Friday, August 14, 2020

Puasa, Sarana Pembinaan dan Pendidikan

FAJARPENDIDIKAN.co.id – Bulan Ramadhan, dimana para kaum muslimin melakukan ibadah puasa selama sebulan penuh pada bulan tersebut.
Bulan Ramadhan disebut juga Syahrut Tarbiyah, bulan pembinaan dan pendidikan. Pada bulan ini, ummat Islam dididik langsung oleh Allah SWT.
Tarbiyah atau Pembinaan dan pendidikan, meliputi : Tarbiyah Ruhiyah (pembinaan spritual), Tarbiyah jasadiyah (pembinaan jasmani), Tarbiyah ijtima’iyah (pembinaan sosial), Tarbiyah khuluqiyah (pembinaan akhlak), Tarbiyah jihadiyah (pembinaan jihad). Berikut, penjelasannya masing – masing.

Tarbiyah Ruhiyah (pembinaan spritual). Pada dasarnya, setiap ibadah yang Allah perintahkan kepada hamba hambanya, ada dua alasan. Selain merupakan kewajiban dan alasan diciptakannya manusia dan makhluk lainnya, juga merupakan sarana untuk membersihkan diri manusia itu sendiri dari kotoran dan dosa yang melumuri jiwanya. Sehingga tidak ada satu ibadah pun yang lepas dari arah tersebut.

Sholat, misalnya. Merupakan sarana untuk mencegah diri dari perbuatan keji dan mungkar. Zakat yang dikeluarkan orang kaya, merupakan sarana untuk membersihkan diri dan hartanya, dari kotoran yang terdapat dalam hartanya. Penjelasan ini, tersirat dalam surat At-Taubah (9) ayat 103 dan Al-Lail (92) ayat 18.

Tarbiyah Jasadiyah (pembinaan jasmani). Ibadah puasa tidak hanya membutuhkan pengendalian hawa nafsu. Juga membutuhkan kekuatan fisik. Karena puasa tidak diwajibkan bagi mereka yang kesehatannya tidak prima. Seperti orang tua yang renta, orang sakit, wanita yang sedang hamil tua atau menyusui. Serta orang yang sedang musafir (dalam perjalanan). Kesemuanya itu, merupakan keringanan (rukhsah) bagi mereka. (Baca surat al-Baqarah ayat 184)

Selain itu juga, berefek positif bagi kesehatan. Membersihkan usus – usus. Memperbaiki kerja pencernaan. Membersihkan tubuh dari sisa – sisa endapan makanan. Mengurangi kegemukan, dan menenangkan kejiwaan atas aspek materil yang ada dalam diri manusia. Tarbiyah Ijtima’iyah (pembinaan sosial). Selain melatih diri, puasa juga memiliki sisi pendidikan sosial. Apalagi dalam kewajiban puasa Ramadhan, seluruh ummat muslim diwajibkan berpuasa, tanpa terkecuali. Baik yang kaya maupun miskin, pria atau wanita, kecuali bagi mereka yang ada uzur. Disinilah letak pendidikan sosialnya. Mereka sama di hadapan Allah. Sama dalam merasakan lapar dan dahaga. Dan sama dalam kedudukan terhadap perintah Allah.

Tarbiyah Khuluqiyah (pembinaan akhlak). Puasa juga mendidik manusia untuk memiliki akhlak yang mulia dan terpuji. Sabar dan jujur seta tegar terhadap segala ujian dan cobaan. Tentang hal tersebut, Rasulullah Muhammad SAW bersabda dalam hadistnya yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. “Apabila seorang dari kamu sekalian berpuasa, maka janganlah ia berkata kotor dan berteriak. Bila dicela atau dimusuhi orang lain, katakanlah, aku ini sungguh sedang berpuasa,”.

Dalam hadist lain disebutkan Rasulullah SAW bersabda, ” Barang siapa yang tidak mampu meninggalkan perkataan dan melakukan perbuatan dusta, Allah tidak membutuhkan lapar dan dahaga mereka”. (HR Bukhari dan Abu Dawud).

Tarbiyah Jihadiyah. Puasa juga merupakan sarana dalam menumbuhkan semangat jihad dalam diri ummat. Terutama jihad dalam memerangi musuh yang ada dalam jiwa setiap muslim, mengikis hawa nafsu, dan berusaha menghilangkan dominasi jiwa yang selalu membawanya kepada perbuatan yang menyimpang.

Tentang hal tersebut, Allah SWT berfirman :” Barang siapa yang bersungguh sungguh di jalan Kami, maka Kami akan tunjukkan jalan – jalan Kami (jalan yang lurus”, (QS. 29 ayat 69).

Puncak tarbiyah yang dapat diraih seorang muslim pada bulan Ramadhan, mencapai maqam taqwa di sisi Allah SWT, sebagaiman yang telah difirmankanNYA di penutup perintah-Nya untuk berpuasa, “agar kamu bertaqwa”. Karena dengan berpuasa, kesehatan gaib (hati) dan jasad (jasmani) terjaga. (Dari berbagai sumber/ANA)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak
MAJALAH FAJAR PENDIDIKAN

TERKINI

Wadan Lantamal VI Bersama Forkopimda Sulsel Ikuti Rakorsus Tingkat Menteri Melalui Vidcon

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Wakil Komandan (Wadan) Lantamal VI Kolonel Laut (P) Baroyo Eko Basuki, S.H., M.M., bersama Forkopimda Sulsel mengikuti Rapat Koordinasi...

Jalin Silaturahmi, STIE Nobel Indonesia Jajaki Potensi Kerjasama dengan HIPMI Sulsel

FAJARPENDIDIKAN.co.id - STIE Nobel Indonesia melakukan pertemuan dengan jajaran pengurus DPD HIPMI Sulsel yang dihadiri langsung oleh ketua dua lembaga tersebut, Dr...

Rasa dan Wanginya Beda-beda, Ini nih Jenis Beras Putih Lokal Favorit Orang Indonesia

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Nasi adalah makanan pokoknya orang Indonesia. Nggak heran kalau ada ungkapan, ‘Belum makan namanya kalau belum makan nasi’. Saking vital...

150 Wartawan Dites Swab-PCR di Gedung Dewan Pers

Jakarta, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Pelaksanaan tes Swab-PCR (Polymerase Chain Reaction)yang diselenggarakan Dewan Pers bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Rabu, 12 Agustus...

Belanja Puas, Ini Tips Atur Keuanganmu

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Belanja saat pandemik begini memang bisa bikin penat dan stres hilang. Apalagi buat kamu si shopaholic, rasanya rutinitas belanja jadi kewajiban...

REKOMENDASI