Rabu, Januari 20, 2021

Panitia Wisuda IAIN Bone Maksimalkan Persiapan, Mahasiswa Harap-harap Cemas Soal Ini

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Jadwal wisuda mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone tahap pertama secara virtual kiang dekat. Panitia pun tengah fokus mempersiapkan segala hal secara maksimal untuk menyukseskan momen kelulusan itu.

Hal tersebut sebagaimana yang disampaikan Ketua Panitia Wisuda IAIN Bone Andi Yusuf saat dihubungi FAJAR PENDIDIKAN.

“Saya masih fokus di persiapan (Wisuda IAIN Bone secara virtual) dan memastikan bisa berjalan lancar pada saat hari H,” ungkap Yusuf, kemarin.

Sementara itu, sejumlah mahasiswa calon wisudawan mengungkapkan kegamangannya mengikuti wisuda virtual. Mereka harap-harap cemas soal jaringan saat mengakses wisuda virtual.

“Yang saya khawatir saat disebut nama dan jaringan di kampung tiba-tiba tidak mendukung, jadinya wisuda bikin baper,” ungkap salah seorang mahasiswa calon wisudawan.

Atas kondisi yang dikhawatirkan itu, Ia pun berencana untuk ke rumah kerabat di wilayah perkotaan. Hal itu dilakukan untuk antisipasi jaringan tidak mendukung wisuda virtual yang akan diikutinya.

Diberitakan sebelumnya, IAIN Bone akan melaksanakan wisuda secara virtual pada 24 Oktober 2020 mendatang. Wisuda ini adalah pertama kalinya sepanjang pandemi Covid-19 menyerang.

Wisuda tahap pertama ini rencananya dihadiri oleh Wakil Menteri Agama (Wamenag) Republik Indonesia Zainut Tauhid Sa’adi. Wamenag dijadwal hadir secara virtual untuk memberi orasi ilmiah.

Wisuda akan dilaksanakan via daring dengan konsep virtual hologram. Selain virtual, dua orang wisudawan terbaik per prodi dijadwal hadir secara langsung di tempat pusat pelaksanaan wisuda virtual.

Nantinya, ketika giliran wisudawan disebutkan namanya, orang tua memindahkan kuncir toga ke sebelah kanan dan bersamaan itu pula tampil di layar utama wisudawan tersebut hadir di tengah-tengah panggung utama memberikan salam kepada anggota senat.

Dalam rencananya, peserta wisuda IAIN Bone secara virtual hologram ditargetkan diikuti kurang lebih 500 wisudawan/i.

Reporter: Abustan

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Sah! STIE Nobel Jalin Kerja Sama dengan PT Sulsel Citra Indonesia (Perseroda)

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Nobel Indonesia Makassar sepakat melaksanakan kerja sama dengan PT. Sulsel Citra Indonesia (Perseroda), senin 18...

Jasa Raharja Peduli Sasar Masyarakat Terdampak Covid-19 di Empat Lokasi Ini

FAJARPENDIDIKAN.co.id- PT. Jasa Raharja Cabang Sulawesi Selatan mengadakan giat pembagian sembako dengan mengusung tema “Pegawai dan Manajemen Jasa Raharja Berbagi Bantuan Donasi...

Peduli Gempa Sulbar, Sekolah Islam Athirah Galang Donasi

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah melalui Tim Athirah Peduli melakukan penggalangan donasi untuk korban terdampak gempa Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat,...

PBB Terbitkan Laporan Demografi; Populasi Laki-Laki Jauh Lebih Sedikit

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Baru-baru ini PBB menerbitkan laporang Demografi suku pertama 2019 yaitu manusia berjumlah 7.7 Milyar orang di planet bumi ini.

Opini : Potensi Unggul Generasi Terancam Demi Korporasi

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) bersama Google, Gojek, Tokopedia, dan Traveloka menyelenggarakan program Bangun Kualitas...

REKOMENDASI