Renungan Harian Katolik, Jumat 22 April 2022: Percayalah Maka Kamu Akan Memperolehnya

FAJAR Pendidikan

Renungan Harian Katolik, Rabu 22 April 2022 berjudul: “Percayalah Maka Kamu Akan Memperolehnya“.

HARI JUMAT DALAM OKTAF PASKAH (P)

Kis 4:1-12; Mzm 118:1-2.4.22-24.25-27a; Yoh 21:1-14.

Renungan Harian Katolik, Jumat 22 April 2022 dikutip dari halaman website renunganlenterajiwa. Sebagai penulis Fr. Simon Materay.

Ketika hendak merumuskan dan menilai keberhasilan suatu teori, seorang ilmuwan pasti bertolak dari pengalamannya.

Tanpa pengalaman maka sia-sialah teori itu, dan hal ini lantas menunjukkan betapa pentingnya pengalaman bagi manusia.

Namun pengalaman manusia sering terbatas. Karena keterbatasan itu manusia berusaha untuk masuk ke dalam pengalaman Allah yang tak terbatas itu.

Hari ini Kitab Suci mengisahkan pengalaman-pengalaman iman yang dialami oleh para murid setelah kebangkitan Tuhan Yesus.

Kisah Para Rasul mengisahkan tentang Petrus dan Yohanes yang berani bersaksi tentang Yesus kepada banyak orang, bahwa hanya di dalam Kristus ada kebangkitan dan keselamatan.

Ketika mendengar perkataan Petrus dan Yohanes, maka datanglah imam-imam serta orang-orang Saduki.

Rombongan itu menjadi marah lalu menangkap Petrus dan Yohanes dan menjadikan mereka tawanan. Meski begitu, kira-kira lima ribu laki-laki percaya akan kesaksian Petrus dan Yohanes.

BACA JUGA :   Akhlak Mulia Nabi Muhammad SAW

Pada keesokan harinya pemimpin Yahudi serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat mengadakan sidang di Yerusalem bersama imam Besar Hanas dan Kayafas, Yohanes dan Alexsander dan semua orang lain.

Petrus dan Yohanes dihadapkan pada sidang itu,  kemudian diperiksa dengan pertanyaan “Dengan Kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak sedemikian itu”?

Dengan penuh Roh Kudus, Petrus menjawab kepada mereka bahwa, dengan kuasa dan dalam nama Yesus orang Nazaret yang kamu bunuh itu, tetapi Allah membangkitkan-Nya kembali, kami telah melakukan semua itu.

Tindakan Petrus dan Yohanes itu membutuhkan iman dan ketaatan serta keberanian untuk melakukannya.

Ketika kita beriman, maka kita hendak berani bersaksi tentang hal-hal bajik sebagaimana yang telah ditunjukkan Petrus dan Yohanes.

Mereka berani bersaksi tentang pengalaman iman mereka agar kita juga mengalaminya dan bisa selamat.

Sedangkan, Injil hari ini  mengajak kita untuk percaya kepada kehendak dan perintah Allah, sebab pengalaman saja tidak cukup.

BACA JUGA :   Tahun Baru Islam, Hijrah dan Kebangkitan Komunal Umat

Kita harus melibatkan Allah dalam pengalaman karena melalui pengalaman, kita belajar untuk rendah hati akan Allah.

Para murid adalah orang-orang yang berpengalaman sebagai nelayan, tetapi toh malam itu mereka tidak mendapat apa-apa.

Ketika Yesus bertanya apakah ada lauk-pauk, mereka menjawab tidak, kemudian Yesus menyuruh mereka untuk menebarkan jala.

Ketika jala ditebarkan banyak ikan yang mereka dapat. Jumlah ikan yang mereka peroleh sebanyak 153 ekor.

Perkataan Tuhan sungguh luar biasa. Oleh karena pengalaman dan kepintaran kita terbatas maka kita membutuhkan Yesus untuk membantu kita. Kita pun hendak bertanya kepada Yesus: Tuhan apa yang harus aku lakukan dalam hidup ini?

“Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan yaitu kamu sendiri, namun Ia telah menjadi batu penjuru”. (Yoh 4:11)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan bantulah aku dengan Roh Kudus agar aku berani bersaksi demi nama-Mu. Amin.

Bagikan:

Maaf komentar belum bisa digunakan

BERITA DAERAH

BACA JUGA

- ADV D1 -
- ADV D2 -

TERKINI