Hebat! Lima Pemuda Ini Sukses Buka Akses Menuju Puncak Amegelu

Foto: Istimewa

FAJARPENDIDIKAN.co.id – Kumpulan anak muda Mbay yang tergabung dalam Dimensi Indonesia, sukses mencapai puncak tertinggi Bukit Amegelu, di akhir tahun 2019. Puncak Amegelu yang memiliki ketinggian 1.373 mdpl (meter di atas permukaan laut), berhasil ditaklukkan oleh para pemuda Dimensi Indonesia meskipun dengan peralatan seadanya. 

Bermodalkan pengalaman selama bergabung di Organisasi Mapala dan Tekpala semasa kuliah, mereka mencoba untuk menerapkan pengalamannya di kampung halaman. 13 Januari 2020, sejumlah anggota Dimensi Indonesia bergegas turun dari Puncak Amegelu. Eksplorasi yang dimulai sejak 28 Desember 2019 sampai Januari 2020 itu, berhasil mereka wujudkan. 

Hal tersebut diakui oleh Muhammad Amin selaku Ketua Dimensi Indonesia. “Semua proses sudah kami lalui. Seperti hujan, badai, sampai kabut pun, kami nekat berjalan menuju puncak, meskipun itu di malam hari,” jelasnya.

Muh Amin juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua elemen yang telah mendukung secara moril maupun materil terhadap kegiatan ini. 

Foto bersama warga di Puncak

“Kami ingin ucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat Mbay, para sponsor dan juga masyarakat Kampung Adat Kawa yang turut serta membantu kami dari awal hingga akhir kegiatan. Begitu juga kepada Abang Sivester Teda Sada, Mba’ Ade Irma Arafah sebagai perwakilan dari Dinas Pariwisata, dan Pak Jhon Niku dari HPI Nagekeo,” ucap Amin.

Baca Juga :   Takabonerate, Surga di Kawasan Atol Terbesar Ketiga Dunia

Daeng Flo sebagai Kordinator Lapangan (Korlap) memaparkan seluruh rangkaian kegiatan. Eksplorasi pertama dimulai 5 Desember 2019, sebagai pengenalan medan. Dengan anggota lima orang yaitu dirinya sendiri, Muh. Amin, Nasrun Yusuf, Muh. Amril, dan Firman Jenara. 

“Sedangkan eksplorasi kedua, hanya kami berempat. Nasrun tidak dapat ikut. Titik start pendakian, dimulai dari Desa Labolewa, Dusun 03, RT 10, Kampung Adat Kawa, sebagai pintu utama menuju puncak Amegelu. Kegiatan ini lebih lama, dua minggu tinggal di Amegelu, dengan agenda yang lebih padat dan menguras banyak tenaga dari pembersihan jalur, mengangkut material seperti semen, pasir, air, sampai dengan pemasangan tranggulasi atau titik ketinggian gunung Amegelu,” tandasnya. 

Tahap selanjutnya adalah menyusun laporan sebagai bahan sosialisasi kepada Masyarakat Dusun 03, Desa Labolewa. “Sekarang kami hanya menunggu keseriusan dan komitmen dari Pemerintah Nagekeo terhadap wisata tracking Amegelu ini. Karena masih banyak yang perlu dikerjakan selanjutnya,” tutupnya. (*)