Tuesday, July 14, 2020

Perlu Sinergi Wartawan Senior dengan PWI Peduli

Jakarta, FAJARPENDIDIKAN.co.id-PWI Peduli perlu melakukan program sosial pemanfaatan sumber daya manusia (SDM) dengan bersinergi para wartawan senior yang sudah pensiun, sebagai upaya meningkatkan kapasitas pribadi, khususnya untuk menjaga jaringan relasi (networking) yang sudah terjalin baik sebelumnya.

Menurut Dr Aqua Dwipayana, pakar komunikasi Universitas Padjadjaran (Unpad), pribadi wartawan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang sudah memiliki etos kerja yang tinggi dan pengalaman berkomunikasi, setidaknya menjadi bekal track record yang bagus.

“Apabila mereka sudah tidak bekerja di medianya lagi, setidaknya dapat aktif membantu norganisasi PWI Peduli untuk memanfaatkan networking-nya demi kepentingan PWI,” ujarnya dalam silaturahmi dengan tim PWI Peduli di Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Dwipayana menuturkan, para SDM mantan wartawan sebenarnya memiliki potensi yang dapat dikembangkan lebih besar dalam kegiatan sosial yang bersifat kepedulian bagi masyarakat luas. “Ketika mereka masih aktif bekerja sebagai wartawan tentunya sudah memiliki trust dan attitude di mata relasinya di masa lalu, perlu dimanfaatkan saat ini untuk kepentingan PWI Peduli,” ujarnya.

Dengan berbekal seperti itu, menurut Dwipayana, pemanfaatan SDM wartawan senior di berbagai daerah setidaknya dapat mampu meningkatkan kredibilitas para insan pers untuk terus berkarya dalam bentuk kepeduliannya kepada masyarakat luas.

Ketua PWI Peduli M Nasir menyambut baik usulan dari pakar motivator itu, dan dalam waktu dekat segera direalisasikan komunikasi dengan para wartawan senior yang ada di berbagai daerah di Indonesia, untuk persiapan program kerja PWI Peduli.

Untuk itu, Nasir mengingatkan kalangan wartawan senior untuk terus menjaga dan tetap berkomunikasi dengan para relasinya. “Yang penting niatnya menjaga silaturahmi dengan masyarakat, dan keikhlasan untuk membantu sesama,” ujarnya.

PWI Peduli adalah lembaga khusus yang bergerak di bidang sosial dan kepedulian masyarakat di bawah koordinasi PWI Pusat. Adapun kegiatan PWI Peduli selama ini sudah dilakukan di sejumlah PWI Provinsi di seluruh Indonesia. (FP/*)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak
MAJALAH FAJAR PENDIDIKAN

TERKINI

Bupati Barru Tegaskan, Proses Rapid Test Gratis Masyarakat Dipermudah

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Bupati Barru Suardi Saleh, mengimbau kepada Tim Gugus Tugas (TGT) Coronavirus deseases 2019 (Covid-19) Barru, agar mempermudah pelayanan rapid...

Posal Pinrang Lantamal VI Ikuti Apel Gabungan Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan Covid-19 di Makodim 1405/Mlts Parepare

Parepare, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Dalam rangka penegakan disiplin protokol kesehatan Covid-19 Kotamadya Parepare Sulsel, Personel Pos TNI AL (Posal) Pinrang Lantamal VI mengikuti...

OPINI: Era Digitalisasi Perpustakaan dan Budaya Keilmuan

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Sebenarnya metode ini sangat populis dan cukup diterima oleh berbagai kalangan terutama generasi muda yang setiap hari berkutat dengan gadget mereka. Kaitannya...

Mengapa Burung Nggak Pernah Nyasar?

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Studi baru mengatakan bahwa keberadaan protein tertentu di mata adalah faktor kunci dalam sistem navigasi burung. Navigasi memiliki nilai...

Adu Balap Burung-burung Tercepat di Dunia

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Hingga saat ini, para peneliti belum sepakat tentang burung apa yang paling cepat di dunia. Namun, tidak ada salahnya jika kita mengulas...

REKOMENDASI