Sunday, September 20, 2020

Tips Menulis bagi Pemula : Tuliskan Apa Pun yang Ada di Pikiranmu

FAJARPENDIDIKAN.co.id – Semua pemula dalam menulis pasti mengalami hal-hal demikian. Saya termasuk pemula dalam menulis. Hal-hal yang sudah disebutkan di atas pernah mengalaminya. Saya mencoba untuk menyederhanakan semua kendala yang ditemui agar menjadi motivasi untuk memulai menulis. Diawali dengan sebuah pertanyaan, bukankah banyak hal yang dipikirkan di kepala kita. Pilih saja satu hal yang kita pikirkan dan mulailah menulis. Berdasarkan pengalaman ada beberapa tips yang bisa dilakukan bagi pemula untuk memulai menulis:

1. Tentukan tema apa yang akan ditulis

Carilah tema yang ringan-ringan  terlebih dahulu. Jangan dulu bebankan diri kita dengan mengambil tema-tema yang berat. Mungkin  tema-tema keseharian kita. Tema tentang apa yang kita lakukan dan kerjakan sehari-hari. Suatu tema kadang lahir dari proses penjelajahan. Saat menjelajah di dunia maya atau apa yang kita lihat di dunia nyata. Tema terkadang diperoleh saat kita melihat, merasakan atau mendengarkan sesuatu. Ambilah satu tema yang menurut kita “klik”. Saat sudah menemukan satu tema yang cocok maka langkah pertama untuk menulis sudah dimulai.

2. Tuliskan pokok pikiran yang akan dituangkan  

Setelah langkah pertama menentukan tema dilakukan, langkah berikutnya menuliskan pokok pikiran. Pokok pikiran itu mencakup apa saja sih yang akan tuangkan dalam tulisan kita. Dalam tema yang kita pilih akan bicara apa saja. Tuliskan 5-7 pokok pikiran dengan kalimat pendek secara berurutan. Usahakan memenuhi struktur sederhana meliputi pokok pikiran pembuka, isi, dan penutup. Menuliskan pokok pikiran sangat membantu kita saat mengembangkannya dalam sebuah alinea tulisan.

3. Kembangkan setiap pokok pikiran dengan alinea

Langkah berikutnya mengembangkan setiap pokok pikiran dengan alinea. Gunakan gaya bahasa apa saja dalam menulis yang membuat kita nyaman. Biasanya setiap alinea berisi 70-75 kata. Setiap pokok pikiran bisa dikembangkan dalam 1-2 alinea. Jangan berpikir enak dibaca dulu. Kembangkan setiap pokok pikiran dengan kalimat-kalimat pendek. Gunakan kosa kata yang ada di kepala kita. Dalam menulis opini biasanya jumlah kata dalam artikel sekitar 650-750 kata atau 4500-5000 karakter.

4. Membaca ulang tulisan

Jangan buru-buru ingin menyelesaikan tulisan kita. Baca kembali berulang-ulang tulisan  kita. Tulisan yang baik seperti air mengalir. Nyaman dan enak saat dibaca.  Tidak bertele-tele dan mudah dipahami. Pilih mana kalimat atau kata yang perlu diperbaiki, ditambah, dikurangi, diganti dengan kata lain, dianggap boros, dipindah posisinya atau dicari padanan katanya. Berapa kali kita baca ulang? Bila perlu berkali-kali sampai kita merasa “enak” dengan tulisan kita. Jadikan diri kita menjadi editor untuk tulisan kita sendiri.

5. Biarkan tulisan dikoreksi orang lain

Nyaman saat kita baca belum tentu enak dibaca oleh orang lain. Maka langkah berikutnya carilah orang yang bisa mengoreksi tulisan kita. Jangan pernah malu atau gengsi saat tulisan kita dikoreksi orang lain. Hal itu merupakan langkah meningkatkan kualitas tulisan kita. Bergabung dengan komunitas penulis merupakan langkah baik untuk mengasah kemampuan menulis kita.

6. Beranikan merilis tulisan

Setelah menyempurnakan tulisan kita. Beranikan untuk merilis tulisan kita di media. Baik media cetak atau media online yang saat ini sedang banyak berkembang. Pilih media yang tepat untuk merilis tulisan kita. Banyak pengelola media online yang sangat mengapresiasi penulis pemula untuk merilis tulisannya. Merilis tulisan ini penting untuk mengetahui respon pembaca yang lebih luas terhadap tulisan kita. Sekaligus menjadi motivasi dan kebanggaan saat tulisan kita dimuat. Dimuatnya tulisan kita akan menjadi pemicu semangat untuk kembali menulis.

Pada akhirnya, semua akan menemukan jalannya saat kita memulai. Teruslah menulis sampai kita menemukan rasa dan iramanya. Tidak ada yang sulit jika dijalani. Juga tidak ada yang mudah jika tidak dimulai. Semua penulis handal berawal dari menulis sesuatu yang sederhana dalam pikirannya. Jadi mulailah untuk menuliskan apa yang ada dipikiranmu!

Oleh : Dadang Darmansyah, S,Si, MM

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Awali Kepengurusan, LD Al-‘Aafiyah FKM Unhas Gelar Daurah Pengurus

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Lembaga Dakwah Al-'Aafiyah FKM Unhas melaksanakan daurah pengurus pada hari sabtu, 19 September 2020. Kegiatan ini dilaksanakan melalui  zoom cloud...

Kapolres Barru Serukan Pilkada Damai 2020, Di Takkalasi

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Barru AKBP Welly Abdillah, menyerukan Pemilukada Damai, saat menggelar kegiatan Sosialisasi Pilkada Damai 2020 dan...

Danyonmarhanlan VI Hadiri Rakor Pemilu dan Peningkatan Disiplin Protokol Kesehatan Pemkot Makassar

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Komandan Batalion Marinir Pertahanan Pangkalan VI (Danyonmarhanlan VI) Letnan Kolonel Marinir Gigih Catur Pramono, S.H, M.T.r. Opsla menghadiri Rapat...

Sekolah Islam Athirah Berikan Penghargaan Guru dan Karyawan Berprestasi

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah kembali memberikan apresiasi kepada guru dan karyawan berprestasi. Pengumuman apresiasi bertajuk Human Capital Award 2020 itu dilaksanakan...

Luar Biasa, Guru TK Islam Athirah 2 ini Raih Penghargaan The Best Teacher

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah (SIA) menggelar kegiatan forum jumat pada hari Jumat, 18 September 2020. Kegiatan forum jumat kali ini berbeda...

REKOMENDASI