- Advertisement -

Siswi SMA Islam Athirah Bone Raih Juara 3 pada Musabaqah Hifdzil Hadits Kategori 500 Hadits

MAKASSARSMA Islam Athirah Bone kembali unjuk gigi dalam Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits (STQH) Kota Makassar.

Siti Shofiyyah Isra Amri, salah satu siswi kelas XII SMA Islam Athirah Bone yang berhasil menyabet Juara 3 Musabaqah Hifdzil Hadits Kategori 500 Hadits.

-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Saat diwawancarai secara langsung, Shofiyyah, panggilan akrabnya, mengaku bersyukur dapat meraih juara pada lomba hafalan hadits yang baru kali pertama ia ikuti.

Terlebih, persiapan lomba yang diikutinya ini hanya dalam waktu dua pekan.

“Persiapannya memang terbilang singkat, hanya dalam waktu hampir dua pekan. Sempat deg-degan karena ini adalah pertama kalinya saya mengikuti lomba hafalan hadits. Sejak dulu, saya memang berniat ikut berkompetisi, apalagi saya dengar, yang mengikuti dan menjuarai lomba ini kebanyakan adalah ikhwan. Akhirnya saya tertantang untuk ikut dan alhamdulillah mendapat kesempatan tersebut, bahkan Allah memberi rezeki, saya bisa juara 3.”ungkap gadis asal Bulukumba ini.

BACA JUGA:  Keren, BMJ SD Islam Athirah 2 Bukit Baruga Gelar Go Green
-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Meski durasi persiapan yang cukup singkat, Shofiyyah mengaku cukup terbantu dalam menghafal hadits melalui program rutin sekolah seperti kajian Islami dan pembacaan hadits selepas salat berjamaah dhuhur dan ashar.

“Alhamdulillah di Athirah Bone, setiap selesai salat berjamaah dhuhur dan ashar, ada program pembacaan hadits secara bergiliran oleh siswa. Dari situ, saya cukup banyak mendengar hadits-hadits berikut perawinya. Selain pembacaan hadits, kajian-kajian Islami yang digelar di sekolah juga sangat membantu. Oh iya, di pembelajaran PAI dan bahasa Arab juga membuat saya cukup mudah untuk menghafalkan hadits karena kosakatanya familiar di kedua mata pelajaran tersebut.”

BACA JUGA:  Dipandu Guru, Begini Kegiatan Rutin Murid SD Inpres 5/81 Sappewalie

Selama mengikuti lomba, siswa yang juga jago Fisika ini mengaku tantangan yang dihadapi adalah menganalisis perawi dari hadits yang disampaikan oleh dewan hakim.

-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Para pesaing dalam kompetisi tersebut juga sempat membuat Shofiyyah cukup gentar, namun ia kembali menguatkan diri dan fokus pada pertanyaan dewan hakim yang diajukan padanya.

“Apalagi ini lomba yang berbeda dengan lomba yang sering saya ikuti, seperti Musabaqah Fahmil Quran (MFQ), atau Musabaqah Syahril Quran (MSQ). Jadi memang perlu effort yang berbeda”, tutupnya. (Eva Rukmana-Web Athirah Bone)

Bagikan

REKOMENDASI UNTUK ANDA
- Advertisment -

POPULER: