Rabu, Januari 20, 2021

Disdik Bone Pantau PJJ, 10 Persen Sekolah Diketahui Begini

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bone terus memantau pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) lewat aplikasi sederhana. Dalam pantauannya sekitar 10 persen sekolah masih mengalami sejumlah kendala. Mulai dari masalah infrastruktur jaringan hingga kepamilikan HP siswa.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone Hj Syamsiar melalui Sekretaris Dinas Pendidikan Nursalam saat dikonfirmasi FAJAR PENDIDIKAN terkait hasil evaluasi implementasi PJJ di daerah yang berjuluk Bumi Arung Palakka ini.

Nursalam mengatakan, kebijakan Kementerian tetang PJJ mengacu pada Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 15 Tahun 2020. Edaran itu tentang pedoman penyelenggaraan belajar dari rumah dalam masa darurat penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

Menurutnya, pihak sekolah di lingkup Kabupaten Bone sudah upaya maksimal melaksanakan PJJ sebagaimana edaran tersebut. Namun demikian diakuinya sejumlah kendala masih saja menjadi hambatan di sejumlah sekolah.

“Sudah dilaksanakan di Kabupaten Bone hanya beberapa wilayah terkendala dengan Infrastruktur jaringan dan kepemilikan alat (HP atau laptop) bagi siswa,”ungkap Nursalam kepada FAJAR PENDIDIKAN beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, ia menyebutkan, untuk Saat ini masih ada sekitar 10 persen sekolah yang tidak terjangkau jaringan internet, sehingga pelaksanaa PJJ menggunakan PJJ manual berupa modul yang dibagikan ke masing-masing murid.

Dalam memantau kelancaran dan perkembangan PJJ di sekolah-sekolah, Ia menyebut pihak Dinas Pendidikan Bone menggunakan aplikasi sederhana. Nama dan cara kerja aplikasi itu tidak dijelaskan secara rinci, ia hanya mengirim contoh hasil pemantauan sekolah.

Ia juga belum menanggapi soal sudah ada atau tidaknya sinergi Dinas Pendidikan dengan dinas terkait untuk ikut mencegah atau membantu membina kesehatan mental peserta didik dan orang tua, termasuk untuk memahami apakah mereka terdampak secara psikologis atau tidak di tengah pandemi ini.

Reporter: Abustan

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Istri Bupati Barru Hasnah Syam Berikan Bantuan Para Korban Gempa Sulbar yang Mengunsi di Barru

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Memegang amanah sebagai "Istri Kepala Daerah" sekaligus "Tokoh Nasional" merupakan dua anugerah yang dapat memberi manfaat besar bagi sebanyak...

Sah! STIE Nobel Jalin Kerja Sama dengan PT Sulsel Citra Indonesia (Perseroda)

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Nobel Indonesia Makassar sepakat melaksanakan kerja sama dengan PT. Sulsel Citra Indonesia (Perseroda), senin 18...

Jasa Raharja Peduli Sasar Masyarakat Terdampak Covid-19 di Empat Lokasi Ini

FAJARPENDIDIKAN.co.id- PT. Jasa Raharja Cabang Sulawesi Selatan mengadakan giat pembagian sembako dengan mengusung tema “Pegawai dan Manajemen Jasa Raharja Berbagi Bantuan Donasi...

Peduli Gempa Sulbar, Sekolah Islam Athirah Galang Donasi

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah melalui Tim Athirah Peduli melakukan penggalangan donasi untuk korban terdampak gempa Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat,...

PBB Terbitkan Laporan Demografi; Populasi Laki-Laki Jauh Lebih Sedikit

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Baru-baru ini PBB menerbitkan laporang Demografi suku pertama 2019 yaitu manusia berjumlah 7.7 Milyar orang di planet bumi ini.

REKOMENDASI