Tuesday, July 14, 2020

Pemerintah Kota Tarakan Inisiasi Kerjasama dengan FKM Unhas

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Pemerintah kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara menginisiasi kerjasama dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan, pendidikan, pelatihan, penelitian dan pengabdian masyarakat.

Rencananya penandatanganan kerjasama akan dilakukan pada hari Selasa, 11 Februari 2020.

Walikota Tarakan, dr H Khairul, M Kes. yang didampingi oleh beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah kota Tarakan banyak bernostalgia baik waktu kuliah di program S2 FKM Unhas maupun sebagai mahasiswa di Fakultas Kedokteran Unhas.

Demikian pula banyak bercerita bagaimana ia sampai terpilih menjadi Walikota Tarakan. “Banyak bersyukur kepada Allah SWT atas amanah apa saja yang diberikan, itulah yang terbaik,” pesan Khairul.

Lebih lanjut Khairul menjelaskan bahwa kerjasama ini lebih banyak ditekankan pada bidang pendidikan, pelayanan kesehatan, penelitian dan pengabdian masyarakat dengan mengoptimalkan pendayagunaan sumber daya yang dimiliki masing-masing.

“Kerjasama dalam penyelenggaraan, penyediaan, pengelolaan dan pendayagunaan sarana-prasarana dan fasilitas lain yang dimiliki para pihak dilakukan secara terencana, terintegrasi, transparan, akuntabel, efektif dan efisien untuk kepentingan bersama,” paparnya.

Dekan FKM Unhas, Dr Aminuddin Syam, SKM., M Kes., M Med Ed. yang didampingi oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan FKM Unhas, Prof Sukri Palutturi, SKM., M Kes., MSc PH, PhD. dan Ketua Program Studi S2 MARS, Dr Syahrir A Pasinringi, MS. menyampaikan terima kasih atas keinginan untuk bermitra dan mengembangkan kerjasama antara Pemerintah kota Tarakan dan FKM Unhas.

“Kami memiliki SDM guru besar dan doktor lebih dari cukup untuk digunakan dalam pengembangan kota Tarakan di berbagai bidang terutama di bidang kesehatan. Kerjasama ini juga dapat digunakan untuk mahasiswa kami yang melakukan pengabdian masyarakat, magang atau kegiatan lainnya,” terang Aminuddin. (FP)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak
MAJALAH FAJAR PENDIDIKAN

TERKINI

Bupati Barru Tegaskan, Proses Rapid Test Gratis Masyarakat Dipermudah

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Bupati Barru Suardi Saleh, mengimbau kepada Tim Gugus Tugas (TGT) Coronavirus deseases 2019 (Covid-19) Barru, agar mempermudah pelayanan rapid...

Posal Pinrang Lantamal VI Ikuti Apel Gabungan Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan Covid-19 di Makodim 1405/Mlts Parepare

Parepare, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Dalam rangka penegakan disiplin protokol kesehatan Covid-19 Kotamadya Parepare Sulsel, Personel Pos TNI AL (Posal) Pinrang Lantamal VI mengikuti...

OPINI: Era Digitalisasi Perpustakaan dan Budaya Keilmuan

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Sebenarnya metode ini sangat populis dan cukup diterima oleh berbagai kalangan terutama generasi muda yang setiap hari berkutat dengan gadget mereka. Kaitannya...

Mengapa Burung Nggak Pernah Nyasar?

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Studi baru mengatakan bahwa keberadaan protein tertentu di mata adalah faktor kunci dalam sistem navigasi burung. Navigasi memiliki nilai...

Adu Balap Burung-burung Tercepat di Dunia

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Hingga saat ini, para peneliti belum sepakat tentang burung apa yang paling cepat di dunia. Namun, tidak ada salahnya jika kita mengulas...

REKOMENDASI