Sunday, September 20, 2020

Tanggap Banjir Bandang, Tim FKIP Peduli Terjun Langsung Menuju Luwu Utara

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Makassar Dr. Abd. Rakhim Nanda secara resmi melepas keberangkatan relawan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang akan mengantar bantuan kemanusiaan bagi korban banjir bandang di Luwu Utara. Pelepasan digelar di pelataran parkiran Unismuh Makassar, Jumat, 17 Juli 2020.

Rakhim Nanda berpesan agar tim relawan melakukan aksi sosial tersebut dengan tulus ikhlas.

“Pimpinan Universitas, sangat mendukung Gerakan kemanusiaan yang dijalankan FKIP Unismuh tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu Dekan FKIP Unismuh Makassar Erwin Akib menyampaikan terima kasih atas dukungan Pimpinan Universitas.

“Alhamdulillah kita juga sudah menambahkan bantuan berupa 2.200 lembar masker untuk masyarakat Luwu Utara. Selain itu, kita juga sudah menyiapkan sekitar 500 lembar pakaian dalam untuk ibu-ibu dan remaja. Informasi kebutuhan ini kami peroleh dari Pemerintah Kabupaten Luwu Utara,” tambahnya.

Selain itu, Tim FKIP telah menyiapkan sejumlah kebutuhan konsumsi seperti 200 dos air mineral, 900 kaleng susu cair, 500 buah susu kemasan dos, dan 20 dos biskuit. Kebutuhan penerangan yang disiapkan berupa 2000 batang lilin. Dan juga pakaian layak pakai juga telah disiapkan belasan karung.

Program kemanusiaan FKIP Unismuh memang telah menjadi salah satu bagian dari kegiatan pengabdian Masyarakat yang dikemas dalam bentuk “Gerakan Ta’awun”. Program ini diluncurkan sejak 1 Juni 2020, bersamaan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh tim gabungan BPBD Sulsel di lapangan diketahui, ratusan rumah warga di Kab. Luwu Utara, Sulawesi Selatan, dihantam banjir bandang pada Senin malam (13/7). Untuk status data korban hingga Jumat (17/7), pukul 17.00 WITA, jumlah korban sebanyak 1.594 orang, selamat 1.542 orang, meninggal dunia 36 orang, dan dalam pencarian 16 orang.

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Awali Kepengurusan, LD Al-‘Aafiyah FKM Unhas Gelar Daurah Pengurus

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Lembaga Dakwah Al-'Aafiyah FKM Unhas melaksanakan daurah pengurus pada hari sabtu, 19 September 2020. Kegiatan ini dilaksanakan melalui  zoom cloud...

Kapolres Barru Serukan Pilkada Damai 2020, Di Takkalasi

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Barru AKBP Welly Abdillah, menyerukan Pemilukada Damai, saat menggelar kegiatan Sosialisasi Pilkada Damai 2020 dan...

Danyonmarhanlan VI Hadiri Rakor Pemilu dan Peningkatan Disiplin Protokol Kesehatan Pemkot Makassar

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Komandan Batalion Marinir Pertahanan Pangkalan VI (Danyonmarhanlan VI) Letnan Kolonel Marinir Gigih Catur Pramono, S.H, M.T.r. Opsla menghadiri Rapat...

Sekolah Islam Athirah Berikan Penghargaan Guru dan Karyawan Berprestasi

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah kembali memberikan apresiasi kepada guru dan karyawan berprestasi. Pengumuman apresiasi bertajuk Human Capital Award 2020 itu dilaksanakan...

Luar Biasa, Guru TK Islam Athirah 2 ini Raih Penghargaan The Best Teacher

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah (SIA) menggelar kegiatan forum jumat pada hari Jumat, 18 September 2020. Kegiatan forum jumat kali ini berbeda...

REKOMENDASI