Kapan Puasa Ayyamul Bidh? Benteng Api Neraka hingga Tiket Surga Ar Rayyan

Setiap bulan ada amalan puasa sunah yang bisa dikerjakan oleh umat muslim, yakni puasa Ayyamul Bidh. Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunah yang dikerjakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 di bulan qomariyah (bulan pada kalender Hijriyah).

Puasa Ayyamul Bidh
Puasa Ayyamul Bidh

Kapan Puasa Ayyamul Bidh? dan apa Keutamaan puasa sunnat 3 hari ini? Orang yang mengerjakan ibadah sunah ini akan dicatat seperti orang yang berpuasa sepanjang tahun. Sebagai umat muslim kita tentu tak mau melewatkan amalan sunah puasa Ayyamul Bidh yang diajarkan Rasulullah SAW.

Dari Abu Dzar, Rasulullah SAW bersabda kepadanya,

يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ

“Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah).” (HR. Tirmidzi, no. 761)

Kapan jadwal puasa Ayyamul Bidh Muharram 1444 H atau Agustus 2022? Jika merujuk pada kalender Hijriyah dan masehi, puasa Ayyamul Bidh jatuh pada:

  • 13 Muharram 1444 H – Kamis, 11 Agustus 2022
  • 14 Muharram 1444 H – Jumat, 12 Agustus 2022
  • 15 Muharram 1444 H – Sabtu, 13 Agustus 2022

Niat Puasa Ayyamul Bidh

Bacaan niat puasa ayyamul bidh

نَوَيْتُصَوْمَاَيَّامَاْلبِيْضِسُنَّةًلِلهِتَعَالَى

Nawaitu Sauma Ayyami Bidh Sunnatan Lillahi Ta’ala.

Artinya: Saya berniat puasa sunnah ayyamul bidh karena Allah ta’ala.

Berbeda dengan puasa wajib, niat puasa sunah seperti Ayyamul Bidh ini boleh dilakukan di pagi hari atau setelah terbit fajar. Niat puasa boleh diucapkan secara lisan maupun di dalam hati. Bacaan niat puasa sunah boleh diucapkan di pagi hari.

Jika lupa membaca niat puasa Ayyamul Bidh pada malam hari, maka niat boleh diucapkan pada pagi hari dengan syarat belum makan atau minum dan melakukan hal-hal lain yang membatalkan.

Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh

Ada 9 keutamaan Puasa Ayyamul Bidh.

1. Seperti Puasa Sepanjang Tahun

Menjalankan ibadah puasa sunnah Ayyamul Bidh seperti berpuasa selama setahun.

BACA JUGA :   Renungan Harian Katolik, Sabtu 24 September 2022: Anak Manusia akan Diserahkan ke dalam Tangan Manusia

“Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari).

2. Tiket Surga Ar Rayan

Bagi umat muslim yang berpuasa akan mendapatkan pintu khusus untuk masuk surga saat di akhirat nanti. Bagi umat muslim yang berpuasa akan masuk melalui pintu Ar-Rayyan, termasuk orang yang melakukan puasa Ayyamul Bidh.

“Sesungguhnya di surga ada satu pintu yang namanya “Ar-Rayyan,” yang akan di masuki oleh orang-orang yang sering berpuasa kelak pada hari kiamat, tidak akan masuk dari pintu itu kecuali orang yang suka berpuasa. Di katakan : Manakah orang-orang yang suka berpuasa? maka mereka pun berdiri dan tidak masuk lewat pintu itu kecuali mereka, jika mereka telah masuk, maka pintu itu di tutup sehingga tidak seorang pun masuk melaluinya lagi.” (HR Bukhori dan Muslim).

3. Pahalanya Dilipatgandakan

Pahala orang berpuasa seperti halnya puasa Ayyamul Bidh akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah dari pada bau minyak kasturi.” (HR. Muslim).

4. Mendapat Balasan Langsung dari Allah

Dari Abu Hurairah RA., Rasulullah SAW., bersabda: “Allah ‘Azzawajalla berfirman -dalam hadits qudsi: “Semua amal perbuatan anak Adam-yakni manusia- itu adalah untuknya, melainkan berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu adalah untuk-Ku dan Aku yang akan memberikan balasan dengannya. Puasa adalah sebagai perisai -dari kemaksiatan serta dari neraka. Maka dari itu, apabila pada hari seseorang diantara engkau semua itu berpuasa, janganlah ia bercakap-cakap yang kotor dan jangan pula bertengkar. Apabila ia dimaki-maki oleh seorang atau dilawan dengan bermusuhan, maka hendaklah ia berkata: “Sesungguhnya saya adalah -sedang- berpuasa.”

5. Benteng dari Api Neraka

Puasa menjadi benteng dari api neraka. Para ulama hadis mengatakan benteng tersebut mengandung arti tabir yang melindungi orang berpuasa dari api neraka.

BACA JUGA :   Renungan Harian Kristen, Jumat 23 September 2022: Sasaran Seorang Pengabar Injil

6. Bergembira di Waktu Buka dan Ketika Bertemu Tuhan

Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan: “Orang yang berpuasa itu meninggalkan kesyahwatannya, juga makanannya semata-mata karena ketaatannya pada perintahKu. Seorang yang berpuasa itu mempunyai dua macam kegembiraan, sekali kegembiraan di waktu berbukanya dan sekali lagi kegembiraan di waktu menemui Tuhannya.”

7. Bau Mulut Orang Berpuasa Lebih Harum dari Kasturi

Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan: “Sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.”

8. Ada Keberkahan dalam Makan Sahur

Dari Anas RA. berkata: Rasulullah SAW., bersabda: “Makan sahurlah kalian, karena pada makan sahur itu terdapat keberkahan,” (HR Muslim).

9. Senantiasa dalam Kebaikan Selama Berbuka

Dari Sahal bin Saad RA: Bahwa Rasulullah SAW., bersabda: “Orang-orang itu senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka,” (HR Muslim).

Menurut riwayat Tirmidzi dari hadits Abu Hurairah RA, bahwa Nabi SAW.  bersabda: “Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: Hamba-Ku yang paling Aku cintai adalah mereka yang paling menyegerakan berbuka.”