggung Arwah

Elgarion

Berawal dari Halte

Ada Apa Denganku?

- ADV D1 -
- ADV D2 -

TERKINI