UIN Alauddin Jajaki kerjasama dengan Charles Darwin University

UINAM melalui International Office dan bidang Kerjasama menjajaki kerjasama dengan Charles Darwin University (CDU), Australia.[Foto:/Ist.]
UINAM melalui International Office dan bidang Kerjasama menjajaki kerjasama dengan Charles Darwin University (CDU), Australia.[Foto:/Ist.]
Adv

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Dalam rangka memperkuat jejaring Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) ke universitas-universitas luar negeri, Selasa, 5 Maret 2019, UINAM melalui International Office dan bidang Kerjasama menjajaki kerjasama dengan Charles Darwin University (CDU), Australia.

“Kunjungannya ke UINAM kali ini untuk memperkuat kerjasama akademik dan kelembagaan antara kedua universitas,” kata Cetta Sellepan, representasi CDU International.

Selain itu, Cetta berharap bahwa ke depan, dosen-dosen UINAM yang ingin melanjutkan studi ke CDU, akan difasilitasi secara langsung oleh pihak International affairs CDU, mulai dari pembuatan proposal sampai pada pencarian professor. Dua hal ini menurutnya, seringkali menjadi problem bagi yang ingin studi doktor.

Kunjungan Cetta ini mendapat apresiasi secara langsung oleh bapak Rektor UIN Alauddin, Prof Dr H Musafir Pababbari, M Si.

Kata Rektor, ini merupakan kesempatan yang sangat bermanfaat bagi dosen-dosen muda UINAM yang ingin melanjutkan pendidikannya di Australia. “Apalagi sekarang ini, beasiswa tidak hanya disediakan oleh pemerintah Australia tetapi dengan skema program 5000 doktor di bawah koordinasi Dirjend Pendis Kemenag ini juga sangat membantu,” terang Prof Musafir.

Baca Juga :   Sivitas Akdemika Jurusan Biologi UIN Alauddin Gelar Aksi Abdimas

Foto bersama usai kunjungan.[Foto:/Ist.]
Foto bersama usai kunjungan.[Foto:/Ist.]
Pada kesempatan yang sama, Direktur International Office UINAM, Dr Muhaemin Latif, yang menfasilitasi kunjungan Cetta Sellepan, mengatakan bahwa pihak CDU membuka kemungkinan kerjasama pengembangan akademik dan kemahasiswaan. “Misalnya joint research bagi dosen-dosen UINAM dan dosen-dosen CDU dan student mobility program untuk mahasiswa,” terang Muhaemin.

Peluang ini, menurut Muhaemin, menarik untuk di follow up lebih jauh.(*)