Saturday, September 26, 2020

Tips Mudah Melakukan Pidato Tentang Pendidikan dengan Baik

FAJARPENDIDIKAN.co.id – Pidato tentang pendidikan tak hanya dilakukan oleh pejabat, guru dan kalangan terkait. Hal tersebut kerap diberikan bagi siswa atau mahasiswa dalam rangka mengerjakan tugas sehari-hari. Jika Anda dihadapkan dengan penugasan tersebut, ada baiknya menerapkan tips di bawah ini!

Setiap instansi mulai dari kantor, sekolah hingga perguruan tinggi, biasanya menyelipkan agenda pidato tentang pendidikan. Topik-topik seputar penyuluhan masyarakat seperti temuan ilmiah, hasil riset, teknologi dan sejenisnya adalah hal yang sering dilontarkan saat pidato berlangsung.

Rata-rata orang diminta untuk memberikan banyak pidato, bahkan tanpa memandang siapapun itu. Pertama-tama, kemampuan penting guna menyampaikan pidato tentang pendidikan dengan baik adalah public speaking. Elemen lain yang biasanya membantu adalah poster pendidikan.

Beberapa hal di atas yang telah disebutkan adalah aspek pendukung yang mesti disiapkan sebelum menggelar pidato tentang pendidikan. Apa lagi kira-kira tipsnya? Agar lebih jelas, Anda dapat mengikuti poin-poinnya sebagai berikut

1. Memilih Tema Pidato Tentang Pendidikan
Tips pertama yang harus dilakukan saat hendak pidato tentang pendidikan adalah memilih tema.

Bagaimanapun, buatlah audiens terkesima dan merasa perlu untuk mendengar pidato yang bakal Anda sampaikan. Sebuah tema atau topik perlu ulasan secara jelas dan mengakar.

Misalkan Anda hendak berbicara tentang kondisi pendidikan sekolah dasar di Indonesia. Carilah topik permasalahan secara spesifik dan menjadi fokus bersama lapisan masyarakat. Bobot topik tersebut harus dapat diidentifikasi secara jelas, praktis dan realistis dengan masalah hari ini.

2. Siapkan Materi Visual Sebagai Pendukung
Hal kedua menyoal tips pidato tentang pendidikan adalah menyiapkan materi visual berupa promosi dan presentasi.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, poster pendidikan dapat membantu menyebarkan agenda pidato dengan detail meliputi, tempat, tanggal dan waktu.

Masuk pada bagian presentasi, poster pendidikan harus mencakup visual yang matang dan mampu membantu menguatkan penjelasan Anda di depan publik. Selain estetika, keberadaan poster pendidikan dapat memperjelas pidato serta memberi gambaran secara konkret.

3. Berlatih Pidato dari Hari ke Hari
Latihlah kemampuan pidato dari awal sampai menjelang hari H. Jika bisa, ucapkan itu di depan orang lain seperti ibu, saudara serta kerabat terdekat. Biasakan diri dengan struktur dan poin utama. Tanpa orang lain, Anda juga bisa melatih hal tersebut di depan cermin.

Menghafalkan poin-poin dan topik pidato dalam kepala mungkin bisa jadi cara yang tepat. Namun agar benar-benar merasa nyaman dan berani, Anda harus mengucapkan kata-kata itu secara keras dan mempraktikkan tinggi-rendah nada bicara agar penyampaian terasa menarik.

4. Singkat, Padat dan Jelas
Banyak orang ingin menyampaikan pidato tentang pendidikan secara lengkap dan gamblang. Namun jika informasi yang diberikan terlalu banyak, bisa jadi audiens bakal merasa bosan bahkan sejak paragraf pertama.

Maka dari itu, buatlah pidato yang singkat, padat dan jelas. Jangka waktu 10 sampai 15 menit untuk pidato biasanya sudah ideal.

Selama seluruh poin dapat tersampaikan dengan baik dan Anda percaya diri, durasi tersebut dirasa mampu mewakili kebutuhan banyak orang. Hindari menjelaskan sesuatu yang membosankan!

5. Gugup Adalah Hal yang Wajar
Keseluruhan poin di atas biasanya akan tertutup oleh rasa gugup yang amat besar jelang pidato. Ini adalah hal wajar, sehingga salah satu cara untuk mengatasi kondisi tersebut adalah menerimanya. Biarkan itu mengalir, jangan memaksa untuk dilawan apalagi ditutupi.

Bicarakan topik secara perlahan dan tanpa terburu-buru. Tak masalah untuk berhenti sejenak dan menghela napas. Selain itu, Anda juga bisa mengulang kalimat jika merasa ada yang salah sebut.

Selebihnya, persiapkan semua dengan baik demi memupuk rasa percaya diri. Selamat mencoba!

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Kampanye Germas di Era Pandemi Covid-19

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Tim Promosi Kesehatan Puskesmas Bangkala Kabupaten Jeneponto dan Mahasiwa Magang Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Fakultas Kesehatan Masyarakat, melakukan kegiatan...

Terbaik di Indonesia Timur, Komitmen Pemda Barru dalam Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id - 'Paritrana' adalah bahasa sansekerta yang bermakna perlindungan, Tidak banyak daerah yang memiliki progresivitas dalam memberikan perlindungan kepada Tenaga Kerja...

Bupati Suardi Sebut Keistimewaan Profesi Bidan di Muscab IBI Cabang Barru

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id -Musyawarah cabang ketujuh Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Barru, digelar di Gedung Tower Kantor Bupati Barru dan dibuka oleh Bupati...

Kemenag Luncurkan Garda Kagum; Gerakan Pemberdayaan Komunitas Guru Madrasah

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kemenag Luncurkan Garda Kagum; Gerakan Pemberdayaan Komunitas Guru MadrasahPeluncuran Garda Kagum KemenagKab. Barru - Kementerian Agama Republik Indonesia meluncurkan...

DPK Sulsel Gelar Bimtek Perpustakaan untuk Peningkatan Performance Pengelola Perpustakaan

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan Moh Hasan Sijaya, S.H., M.H membuka acara Bimbingan Teknis Perpustakaan Angkatan...

REKOMENDASI