Kesultanan Mataram, Dulu Menguasai Daerah Jawa

Dengan berdirinya Nagari Kesultanan Mataram, akhirnya Sutawijaya menjadi pemimpin Monarkhi dengan menyandang gelar Panembahan (Secara harfiah, berarti orang yang dijunjung).

Dia mengungkapkan, sifat pemerintahannya yang ekspansif dan mulai memproyeksasi manuver politiknya, ke arah Timur dari sepanjang Bengawan Solo.

Pada 1590, berhasil menaklukkan Madiun, lalu berbelok ke Timur, menaklukkan Kediri dan Ponorogo, 1591.

- Iklan -

Pada tahun itu juga, menaklukkan Jipang dan Jagaraga (sekarang Utara Magetan). Kekuasaan Sutawijaya, berhasil sampai ke Pasuruan.

Setelah berhasil menyatukan wilayah Pajang tersebut, Penembahan Senopati mengalihkan perhatiannya ke Jawa bagian Barat. Dengan menjalin hubungan baik dengan Cirebon, dan menaklukkan Galuh 1595. Dia juga berusaha menaklukkan Banten, 1597, namun gagal, dikarenakan kurangnya transportasi laut.

Baca Juga:  6 Pakaian Adat Jawa Barat yang Paling Unik dan Populer

Pada tahun 1601, Panembahan Senopati wafat. Dia dimakamkan di Kota Gede. Sebagai Raja Jawa dia berhasil membangun pondasi negara baru yang kokoh.

- Iklan -

Dia kemufian digantikan oleh Raden Mas Jolang yang kemudian bergelar Susuhunan Anyakrawati.

Kontak Pertama dengan VOC

Pada zamannya itulah terjadi kontak pertama antara Matara dengan Belanda (VOC). Kegiatan Belanda pada saat itu, hanya sebatas perdagangan dan pemukiman di pesisir utara Jawa. Interaksi mereka dengan pedalaam daerah Jawa dibatasi. Namun di baliknya, mereka membentuk siasat untuk melawan Mataram.

Baca Juga:  Kebudayaan di Sumatera Utara Terpopuler (Tari Tradisional & Rumah Adat)

Ditimpa kecelakaan sewaktu berburu kuda di hutan Krapyak, Susuhunan Anyakrawati wafat. Dia lalu diberi gelar Anumerta Panembahan Seda Ing Krapyak (Panembahan yang wafat di Krapyak).

- Iklan -

Suduhunan Anyakrswati lalu digantikan putranya, Pangeran Martapura. Namun, karena kesehatannya kurang fit, Pangerang Martapura lalu digantikan oleh saudaranya, Raden Mas Rangsang, 1613. Dia kemudian menyandang gelar Susuhunan Anyakra Kusuma. (Berlanjut/ana)

- Iklan -

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA TERBARU