Monday, October 26, 2020

Tenaga Medis RSPTN Unhas Terima Bantuan APD dari IAI Sulsel

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) ambil bagian dalam upaya penanggulangan penyebaran Covid-19, dengan menyalurkan Alat Pelindung Diri (APD)  bagi para tenaga medis di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin.

Penyerahan bantuan berlangsung di Posko Induk Tim Satgas Covid-19 Unhas, Selasa (28/4).

Ketua Center of Microfinance Unhas yang juga Ketua IAI Sulawesi Selatan, Prof Dr Gagaring Pagalung, SE., MSi., Ak., CA., menjelaskan kegiatan ini adalah inisiatif bersama anggota IAI Sulawesi Selatan untuk merespon situasi darurat Covid-19.

“Kita ingin mengambil peran dalam masa darurat Covid-19 ini. Kami membuka Dompet Peduli IAI Sulawesi Selatan melalui grup whatsapp dan jaringan kampus, khususnya anggota kami para akuntan,” jelas Prof Gagaring.

Lebih lanjut, Prof Gagaring menambahkan bahwa saat yang bersamaan Ikatan Akuntan Indonesia Kompartemen Akuntan Pendidik seluruh Indonesia (IAI KAPd) juga membuka kegiatan donasi.

Setelah terkumpul dana dari seluruh Indonesia yang berpusat di Jakarta, dana itu kemudian didistribusikan dan digunakan untuk membeli kebutuhan APD tenaga medis.

“Saya sebagai Ketua IAI Sulawesi Selatan dihubungi dan mendapat pembagian APD untuk wilayah Sulawesi Selatan. Saat yang sama IAI Sulsel juga telah berhasil menghimpun dana donasi. Maka kami putuskan untuk menggabungkan semua dana tersebut untuk membeli APD dan alat kesehatan lainnya,” tambah Prof Gagaring.

Dalam kesempatan tersebut, IAI berhasil menyalurkan 60 set APD lengkap, 10 set Google glass atau kacamata APD, dan lima kotak masker tiga lapis dan satu thermogun (alat pengukur suhu tubuh elektrik).

Melalui keterlibatan ini, IAI berharap bisa membantu para tenaga medis untuk memerangi dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Sehingga, permasalahan bisa segera terselesaikan dengan bantuan dan dukungan semua pihak.

“Mudah-mudahan dapat menyelamatkan jiwa manusia dan disaat yang sama bantuan tersebut dapat keberkahan dalam bulan ramadhan ini, Aamiin,” tutup Prof Gagaring.(FP)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Unibos Kukuhkan 537 Wisudawan, Orang Tua Saksikan Secara Daring

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Rektor Universitas Bosowa (Unibos) hari ini kukuhkan 537 Wisudawan yang dilakukan secara offline bagi para wisudawan dan online untuk...

Nelayan Terima Mesin Konversi BBM ke BBG

Pangkep, FAJARPENDIDIKAN.co.id-Nelayan tangkap mendapatkan bantuan konverter dari mesin BBM ke bahan bakar gas (BBG). Ini merupakan bantuan Kementerian ESDM bekerjasama Komisi VII...

Kunjungan Kerja, Bupati Pangkep Resmikan SPBU

Pangkep, FAJARPENDIDIKAN.co.id-Bupati Pangkep, Syamsuddin Hamid, meresmikan secara langsung SPBU satu harga di Pulau Kalu - Kalukuang, Kecamatan Liukang Kalmas, Rabu (21/10).

Sehari Jelang Sertijab, Kadiskes Lantamal VI Makassar Berpamitan

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sehari jelang Serah Terima Jabatan (Sertijab), Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Pangkalan Utama TNI AL VI (Lantamal VI) Letkol Laut...

Vicon Bersama Tim Penilai Nasional Kemenpan RB, Lantamal VI Paparkan Evaluasi Perkembangan Pembangunan Zona Integritas

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Zona Integritas (ZI) Reformasi Birokrasi (RB) yang sedang dilaksanakan oleh Pangkalan Utama TNI AL VI (Lantamal VI) untuk menuju...

REKOMENDASI