Saturday, October 24, 2020

Kasatker Dan Pamen Jajaran Lantamal VI Laksanakan Tes Garjas Periode II TA. 2020

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Dalam rangka menjaga dan mengetahui sampai sejauh mana kemampuan Kesegaran Jasmani (Garjas), para Kepala Satuan Kerja (Kasatker) dan Perwira Menengah (Pamen) satuan jajaran Lantamal VI melaksanakan kegiatan Test Kesegaran Jasmani (Garjas) Periode II TA. 2020 bertempat di lapangan Arafuru Mako Lantamal VI, Jum’at (18/09/2020).

Pelaksanaan test tersebut meliputi test kesegaran A yaitu lari dalam waktu 12 menit dan test kesegaran B yaitu: Pull Up, Sit Up, dan Push Up yang dilaksanakan selama 1 menit serta Shuttle Run.

Sebelum kegiatan dimulai, diawali dengan pengecekan personel dilanjutkan dengan pemeriksaan tahap awal untuk mengukur tensi dan denyut nadi bagi para peserta Garjas oleh Tim Kesehatan Lantamal VI.

Selama kegiatan berlangsung, Disminpers Lantamal VI melalui Sub bagian Pembinaan Jasmani (Binjas) Lantamal VI sebagai Koordinator kegiatan Test Garjas dan Tim Kesehatan Lantamal VI juga ikut memberikan dukungan dengan menempatkan tenaga medis beserta 1 unit mobil Ambulance Diskes Lantamal VI untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan serta mampu memberikan pertolongan pertama dan mempermudah proses evakuasi jika diperlukan.

“Kegiatan samapta ini merupakan progam yang harus dilaksanakan oleh setiap prajurit, tidak terlewatkan para Pamen dan Pama guna meningkatkan kemampuan fisik, kesegaran jasmani dan kesehatan sehingga diharapkan mampu menjalankan tugas sesuai dengan tanggungjawabnya dengan baik serta dalam pelaksanaannya pun tetap memperhatikan protokol kesehatan agar terhindar dari Covid-19”, ujar Kasubdis Jasmani dan Rekreasi (Jasrek) Disminpers Lantamal VI Mayor Laut (KH ) Paidi.

Asisten Personel (Aspers) Danlantamal VI Letkol Laut (E) Dendy Chandra, S.T., pun hadir mengawasi jalannya kegiatan tersebut sampai dengan selesai.

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Gandeng Dewan Pers, RSPP, dan Pertamina Berikan Tes Swab PCR Gratis 105 Insan Media

Jakarta, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Dengan menggandeng Dewan Pers, Pertamina memberikan pelayanan tes usap polymerase chain reaction (PCR) gratis kepada 105 insan media. Pelaksanaan tes...

Pramuka Saka Bahari Makassar Sambut Danlantamal VI Dengan Tiupan Pluit Khas TNI AL

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Anak – anak Pramuka Saka Bahari Makassar sambut kedatangan Komandan Pangkalan Utama TNI AL VI (Danlantamal VI ) Laksamana...

Wujudkan Kedokteran yang Berkeadilan, PSPD FKIK UIN Alauddin Miliki Jalur Afirmasi Agama dan Ekonomi

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan  (PSPD FKIK) UIN Alauddin Makassar telah resmi menerima mahasiswa baru sejak...

OPINI : The Real Impostor Negara Dan Suara Masyarakat

FAJARPEBDIDIKAN.co.id - Awal mulanya Omnibus Law menyuarakan tentang kenaikan gaji,pengurangan jam kerja dan semakin banyaknya lapangan kerja. Padahal realitanya Omnibus law menjadi...

Vidcon Antisipasi Covid-19, Libur akhir Oktober

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Dalam rangka antisipasi penyebaran Covid-19 saat libur panjang akhir Oktober 2020, sebagaimana ditetapkan dalam Keppres no 17 tahun 2020...

REKOMENDASI