Khutbah Jumat 23 September 2022, Agar Terhindar dari Azab

Khutbah Jumat 23 September 2022, Agar Terhindar dari Azab, Hidup ini tidak lepas dari cobaan dan ujian, bahkan cobaan dan ujian merupakan sunnatullah dalam kehidupan.

Manusia akan diuji dalam kehidupannya baik dengan perkara yang tidak disukainya atau bisa juga dengan perkara yang menyenangkannya. Sebagai hamba Allah, salah satu hal yang sangat kita harapkan dari Allah SWT adalah ampunan-Nya.

- Advertisement -

Karena, hal itu yang akan menyelamatkan kita dari azab yang pedih di akhirat kelak dan yang menyebabkan seseorang masuk ke dalam neraka karena dosa-dosanya melebihi pahala kebaikan yang dimiliki.

Oleh sebab itu ampunan dari Allah sangat diharapkan. Selain itu, penyesalan dapat mengarahkan untuk berbuat lebih baik dengan menyempurnakan keimanan dan ketaqwaan.

Komitmen juga merupakan hal yang penting saat ingin bertaubat, karena mendorong seseorang berperilaku positif menuju hasil yang diharapkan oleh orang yang melakukan perbuatan buruk.

- Advertisement -

Apalagi saat ini sedang memasuki bulan Muharram. Bulan di mana di dalamnya terdapat beberapa keistimewaan, karena terdapat banyak ibadah, keutamaan, dan peristiwa besar yang hanya terjadi di bulan tersebut.

Dilansir dari laman Seputarlampung.com berikut khutbah Jumat bertema, ‘Optimalkan Kesempatan Ini agar Terhindar dari Azab,’ disampaikan oleh Ust. Dr. Muhammad Wakhid Musthofa, M.Si, Bidang Pelatihan dan Dakwah, PW Ikadi DIY, sebagaimana dikutip Seputarlampung.com dari laman immimpangkep.ponpes.id.

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا
وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ
أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا الله وَ أَشْهَدُ اَنَّ محُمَدَّاً رَسُوْلُ الله خَاتِمُ الْأَنْبِيآءِ وَ الْمُرْسَلِيْنَ
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَ أَصْحَابِهِ وَ مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Jamaah sholat Jumat rahimakumullah,

Sebagai hamba Allah, salah satu hal yang sangat kita harapkan dari Allah SWT adalah ampunan-Nya. Inilah hal yang akan menyelamatkan kita dari azab yang pedih di akhirat kelak. Yang menyebabkan seseorang masuk ke dalam neraka karena dosa-dosanya melebihi pahala kebaikan yang dimiliki. Oleh sebab itu ampunan dari Allah sangat diharapkan.

Di antara sifat Rahman dan Rahimnya Allah swt, adalah Allah menjadikan hambanya waktu dan kesempatan. Jika seorang hamba mau memanfaatkan waktu dan kesempatan tersebut untuk beribadah kepada Allah dengan maksimal, maka ia dijanjikan ampunan dari Allah swt. Rasulullah menerangkan hal tersebut dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلىَ الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلىَ رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتُنِبَ الْكَبَائِرُ

Artinya:

“Sholat lima waktu, ibadah jumat ke ibadah jumat berikutnya, dan Ramadhan ke Ramadhan berikutnya akan menghapuskan kesalahan yang terdapat di antaranya selama dosa besar dijauhi”. (H.r. Muslim)

Jamaah sholat Jumat rahimakumullah,

Hadits diatas menegaskan kepada kita bahwa Allah telah anugerahkan untuk kita waktu dan kesempatan. Hendaknya anugerah Allah tersebut dapat dioptimalkan untuk meningkatkan ketaatan di hadapan Allah ta’ala. Mari kita telisik satu persatu dari kesempatan yang telah Allah berikan.

Pertama, kesempatan yang bersifat harian. Dalam hadits di atas Rasulullah menyampaikan bahwa sholat lima waktu yang satu ke sholat lima waktu berikutnya dapat menghapus dosa yang terjadi di antara dua waktu sholat tersebut, jika hamba tersebut menjauhi dosa-dosa besar. Artinya, setiap hari kita memiliki kesempatan sebanyak lima kali untuk mendapatkan ampunan Allah ta’ala.

Untuk itu, sholat yang kita dirikan harus berkualitas. Kualitas sholat kita terlihat dari seberapa khusyu’ kita dalam mendirikannya. Jangan sampai yang sholat hanya badan saja, sementara pikiran dan hati kita justru disibukkan dengan yang lain.

Agar pelaksanaan sholat bisa khusyu’ maka salah satu kiatnya adalah memahami bacaan sholat. Dengan cara demikian, fokus kita tertuju kepada sholat dan bukan kepada yang lainnya.

Jamaah sholat Jumat rahimakumullah,

Akan tetapi, adakalanya sholat seorang hamba tidak berkualitas dikarenakan banyaknya godaan saat sholat. Akibatnya, sholat tersebut tidak berkualitas dan belum cukup menghapus seluruh dosa-dosanya.

Dalam kondisi seperti itu Allah ta’ala masih memberikan kesempatan untuk mendapatkan ampunan yang sifatnya mingguan, yaitu melalui sholat jumat. Dalam hadits di atas Rasulullah menerangkan bahwa ibadah sholat jumat minggu ini dan ibadah sholat jumat minggu depannya akan menghapus dosa yang terjadi selama satu minggu, selama hamba tersebut menjauhi dosa besar.

Dengan demikian, sebagaimana sholat fardhu, pelaksanaan ibadah Jumat pun harus berkualitas. Salah satu ciri dari ibadah Jumat yang dilaksanakan dengan baik adalah ketika ia tidak terlambat menghadirinya.

Seorang muslim dikatakan terlambat menghadiri sholat Jumat ketika ia sampai di dalam masjid sementara khatib telah berdiri di mimbar dan muadzin telah mengumandangkan adzan. Pada waktu itu malaikat telah menutup catatan amalnya. Jadilah ia sebagai seorang yang ikut melaksanakan sholat Jumat namun tidak dicatat oleh malaikat. Untuk itu, marilah kita pastikan diri kita tidak terlambat dalam setiap sholat Jumat.

Jamaah sholat Jumat rahimakumullah,

Allah swt masih memberikan kepada hamba-Nya kesempatan untuk mendapatkan ampunan melalui ibadah yang datang kepada kita setahun sekali, yaitu ibadah Ramadhan.

Rasulullah SAW bersabda bahwa ibadah Ramadhan tahun ini dan ibadah ramadhan tahun depan akan menghapus dosa yang terjadi di antara keduanya selama menjauhi dosa besar. Kesempatan inilah yang tidak boleh disia-siakan. Rasulullah juga bersabda sebagai berikut.

مَن صَامَ رَمَضَانَ إيماناً واحْتِسَاباً غُفِرَ لَهُ ما تَقَدّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya:

“Barang siapa berpuasa ramadhan dengan landasan iman dan mengharap pahala dari Allah maka Allah akan mengampuni dosa dosanya yang telah lalu”. (H.r. Ahmad)

Demikian pula sabdanya yang lain.

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya:

“Siapa yang mendirikan sholat di malam Ramadhan dengan penuh keimanan dan harapan maka ia diampuni dosa-dosa yang telah lampau.”

Berdasarkan dua hadits ini maka ibadah selama Ramadhan, seperti sholat tarawih, tadarus Al-Qur’an, doa, dan dzikir akan menjadi penyebab turunnya ampunan Allah ta’ala kepada kita.

Khutbah Jumat 23 September 2022

- Advertisement -
RELATED ARTICLES
- Advertisment -