Friday, October 30, 2020

Kapan Waktu yang Aman Bertemu Teman Setelah COVID-19?

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Salah satu hal yang banyak orang lewatkan selama lockdown atau pembatasan sosial berskala besar adalah bertemu dengan teman-teman.

Namun, ketika pergerakan orang telah dimulai dan beberapa tempat sudah mulai terbuka, kebanyakan orang bertanya-tanya kapan mereka akan dapat bertemu teman-teman mereka, tanpa terinfeksi dari COVID-19.

Meskipun sejumlah negara telah mencabut lockdown, namun mereka belum dapat menahan pengendalian virus yang ditandai dengan jumlah kasus positif yang msih terus meningkat setiap hari. 

Untuk keselamatan, penting bagi siapapun menjaga jarak, mengenakan masker saat pergi keluar dan selalu mencuci tangan dengan sabun secara benar

Dengan mengevaluasi seluruh situasi, kita masih butuh waktu untuk hal-hal untuk kembali normal. Bergaul dengan teman-teman di akhir pekan seperti masa lalu hanya akan mungkin ketika vaksin corona telah tersedia.

Para ilmuwan di seluruh dunia berusaha untuk menemukan penyembuhan yang efektif dari penyakit ini dan sesuai para ahli, itu tidak akan tersedia sebelum tahun depan. Jadi, sampai saat itu kamu harus berhati-hati tentang siapa yang kamu temui dan ke mana kamu pergi.

Berhati-hati

Kamu telah mengikuti pembatasan sosial berskala besar sejak 3 bulan terakhir untuk menjaga diri dari penyebaran virus corona. Tetapi sekarang ketika diizinkan untuk pindah dari satu tempat ke tempat lain, Kamu harus berhati-hati tentang siapa yang ditemui dan ke mana kita pergi. 

Jika lokasi yang kamu kunjungi memiliki jumlah besar kasus virus corona, maka hindari pergi ke sana. Kamu tidak tahu siapa yang terinfeksi. Lansia dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang dikompromikan perlu ekstra hati-hati karena mereka lebih rentan terhadap infeksi.

Terlepas dari ini, jika kamu merasa tidak enak maka hindari melangkah keluar dari rumah Anda. Untuk sementara, kamu juga harus menghindari makan atau minum apa pun di luar karena itu akan menyebabkan kekebalan tubuh terganggu.

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

OPINI : Korean Wave, Panutan Anak Jaman Now

FAJARPENDIDIKAN.co.id - "Army……!!! We love you! You're the best!!" begitu pekikan BTS diatas panggung saat konser. Penontonnya? Jangan tanya, bejibun. Fansnya ini...

SMA Islam Athirah 1 Makassar Gelar ‘Character Building’ Bagi Peserta Didik Kelas X

FAJARPENDIDIKAN.co.id - SMA Islam Athirah 1 Makassar menggelar kegiatan Character Building bagi peserta didik kelas X, Rabu (28/10/2020). Kegiatan tersebut digelar secara...

Penyelengaraan Merdeka Belajar, UNM-Unima Teken MoU

Makassar,FAJARPENDIDIKAN.co.id - Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) bersama dengan Universitas Negeri Manado (UNIMA), di Ruang Senat, Menara...

Hebat! MAN 2 Bone Antar Madrasah Ungguli Sekolah Umum di Kompetisi Ini

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Madrasah hebat dan bermartabat memang julukan yang pantas melekat pada madrasah. Betapa tidak, terlihat diera millenial ini, madrasah kian naik...

Polres Bone Perbanyak Edukasi di Operasi Zebra, Tapi…

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Satuan Lalu Lintas Polres Bone menggelar Operasi Zebra 2020 selama 14 hari, yakni sejak 26 Oktober hingga 8 November 2020...

REKOMENDASI