Renungan Harian Katolik, Sabtu 30 April 2022: Tetap Melangkah

Renungan Harian Katolik, Sabtu 30 April 2022: Tetap Melangkah
Renungan Harian Katolik, Sabtu 30 April 2022: Tetap Melangkah.[Ilustrasi: Screenshot Halaman Renungan Lentera Jiwa]

Renungan Harian Katolik Lentera Jiwa, Sabtu 30 April 2022 berjudul: “Tetap Melangkah“.

Hari Biasa Pekan II Paskah (P)

Kis 6:1-7; Mzm 33:1-2.4-5.18-19; Yoh 6:16-21

Renungan Harian Katolik Lentera Jiwa, Sabtu, 30 April 2022 dikutip dari halaman website renunganlenterajiwa. Sebagai penulis Fr. Angky Savsavubun.

Injil hari ini mengisahkan tentang Yesus berjalan di atas air. Kisah ini juga terdapat dalam Injil Matius dan Markus.

Ketiga Injil ini sama-sama mengisahkan bahwa peristiwa ini terjadi setelah peristiwa penggandaan roti.

Setelah Yesus memberi makan orang banyak, Ia memilih untuk menyendiri. Ia memisahkan diri dari orang banyak dan para murid.

Injil Matius dan Markus menjelaskan bahwa Yesus berbuat demikian karena Ia ingin berdoa kepada Bapa-Nya.

Namun hal berbeda ditulis oleh Injil Yohanes. Yohanes menceritakan bahwa Yesus memisahkan diri karena tidak mau diangkat sebagai raja.

Setelah peristiwa itu, Yesus membiarkan para rasul sendirian. Mereka kemudian menyeberang ke Kapernaum.

Namun di tengah perjalanan mereka dilanda angin kencang “Ketika hari sudah mulai gelap Yesus belum juga datang mendapatkan mereka, sedang laut bergelora karena angin kencang (Yoh. 6:17-18)”.

BACA JUGA :   Khutbah Jumat 23 September 2022: Islam Melarang Bullying atau Perundungan

Meski pun demikian mereka tetap melanjutkan perjalanan sambil menunggu datangnya Yesus.

Akhirnya Yesus datang menghampiri mereka dengan berjalan di atas air lalu menolong mereka, bahkan memudahkan perjalanan mereka “Mereka mau menaikan Dia di dalam perahu, dan seketika juga perahu itu sampai ke pantai yang mereka tujui (Yoh. 6:21)”.

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menjumpai banyak kesulitan. Ada rupa-rupa tantangan dan cobaan yang kita hadapi.

Dalam situasi ini muncul berbagai respon, entah positif maupun negatif. Kita mungkin bertanya: mengapa hal ini bisa terjadi? Mengapa saya selalu dilanda permasalahan? Apa salah saya? Atau bahkan ada yang bertanya ” Dimanakah Tuhan sehingga saya dibiarkan seperti ini?

Sebagai umat beriman, kita mesti meneladani tindakan para rasul. Saat menghadapi kesusahan, para rasul tetap sabar.

BACA JUGA :   Renungan Harian Kristen, Kamis 22 September 2022: Tuan dan Guru bagi Seorang Pengabar Injil

Mereka tidak putus asa lalu menghentikan perjalanan melainkan tetapi berusaha untuk melanjutkan perjalanan sambil menunggu datangnya Yesus.

Kita mesti menyadari bahwa Yesus tidak pernah membiarkan kita seorang diri. Ia akan selalu ada dan menemani kita dalam setiap situasi yang kita hadapi.

Oleh karena itu, saat kita menghadapi kesulitan hendaknya kita selalu bersabar dan dalam iman yang teguh kita harus bertahan dari setiap permasalahan yang kita hadapi.

Hal ini berarti bahwa kesulitan bukan dihadapi dengan pengeluhan dan kecemasan yang berlebihan tetapi dengan iman dan usaha yang kita lakukan.

Yesus akhirnya menghampiri para rasul bahkan memudahkan perjalanan mereka ke tempat yang mereka tujui.

Hendaknya kita seperti para rasul yang tetap melanjutkan perjalanan dengan penuh iman dan pengharapan.

“Sesudah mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu” (Yoh. 6:19)

Marilah berdoa:

 Tuhan, kuatkanlah imanku dan berkatilah segala usahaku. Amin