Monday, July 13, 2020

K3S Gelar Bimtek K13, Guru Diminta Kembangkan Kompetensi Ini

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id– Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Zona Empat meliputi Kecamatan Bengo, Lapri, Lamuru dan Tellu Limpoe, Kabupaten Bone, menggelar bimbingan teknik (bimtek) Kurikulum 2013 (K13) di SD Inpres 3/77 Tungke, Bengo, Senin (29/7/2019).

Hadir sebagai peserta Ka UPT sebanyak 70 orang dan guru kelas sebanyak 149 orang. Mereka dibagi dalam enam ruangan.

Kegiatan yang berlansung selama tiga hari kedepan ini, dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Bone Nur Salam SPd MPd.

Nur Salam pada kesempatan tersebut mengingatkan kepada para guru untuk mengembangkan kompetensinya. Menurutnya, Guru harus mengembangkan empat kompetensi, yakni kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi Keproibadian dan Kompetensi Sosial.

Komptenesi pedagogik, lanjutnya, adalah kemampuan guru untuk memehami peserta didik, menguasai metode pembelajaran dan menyususn pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan anak didik. Sedangkan kompetensi profesional adalah kemampuan guru dalam menguasai subtansi materi pelajaran yang diajarkan.

“Kompetensi Kepribadian adalah kemampuan guru untuk bisa menjadi teladan bagi anak didiknya, berwibawa dan memiliki kharisma dimata anak didiknya. Adapun kompetensi sosial adalah kemampuan untuk berkomunikasi dan bekerjasama dengan semua stake holder,”terang Nur Salam kepada FAJAR PENDIDIKAN.

Selain itu, Nur Salam menegasan, sejatinya hasil bimtek hanya bermakna apabila diterapkan setelah kembali ke sekolah masing-masing. Olehnya itu, Ia berharap setelah bimtek segera diterapkan di sekolahnya.

“Pengetahuan yang dimiliki dikegiatan bimtek ini tidak ada artinya kalau hanya sekedar pengetahuan pribadi tanpa diterpakan ke anak didik,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Ketua Panitia Zona Empat yang juga sebagai Ketua K3S Bengo Nursang SPd. Ia mengatakan tujuan dari bimtek tiada lain agar para guru semakin mantap dalam mendidik anak didiknya di sekolah.

“Bimtek K13 ini, tujuannya untuk memantapkan penerapan Kurikulum 13 (K13 ) di SD (khususnya wilayah Kecamatan Bengo, Lapri, Lamuru, dan Tellu Limpoe),” pungkasnya.

Reporter: Abustan

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak
MAJALAH FAJAR PENDIDIKAN

TERKINI

OPINI : Kasus Covid Meningkat, Akibat Pelonggaran Kebijakan

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Pemerintah mengatakan anggaran kesehatan untuk penanganan Covid-19 yang sebesar Rp 87,55 triliun tidak akan bertambah hingga akhir tahun walaupun kasus...

Penulis Novel Kelahiran Sidrap Serahkan Karyanya ke Perpustakaan

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Lewat chat WhatsApp, penulis novel S. Gegge Mappangewa mengabarkan kepada Tulus Wulan Juni Pustakawan Makassar akan mengirimkan bukti terbit...

Sebulan Dikepung Banjir, Warga Kelurahan Tempe Mulai Mengeluhkan Kurangnya Air Bersih

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Ratusan orang terpaksa meninggalkan rumah-rumah dan lahan-lahan pertanian mereka untuk menghindari banjir di Kabupaten Wajo. Pihak berwenang memerintahkan warga...

Lantamal VI Gelar LDD SIMAK BMN T.A 2020

Makassar, FAJARPENDIDIDKAN.co.id - Pangkalan Utama TNI AL VI (Lantamal VI) gelar Latihan Dalam Dinas (LDD) Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik...

Cegah Covid-19, Sejumlah Ruang Pertemuan di Mapolres Bone Disemprot Disinfektan

Bone, Fajarpendidikan.co.id- Polres Bone melakukan penyemprotan disinfektan ke sejumlah ruang pertemuan kantor, Senin (13/07/2020). Sejumlah tempat yang dilakukan penyemprotan...

REKOMENDASI