Saturday, September 19, 2020

Tim Sertifikasi Arah Kiblat Sambangi MIN 7 Bone, Ini Tujuannya

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id– Tim Pogram Bersama Sertifikasi Arah Kiblat menyambangi MIN 7 Bone yang berlokasi di Jl Mappadeceng, Kelurahan Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat.

Kedatangan Tim yang terdiri dari unsur Kemenag, IAIN Bone, DMI Bone dan LP2M IAIN Bone tersebut untuk mengukur arah kiblat di MIN 7 Bone. Pasalnya, madrasah ini berencana membangun Musholah di lingkungan Madrasah.

Kepala Madrasah (Kamad) MIN 7 Bone, Husaing SPd mengatakan, pengukuran arah kiblat sebagai langkah awal untuk pembangunan musholah di MIN 7 Bone berjalan lancar. Kebutuhan pembangunan Musholah, lanjutnya, sangat mendesak di sekolah yang dipimpinnya.

“Saya lihat murid kesulitan saat mau sholat karena di dalam kelas, jadinya harus pindahkan lagi kursi. Apalagi dua kali sholat, duha dan dhuhur. Jadi kami lihat ini sangat perlu dibangun Musholah,” ungkap Kamad MIN 7 Bone Husaing SPd kepada FAJAR PENDIDIKAN, Rabu (12/2/2020).

Lebih lanjut Husaing mengatakan, rencana pembangunan musholah itu pun telah mendapat restu dari komite sekolah dan mendapat dukungan dari pihak orang tua murid.

“Sudah rapat bersama dan saat itu disetujui serta mendapat dukungan,” ungkapnya.

Selain rencana pembangunan musholah, Kamad MIN 7 Bone juga tengah membenahi sarana dan prasarana, kebersihan serta estetika di lingkungan madrasah. Ia bertekat, segala hal yang memungkinkan dilakukan di Sekolah yang dipimpinnya, akan terus diupayakan demi terwujudnya tempat pendidikan yang lebih baik. Saat ini, kata dia, tengah fokus beberapa aspek untuk diterapkan di sekolahnya.

“Semenjak saya masuk sebagai Kamad di MIN 7 Bone, ada beberapa aspek yang akan saya benahi. Misal lapangan sekolah, kebersihan dan beberapa program yang akan diterapkan,” kata Husaing.

Meskipun sekolah yang dipimpinnya masih mengalami kekurangan, termasuk kekurangan dana untuk pembenahan secara menyeluruh, tapi pihaknya akan tetap serius untuk membenahi sekolah agar lebih baik.

“Hal yang mendesak itu yang perlu dibenahi terlebih dahulu agar lebih baik, dan pelajar jadi nyaman belajar di sekolah,” tutupnya.

Reporter: Abustan

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Sekolah Islam Athirah Berikan Penghargaan Guru dan Karyawan Berprestasi

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah kembali memberikan apresiasi kepada guru dan karyawan berprestasi. Pengumuman apresiasi bertajuk Human Capital Award 2020 itu dilaksanakan...

Luar Biasa, Guru TK Islam Athirah 2 ini Raih Penghargaan The Best Teacher

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah (SIA) menggelar kegiatan forum jumat pada hari Jumat, 18 September 2020. Kegiatan forum jumat kali ini berbeda...

BPJS Ketenagakerjaan Gencar Ajak Guru Mengaji Jadi Peserta, Ini Manfaatnya!

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- BPJS Ketenagakerjaan gencar melakukan sosialisai mengajak penerimaan insentif guru mengaji untuk menjadi pesertanya. Hal tersebut seperti yang...

DKM Bakal Lakukan Pameran Daring ‘Semangat 2020’

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Pandemi Covid-19 telah berlangsung lebih dari setengah tahun. Semua lini kehidupan seperti sedang diuji daya tahannya, termasuk posisi seni...

Danlantamal VI Sambut Hangat Kunjungan Dirut PT. Semen Tonasa

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Komandan Lantamal VI (Danlantamal VI) Laksamana Pertama TNI Dr. Benny Sukandari, S.E., M.M., CHRMP., menyambut hangat kunjungan Direktur Utama...

REKOMENDASI