Sasar SDGs, Mahasiswa Magang FKM Unhas Ikuti Kegiatan Aksi Bergizi di Sekolah

Kementerian Kesehatan menggelar Gerakan Nasional Aksi Bergizi dalam rangka menekan kasus stunting di Indonesia melalui pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) kepada seluruh remaja putri di Indonesia secara serentak pada Rabu (26/10).

- Advertisement -

Tujuan Gerakan Nasional Aksi Bergizi ini adalah untuk menekan angka kasus stunting, khususnya di wilayah Sulawesi Barat yang salah satunya dilaksanakan di SMP Negeri 1 Majene sebagai lokus dengan pemberian TTD kepada seluruh remaja putri.

- Advertisement -

Kegiatan ini diprakarsai oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Majene dan Puskesmas Banggae I.

- Advertisement -

Tamu undangan kegiatan ini diantaranya, Wakil Bupati Majene, Kementerian Agama Kabupaten Majene, dan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Majene.

BACA JUGA :   Melawan Mager UT Makassar Gelar Fun Walk Diikuti Ribuan Peserta dari Daerah Sulsel

Adapun kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Majene dan penyambutan oleh Kementerian kesehatan melalui zoom.

Mahasiswa magang yang ikut serta dalam kegiatan ini adalah Tahnia Wafiq Anugrah Yusuf dan Nailah Hafizhah yang merupakan mahasiswa departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku FKM Unhas.

Kegiatan ini diawali dengan senam, sarapan bersama remaja putri, dan pengukuhan duta Ceria (Cegah Remaja dari Anemia).

Setelah itu, penandatanganan MOU optimalisasi pemberian Tablet Tambah Darah lalu dilanjutkan dengan penyambutan dan arahan oleh Menteri Kesehatan melalui zoom, minum Tablet Tambah Darah secara serentak, dan diakhiri dengan jinggle flashmob Tablet Tambah Darah oleh remaja putri.

BACA JUGA :   Pelepasan Mahasiswa Sakura Science Program Unhas – Ehime University 2022

Adapun kegiatan ini sejalan dengan tujuan kedua pada butir 2 SDGs (Sustainable Development Goals) yakni memperbaiki nutrisi atau mengakhiri segala bentuk malnutrisi dalam rangka penurunan kejadian stunting pada anak dan kebutuhan gizi remaja putri.

“Majene merupakan salah satu lokasi dengan angka stunting yang tinggi,” ungkap Arismunandar Kalma, S.STP., M.M dalam sambutannya.

“Maka dari itu, mari sukseskan kegiatan ini agar Majene dapat terhindar dari kejadian stunting.

Selain itu, diharapkan agar kegiatan ini dapat dilakukan secara rutin oleh sekolah,” tutupnya.

Bagikan

REKOMENDASI UNTUK ANDA
- Advertisment -

POPULER: