Sunday, June 7, 2020

Kuliah Tamu FKM dan Sekolah Pascasarjana Unhas Hadirkan Guru Besar dari Australia

- Advertisement -

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar kuliah tamu dengan menghadirkan pembicara Prof Andre Renzaho dan Dr Zulfan Tadjoeddin yang berasal dari Western Sydney University, Australia.

Kuliah tamu yang berlangsung di Aula Fachruddin, Sekolah Pascasarjana Unhas pada Selasa, 19 Februari 2019 ini, dihadiri oleh sekitar 150 peserta dan terselenggara atas kerja sama ALMI (Akademi Ilmuwan Muda Indonesia), Unhas SDGs Center, dan IKAMA (Ikatan Alumni Australia) Sulawesi Selatan.

kuliah tamu yang dibuka oleh Dekan Pascasarjana Unhas, Prof Jamaluddin Jompa, dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan FKM Unhas, Prof Sukri Palutturi, SKM, M Kes., MSc PH, PhD tersebut diawali dengan perkenalan singkat para pemateri yang disampaikan oleh Sudirman Nasir, PhD selaku moderator.

Baik Prof JJ, panggilan akrab Prof Jamaluddin Jompa maupun Prof Sukri, sepakat bahwa persoalan kesehatan itu cukup kompleks dan kadang kala berkolaborasi memandang dan mensolusi sebuah persoalan dengan menggunakan pendekatan multidisiplin itu lebih kompleks dan lebih efektif daripada mengerjakan dan menyelesaikan masalah secara sendiri-sendiri, termasuk sektor kesehatan dan pembangunan berkelanjutan ini.

Prof Andre Renzaho sebagai pemateri pertama membawakan materi berjudul “The Burden of Diseases in Indonesia: Progress and Challenges”. Dalam pemaparannya, Prof Andre mengemukakan bahwa saat ini, Indonesia mengahadapi beban ganda dalam persoalan kesehatan. Beban tersebut merupakan kombinasi antara keberlangsungan penyakit menular secara terus-menerus dan peningkatan angka kejadian penyakit tidak menular. Tantangan lain yang dihadapi ialah faktor sosial demografi serta cakupan jaminan kesehatan menyeluruh.

Pemateri kedua, Dr Zulfan Tadjoeddin, membawa materi berjudul “Health – A Key Determinant of Sustainable Development Outcomes”. Pengajar Humanitarian and Development Studies ini mengawali materinya melalui pemaparan konsep dan riwayat perjalanan panjang SDGs (Sustainable Development Goals) di dunia. Sembari menunjukkan data-data kesenjangan persoalan kesehatan, Dr Zulfan menyorot tiga isu kesehatan di Indonesia saat ini. Isu tersebut meliputi ketidaksetaraan/kesenjangan, privatisasi sektor kesehatan, dan perspektif kesehatan yang kini dijadikan komoditas oleh pihak tertentu.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para peserta antusias bertanya tidak hanya berasal dari kalangan mahasiswa, tetapi juga akademisi hingga praktisi profesional. Kegiatan kuliah umum kemudian diakhiri dengan pemberian plakat dan foto bersama.(*)

- Advertisement -

TERKINI

Tunjukan Empati di tengah Pandemi Covid-19 , Korcab VI DJA II Kunjungan ke Panti Asuhan dan Panti Jompo

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Merasa terketuk untuk saling berbagi rezeki dan peduli di suasana pandemi Covid -19 jajaran pengurus Korcab VI (Daerah...

Suasana Haru Warnai Penamatan Virtual SMP Islam Athirah Bukit Baruga

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sejumlah 115 siswa SMP Islam Athirah Bukit Baruga Angkatan XX resmi dinyatakan sebagai alumni. Perubahan status dari siswa menjadi alumni...

Ini Pesan Fatimah Kalla Pada Penamatan Virtual SMP Islam Athirah Bukit Baruga

FAJARPENDIDIKAN.co.id - SMP Islam Athirah Bukit Baruga menggelar penamatan siswa kelas IX, Ahad (7/6/2020). Sejumlah 115 siswa dalam acara yang digelar secara...

Dukung Ketahanan Pangan, Rumdis TNI AL Lantamal VI Dewakang B1 Di Tengah Kota Rasa Pedesaan

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Suasana pedesaan, di banyak tempat selalu menyenangkan. Begitu juga dengan kompleks Rumah Dinas (Rumdis) TNI AL Lantamal VI Dewakang...

REKOMENDASI