Renungan Mingguan Kristen: Gereja yang Berbuah dalam Relasi dengan Allah

Renungan Mingguan Kristen 5-11 Mei 2024 berjudul: Gereja yang Berbuah dalam Relasi dengan Allah

Bacaan untuk Renungan Harian Kristen hari ini diambil dari Kitab Kisah Para Rasul 8 : 26 – 40

Renungan Mingguan Kristen hari ini mengisahkan tentang Gereja yang Berbuah dalam Relasi dengan Allah

- Iklan -

Pengantar:

Di Minggu Paskah keenam ini, kita memaknainya sebagai kemenangan Yesus Kristus yang telah memperdamaikan manusia dengan Allah. Melalui kematian dan kebangkitan Kristus, mengarah pada relasi yang telah dipulihkan antara Allah dan manusia.

Kristus Yesus telah menjadi jembatan yang menghubungkan jurang yang terputus karena dosa. Hal terpenting dalam keselamatan sesungguhnya adalah relasi. Relasi dengan Allah dan relasi dengan sesama.

- Iklan -

Renungan Mingguan Kristen, 5-11 Mei 2024

Dalam bacaan kita saat ini memperlihatkan contoh hidup seorang Diaken bernama Filipus yang melekat pada Yesus Kristus. Ini menjadi buah kesaksian yang nyata dan indah.

Perjalanan hidup sebagai saksi Kristus membawanya keluar dari Yerusalem menuju Samaria dan dengan petunjuk Tuhan berjumpa dengan sida-sida Etiopia yang juga adalah pejabat istana (ayat 27). Perjalanan yang penuh tantangan dan ancaman kematian sebagaimana yang dialami oleh Stefanus, rekan sepelayanan yang dirajam dengan batu sampai mati (Kis. 7:60).

Jalanan yang dilalui oleh Filipus adalah jalanan yang menurun dan sunyi (ayat 26), tentu penuh tantangan dan ancaman. Tetapi tidak menyurut-kan semangat kasih yang hidup di dalam diri Filipus yang tanpa protes mengikuti perintah Tuhan melalui malaikat-Nya.

- Iklan -

Perjumpaan yang terjadi dalam relasi yang baik antara Filipus dengan Sida-sida dari Etiopia kemudian terjadi suatu perubahan di dalam hidup dengan meminta dan memberi diri untuk dibaptis oleh Filipus (setelah mendengar pengajaran/ke-saksian dari Filipus tentang ‘siapa’ yang disebut dalam kitab Yesaya 53:7-8).

Baca Juga:  Renungan Harian Kristen, Minggu, 9 Juni 2024: Hal Paling Baik Dilakukan Berikutnya

Hal ini memberikan gambaran bahwa baptisan dilakukan karena iman yang tumbuh dari pendengaran akan ajaran yang baik dan benar melalui tuntunan Roh Kudus, Yesus Kristus sebagai Anak Allah sekaligus menjadi tanda penyerahan diri kepada kesatuan Gereja yang Esa, yang tidak dibatasi dengan berbagai perbedaan: bangsa, status sosial, tempat dan waktu.

Karena Gereja adalah perwujudan tubuh Kristus sebagaimana yang tertulis di dalam Mazmur 22: 28-29 (TB 2); ‘Segala ujung bumi akan……”.

Dalam Yohanes 15: 1-8, Yesus Kristus adalah Pokok Anggur, sebuah kiasan yang menggambarkan suatu relasi/hubungan hidup beriman yang ‘sengaja’ dilakukan sehingga nampak buah-buah kehidupan yang tidak hanya muncul dengan sendirinya, sebab ranting yang rusak akan dipangkas dan dibakar, sementara yang berbuah akan dibersihkan (ayat 2, 6).

Tanda dari kehidupan bersama Yesus Kristus sebagai Anak Allah adalah hidup yang mengasihi (1 Yoh.4 : 7-21). Hidup yang mengasihi, bukan hal yang mudah. Banyak tantangan yang dihadapi. Tantangan dari luar maupun dari dalam diri kita.

Karena itu, Rasul Yohanes memberi nasihat bahwa di dalam kasih yang sempurna tidak ada rasa gentar dan takut, karena ketakutan mengandung hukuman. Jadi, siapa yang takut, berarti tidak sempurna di dalam kasih (1 Yoh 4:18 TB).

Baca Juga:  Renungan Harian Kristen, Minggu, 19 Mei 2024: Dari Kehancuran Aku Bangkit

Aplikasi

Beberapa hal yang menjadi perenungan di minggu Paskah kelima ini adalah:

  1. Gereja yang adalah tubuh Kristus harus terus mengalami pertumbuhan di dalam iman dan percaya dengan tetap menciptakan relasi yang intim baik kepada Tuhan Allah juga sesama. Dengan demikian, siap untuk memberitakan Injil di segala musim kehidupan dan di mana pun berada. Tidak hanya dalam zona nyaman, melainkan dalam medan yang sunyi dan menurun sekalipun tetap memberita-kan kabar sukacita. Sebagaimana perintah Yesus di dalam Matius 28:18-20. Pemberitaan melalui pengajaran yang baik dan benar dan tidak boleh terputus sepanjang Gereja itu ada.
  2. Kehidupan bergereja dengan bendera Oikumenis, maka peran penting semua yang berkontribusi: warga Gereja, pejabat Gereja secara lokal maupun nasional, dari aras Sinodal, Klasis dan Jemaat, bersama-sama melaksanakan perintah Tuhan Yesus melalui pola hidup yang mengasihi. Dengan demikian, apapun ancaman dan tanta-ngan, Gereja terus menyatakan karya-karya Allah yang nyata dalam berbagai pola pelayanan serta berbagai ruang kehidupan. Semakin dibabat semakin merambat, itulah Gereja yang harus tetap hidup, bertumbuh dan berbuah untuk menyatakan kesaksian sebagai ranting yang memiliki relasi dengan Pokok Anggur Yang Sejati. Amin! (SJS)

Demikian Renungan Mingguan Kristen, 5-11 Mei 2024 diambil dari Kitab Kisah Para Rasul 8 : 26 – 40 mengisahkan tentang Gereja yang Berbuah dalam Relasi dengan Allah dan disadur dari Renungan Mingguan (Rannu) Gereja Kristen Sulawesi Selatan (GKSS).

- Iklan -

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA TERBARU