Friday, October 30, 2020

Rektor UNM Wakafkan Dirinya Sebagai Bapak Angkat Mahasiswa Papua yang Ada di Makassar

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof. Husain Syam menyatakan, mewakafkan dirinya sebagai bapak angkat mahasiswa Papua yang sedang menempuh pendidikan di Makassar.

Hal tersebut ia ungkapkan saat makan malam bersama mahasiswa Papua yang ada di Makassar di rumah jabatan Rektor UNM, Selasa, 1 Oktober 2019.

“Saya menjadikan diri saya, mewakafkan diri saya sebagai bapak angkat untuk mahasiswa Papua yang ada di Makassar,” tagasnya.

“Setiap anda lewat di rumah ini, mampirlah ke rumah ini, ini rumah kita semua,” tambahnya.

Acara makan malam bersama pula dihadiri Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Drs Adnas, para Wakil Rektor, dan seluruh unsur pimpinan dalam lingkup UNM.

Selain itu Prof. Husain berpesan kepada mahasiswa Papua yang ada di Makassar  memanfaatkan waktu belajar sebaik mungkin agar nanti jika kembali ke kampung halamannya bisa mengaplikasikan ilmu yang ia dapatkan selama menempuh pendidikan di Makassar.

“Saya berharap anak-anakku dari Papua memanfaatkan waktu belajar sebaik mungkin agar suatu saat agar suatu saat mampu kembali daerahnya masing-masing untuk mengaplikasikan pengerahuannya,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga berencana akan menggelar festival budaya Nusantara yang melibatkan mahasiswa Papua, yang bertujuan untuk merajut kebersamaan dan saling memperkenalkan kebudayaan.

“Kita akan buat malam festival budaya Nusantara, pada kegiatan itu nantinya kita mau merajut kebersamaan dengan teman-teman perantau yang ada di Sulawesi Selatan, yang ada di Makassar tanpa ada urusan agama dan ras yang ada adalah bahwa kita bersaudara,” jelasnya.

Sementara itu, Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Drs Adnas mengapresiasi apa yang disampaikan oleh rektor UNM dan akan mendukung secara penuh apa yang direncanakan Rektor UNM.

“Apa yang disampaikan rektor UNM saya akan mendukung,” tegasnya.

Ia juga berpesan agar mahasiswa Papua tidak merasa asing selama menempuh pendidikan di kota Makassar.

“Dimana kita berada disitulah kampung kita, budaya yang berbeda warna yang berbeda, hal yang berbeda tidak akan mungkin memisahkan kita. jangan pernah merasa asing jangan pernah merasa berbeda, justru ini lah aset kita, inilah kekayaan kita,” pungkasnya. (FP/Rls)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

OPINI : Korean Wave, Panutan Anak Jaman Now

FAJARPENDIDIKAN.co.id - "Army……!!! We love you! You're the best!!" begitu pekikan BTS diatas panggung saat konser. Penontonnya? Jangan tanya, bejibun. Fansnya ini...

SMA Islam Athirah 1 Makassar Gelar ‘Character Building’ Bagi Peserta Didik Kelas X

FAJARPENDIDIKAN.co.id - SMA Islam Athirah 1 Makassar menggelar kegiatan Character Building bagi peserta didik kelas X, Rabu (28/10/2020). Kegiatan tersebut digelar secara...

Penyelengaraan Merdeka Belajar, UNM-Unima Teken MoU

Makassar,FAJARPENDIDIKAN.co.id - Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) bersama dengan Universitas Negeri Manado (UNIMA), di Ruang Senat, Menara...

Hebat! MAN 2 Bone Antar Madrasah Ungguli Sekolah Umum di Kompetisi Ini

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Madrasah hebat dan bermartabat memang julukan yang pantas melekat pada madrasah. Betapa tidak, terlihat diera millenial ini, madrasah kian naik...

Polres Bone Perbanyak Edukasi di Operasi Zebra, Tapi…

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Satuan Lalu Lintas Polres Bone menggelar Operasi Zebra 2020 selama 14 hari, yakni sejak 26 Oktober hingga 8 November 2020...

REKOMENDASI