- Advertisement -

Departemen K3 FKM Unhas Gelar Pelatihan dan Pengembangan Karakter Minat Bakat dan Organisasi

Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan dan Pengembangan Karakter Minat Bakat dan Organisasi yang diadakan di Hotel Teraskita Kota Makassar, 3-4 November 2022.

Acara ini dibuka oleh Dr Wahiduddin, SKM MKes selaku dengan Wakil Dekan 1 (Bidang Akademik dan Kemahasiswaan) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin.

-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Melalui kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa Departemen K3 Fakultas Kesehatan Masyarakat turut andil dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan pelatihan dan pengembangan ini.

Juga tentunya dihadiri oleh Ketua Prodi Magister K3, Ketua Departemen K3, serta beberapa dosen dan juga staf dari Departemen K3.

“Tren Mahasiswa Departemen K3 semakin meningkat, sehingga kegiatan ini sangat bermanfaat dan menunjang peningkatan mutu lulusan mahasiswa K3,” terang Wahiduddin.

-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Minat dan bakat bertujuan agar mahasiswa di kemudian hari bisa bekerja di bidang yang diminati sesuai dengan kemampuan serta minat dan bakat yang dimiliki.

Sehingga mereka dapat mengembangkan kemampuannya untuk belajar dan bekerja secara maksimal.

Dalam usaha pengembangan bakat dan minat mahasiswa, pendidikan atau universitas hendaknya memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh mahasiswa untuk mengembangkan segala potensi yang ada pada dirinya.

BACA JUGA:  Kegiatan Magang Promosi Kesehatan FKM Unhas Dukung Pencapaian Agenda SDGs
-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Untuk membantu perkembangan potensi pada manusia, maka proses pendidikan sangatlah penting, baik yang diselenggarakan di universitas atau kampus maupun di luar, seperti keluarga dan lingkungan tempat tinggalnya.

Dalam konteks pendidikan di universitas atau kampus, usaha-usaha yang dapat dilakukan melalui proses belajar mengajar, baik secara intrakurikuler, kokurikuler maupun ekstrakurikuler.

“Kita memfasilitasi kegiatan-kegiatan yang mengembangkan bakat mahasiswa, baik di bidang akademik maupun non akademik,” ujar Andi Wahyuni, SKM MKes selaku Dosen Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin.

Tahapan-tahapan dalam mengembangkan bakat dan minat mahasiswa yaitu tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan.

Sedangkan cara mengembangkan bakat yaitu dengan mempunyai keberanian, latihan yang rutin, dukungan dari keluarga dan lingkungan, memahami hambatan dan mengatasinya serta paham bahwa setiap orang pasti mempunyai bakat.

Dan cara mengembangkan minat antara lain menggunakan minat-minat yang telah ada, berusaha membentuk minat-minat yang baru pada diri mahasiswa,dan melakukan inisiatif dalam usaha mencapai tujuan pengajaran.

BACA JUGA:  Lembaga Dakwah Al-'Aafiyah FKM Unhas Gelar Bakti Sosial

Pengembangan atau pembentukan karakter diyakini perlu dan penting untuk dilakukan oleh civitas akademika untuk menjadi pijakan dalam penyelenggaraan pendidikan karakter di Universitas.

Tujuan pengembangan karakter pada dasarnya adalah mendorong lahirnya mahasiswa yang bermoril.

Tumbuh dan berkembangnya karakter yang baik akan mendorong mahasiswa tumbuh dengan kapasitas dan komitmennya untuk melakukan berbagai hal yang terbaik dan melakukan segalanya dengan benar dan memiliki tujuan hidup.

Karakter dikembangkan melalui tahap pengetahuan (knowing), pelaksanaan (acting), dan kebiasaan (habit).

Karakter tidak terbatas pada pengetahuan saja.

Seseorang yang memiliki pengetahuan kebaikan belum tentu mampu bertindak sesuai dengan pengetahuannya, jika tidak terlatih (menjadi kebiasaan) untuk melakukan kebaikan tersebut.

Karakter juga menjangkau wilayah emosi dan kebiasaan diri.

Dengan demikian diperlukan tiga komponen karakter yang baik (components of good character) yaitu moral knowing (pengetahuan tentang moral), moral feeling (penguatan emosi) tentang moral, dan moral action atau perbuatan bermoral.

Hal ini diperlukan agar mahasiswa dan yang terlibat dalam sistem pendidikan tersebut sekaligus dapat memahami, merasakan, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai kebajikan (moral).

Bagikan

REKOMENDASI UNTUK ANDA
- Advertisment -

POPULER: