Sabtu, Januari 23, 2021

Pembelajaran Jarak Jauh Telah Dikembangkan Sejak 1984

Saat ini tengah hangat diperbincangkan mengenai pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang hendak di permanenkan penggunaannya.

FAJARPENDIDIKAN.co.id- Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nizam mengatakan bahwa PJJ telah ada sejak 1984. Di mana awal mulanya diterapkan di universitas terbuka.

“PJJ ini sudah berjalan lama sejak 1984, sudah dibuka pembelajaran jarak jauh yang pertama melalui pembukaan universitas terbuka, kemudian di mulai PJJ dengan menggunakan modul cetak dan ini berkembang dari 90-an dengan penggunaan internet mulai masuk, mula-mula baru menggunakan email,” terangnya dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI secara virtual, Kamis (09/07).

Setelah itu, berkembang menggunakan LMS (learning management system) dengan digital library, di mana bahan ajar berbasis digital termasuk inisiasi ujian berbasis daring yang dimulai pada tahun 2000-an.

Kemudian pada 2003 hingga 2008 Global Development Learning Network (GDLN) yang merupakan teknologi video conference untuk berbagi kuliah di antara perguruan tinggi di Indonesia. Pada saat itu, yang memulai mempraktekan ini adalah dari Universitas Riau, Universitas Indonesia dan Universitas Hasanuddin.

“Kemudian berkembang menjadi inherent atay Indonesia Higher Education Network dari 2004 sampai 2014 yang menghubungkan 300 PT di Indonesia untuk berbagi kuliah, ini terus berkembang dengan dibukanya hylite atau hybrid learning for Indonesia teacher,” ujar dia.

Pada 2013, ada pembelajaran daring Indonesia terbuka dan terpadu, yang diikuti oleh 6 perguruan tinggi di Indonesia yang berbagi matkul di PT lain. Setelah itu, di 2016, pihaknya mengembangkan sistem pembelajaran daring pendidikan tinggi atau dikenal dengan SPADA.

PJJ juga terus ditingkatkan, di mana sebelumnya pada 2019, Kemenristekdikti pada waktu iti meluncurkan Indonesia cyber education istitute atau ICE Institute. Di mana tujuan utama dari ICE Institute adalah untuk memfasilitasi penyediaan pendidikan berkualitas sekaligus menjamin kualitas layanan pembelajaran daring dan pendidikan jarak jauh.(*)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Unhas Kembali Salurkan Satu Ton Ayam Palekko dan Telur Untuk Korban Gempa Sulbar

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui Fakultas Peternakan bekerjasama dengan PT. Charoen Pokphand kembali menyalurkan donasi berupa satu ton olahan ayam palekko...

Mahasiswa PBL Posko 9 Ujung Tanah FKM Unhas Gelar Penyuluhan Prokes dan Swab Test

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Salah satu rangkaian kegiatan PBL II FKM Unhas yakni melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat di Aula Kantor Kelurahan Ujung Tanah, Kecamatan...

Usai Dilantik, Ketua OPDIS SD Islam Athirah 2 Makassar Ucapkan Terima Kasih

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - SD Islam Athirah 2 Makassar menggelar pelantikan Organisasi Peserta Didik Intra Sekolah (OPDIS) dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK)...

SMAN 3 Wajo Raih Segudang Prestasi di Masa Pandemi Covid-19

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Menggantung asa dan pantang menyerah demi prestasi adalah keniscayaan. Inilah sebuah kalimat yang patut diberikan kepada segenap civitas akademi SMA...

Peduli, SMAN 15 Bone Galang Bantuan untuk Korban Gempa Sulbar

Bone, FAJARPRNDIDIKAN.co.id- Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama yang dilanda bencana, SMAN 15 Bone menggalang bantuan untuk korban gempa Sulawesi Barat (Sulbar). Bantuan...

REKOMENDASI